Ini Dia 5 Alasan Karyawan Lembur

alasan karyawan lembur

Alasan karyawan lembur berbeda satu dengan yang lainnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang internal serta eksternal. Masing-masing perusahaan terkadang mempunyai pegawai yang terkadang melakukan lembur atau bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan perusahaan.

alasan karyawan lemburKegiatan lembur tersebut bisa memberikan keuntungan untuk perusahaan namun juga kerugian. Biasanya, jika karyawan tersebut lembur, akan ada kompensasi yang diberikan perusahaan sesuai dengan lama waktu lembur.

Alasan Karyawan Lembur yang Harus DIketahui

Setidaknya ada 5 alasan karyawan lembur bahkan beberapa diantaranya melakukan lembur hingga dini hari yang harus Anda ketahui.

1.      Pekerjaan yang Overload

Tidak sedikit pekerja atau karyawan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya karena terlalu banyak sehingga memaksa pekerja tersebut untuk lembur. Biasanya, hal ini terjadi karena pekerja atau karyawan tersebut mengerjakan kerjaan di luar jobdesk yang diberikan.

Bisa jadi untuk cover teman yang sedang tidak masuk atau karena memang kebutuhan perusahaan dengan deadline yang mepet. Untuk mengatasi masalah tersebut, apalagi jika lembur dilakukan terlalu sering, maka perlu adanya diskusi lebih lanjut. Misalnya apakah ada kendala kenapa harus lembur? Atau karena jobdesk yang diberikan terlalu banyak?

Ataupun karena alat atau perlengkapan yang rusak sehingga mau tidak mau harus dikerjakan dengan cara lembur.

2.      Permintaan Bisnis

Permintaan bisnis yang dimaksud adalah adanya peningkatan penjualan dan permintaan akan produk terutama barang yang dijual oleh perusahaan Anda. Sehingga, untuk memenuhi permintaan tersebut, maka Anda harus menyelesaikan pekerjaan terlebih jika perusahaan tidak sedang menambah pegawai baru dan deadline mepet.

Alasan karyawan lembur yang dilaksanakan karena permintaan bisnis ini bersifat sementara namun ada pula yang bersifat sementara namun konsisten. Maksudnya adalah lembur hanya terjadi pada saat ada peningkatan penjualan.

alasan karyawan lemburJika perusahaan tersebut mengeluarkan produk tertentu apalagi di tanggal yang sama setiap bulannya, maka lembur dipastikan terjadi. Namun, umumnya, lembur dilakukan sesuai dengan kondisi perusahaan.

3.      Kekurangan Pegawai

Alasan lembur yang ketiga adalah karena kekurangan pegawai. Ada beberapa alasan kenapa perusahaan tidak memiliki pekerja yang cukup. Salah satu diantaranya adalah karena kondisi perusahaan sedang tidak baik sehingga jika menambah pegawai, akan membuat pengeluaran bertambah.

Efek domino dari kondisi ini adalah pekerjaan dilimpahkan pada pegawai yang lain. Sehingga pekerjaan menumpuk bahkan pekerjaan di luar jobdesk yang menyebabkan pegawai tersebut harus lembur.

4.      Alasan Karyawan Lembur yang Bersifat Pribadi

Ada pekerja yang menggunakan waktunya saat di kantor untuk mengatasi atau untuk menghadiri keperluan pribadi. Sedangkan di kantor sendiri memiliki ketentuan atau peraturan misalnya dalam pemenuhan jam kerja selama 1 minggu. Sehingga untuk memenuhi jam kerja tersebut, maka pekerja harus kerja lembur.

5.      Panggilan Mendadak

Setiap karyawan atau pekerja tidak tahu kapan akan dipanggil secara mendadak, bahkan di hari libur sekalipun. Misalnya untuk teknisi IT ataupun mesin yang seharusnya libur saat sabtu minggu. Namun, karena ada yang masuk dan ternyata ada yang bermasalah di jaringan ataupun di alat, membuat teknisi tersebut harus masuk untuk mengatasi masalah tersebut.

Bagaimana Pengaturan Waktu Lembur?

Jika merujuk pada peraturan pemerintah Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri No. 102/MEN/VI/2004, waktu lembur adalah lebih dari 7 jam untuk 6 hari kerja dengan 40 jam seminggu. Atau selama hari istirahat atau saat hari libur resmi. Sehingga lembur hanya bisa dilakukan maksimal 3 jam per harinya atau 14 jam per minggu di luar jam istirahat ataupun hari libur resmi.

alasan karyawan lemburSetiap pekerja yang melakukan lembur sesuai dengan undang-undang yang berlaku, maka berhak untuk mendapatkan upah kera lembur. Upah untuk lembur sendiri juga diatur dalam UU No. 13 th 2003 pasal 78 ayat 2,4 dan pasal 85. Serta juga diatur dalam kemenakertrans no. 12/MEN/VI/2004.

Dari peraturan tersebut diperoleh, penghitungan upah lembur adalah 1/173 upah sebulan. Sehingga rumus yang diperoleh untuk lemburan pertama di hari kerja adalah  lama lembur dalam hitungan jam x 1,5 x 1/173 x upah sebulan. Sedangkan untuk lemburan jam ke 2 dan 3, rumusnya adalah 2 x 1/173 x upah sebulan.

Contoh Penghitungan Lembur

Contohnya, A kerja 8 jam per hari dengan total 40 jam per minggu. Dalam 2 hari dia bekerja lembur selama 2 jam/hari. Sedangkan gaji yang diperoleh adalah Rp 3 juta. Total lembur yang dia lakukan adalah 4 jam.

Perhitungan lembur pertama adalah:

2 x 1,5 x 1/173 x 3.000.000 = Rp 52. 023.

Lembur di jam selanjutnya adalah 2 x 2 x 1/173 x 3.000.000 = Rp 69.364.

Sehingga total upah lembur yang diperoleh A adalah Rp 121.387.

Sedangkan untuk penghitungan upah kerja lembur di jam istirahat tidak hanya dipengaruhi oleh waktu istirahat namun juga lamanya lembur. Misalnya untuk lembur pada hari minggu dengan Anda sendiri yang memiliki waktu kerja 5 hari per minggu dengan total 40 jam per minggu.

Upah kerja di 8 jam pertama, diperoleh rumus, 8 x 2 x 1/173 x upah sebulan. Dengan menggunakan contoh di atas, yaitu dengan jam lembur 8 jam, di hari minggu dengan gaji Rp 3 juta. Maka penghitungannya yaitu 8 x 2 x 1/173 x 3.000.000 = Rp 277.456. jadi upah yang dibayarkan adalah Rp 277.456 rupiah.

Wajibkan Pemberian Upah untuk Alasan Karyawan Lembur?

Dalam UU Tenaga Kerja No. 13 No 2003 pasal 78 ayat 2 dan pasal 85 ayat 3 dan UU ketenagakeraan pasal 187 ayat 1, jika perusahaan tidak memberikan atau memenuhi hak upah lembur akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut adalah kurungan minimal 1 bulan dan paling lama 12 bulan dan/atau membayar Rp 10-1000 juta.

alasan karyawan lemburKarena hal tersebut penggajian karyawan harus dilakukan dengan akurat dan teliti termasuk upah karyawan yang melakukan lembur. Jika tidak dipenuhi, akan ada sanksi untuk perusahaan. Untuk mempermudah Anda dalam penghitungan dan juga transfer gaji, maka Anda bisa menggunakan JojoPayroll.

Di JojoPayroll, yang Anda sendiri juga bisa mengunduh dan menggunakan versi gratisnya, dilengkapi dengan fitur seperti berikut:

  • Laporan kehadiran otomatis sehingga akan tahu, seberapa banyak jam kerja per minggunya yang sudah dipenuhi oleh pekerja tersebut. Dengan begitu, HR akan lebih mudah untuk menghitung dan mengalokasikan gaji karyawan.
  • Slip gaji digital yang akan diinput secara otomatis ke e-spt perusahaan dan karyawan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika Anda memiliki waktu yang sedikit untuk upload dan dokumentasi laporan.
  • Database yang komprehensif dengan menggunakan cloud sehingga data akan tersimpan dengan aman dan mudah untuk dikelola dimanapun Anda berada.

Itulah beberapa hal penting tentang alasan karyawan lembur dan pentingnya JojoPayroll. Dari fitur tersebut Anda bisa mendapatkan keuntungan seperti lebih menghemat waktu Anda untuk transfer gaji dan perhitungan pajak dan BPJS secara otomatis. Hasil yang diperoleh dan diolah juga akan lebih akurat sehingga akan meminimalisir penipuan. Jadi, sudah siapkan Anda pindah ke JojoPayroll untuk kemudahan pengelolaan penggajian karyawan perusahaan Anda?