Sudah Bosan dengan Bank Uang, ke Bank Sampah Aja!

Kalian pasti pernah bertanya-tanya apa itu bank sampah? Kok sampah ada banknya? Bagaimana sih cara kerjanya?

Lalu pengelolaannya seperti apa sih? Ini kan yang paling sering banget kalian tanyakan mengenai bank sampah. Jadi tanpa berlama-lama, mari kita bahas apa itu bank sampah dan bagaimana cara kerjanya.

Awalnya, bank ini bentuk oleh pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk menanggulangi sampah yang sifatnya dapat didaur ulang.

Indonesia sangat gencar mengampanyekan tentang 3R, 3R adalah reduce, rescue, dan recycle. Dengan kampanye inilah bank sampah dibentuk di Indonesia oleh pemerintah.

Di Indonesia sudah ada banyak bank sampah, yaitu 5.244 bank sampah di 34 provinsi Indonesia.

Di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, bank ini ada dalam aturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang penggunaan 3R.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pencemaran tanah, sungai dan udara dari pengelolaan sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup memiliki program fasilitasi pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) untuk mengelola sampah organik menjadi kompos dan mempromosikan pemanfaatan gas metan dari TPA untuk dimanfaatkan sebagai gas alternatif atau konversi ke listrik.

Dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup sudah menyusun 4 (empat) pedoman pengelolaan sampah di sumbernya untuk mendukung penerapan Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional dalam Pengelolaan Sampah yang menetapkan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan pada tahun 2025.

Jadi begitulah kira-kira latar belakang dari bank sampah. Lalu apa sih sebenarnya bank yang mengelolah sampah ini, apa manfaatnya, dan bagaimana cara bekerjanya. Yuk kita bahas, scroll ke bawah artikel ini ya!

Bank Sampah

Jadi, dalam definisinya, bank ini merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

Warga yang menabung juga disebut nasabah, memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.

Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama.

Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan. Hal ini bertujuan untuk mencegah menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau biasanya dibilang TPA.

Tujuan Bank Sampah

Tujuan dibangunnya bank ini sebenarnya bukan untuk keuntungan seamta. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

Jadi, bank ini tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Hal ini juga bisa membuat nasabah yang bergabung dalam bank sampah mendapat pengetahui seputar sampah.

Karena sampah yang diberikan pada bank sampah itu memiliki ketentuan-ketentuan khusus. Sampah harus plastik, dapat didaur ulang, dan tidak boleh sampah makanan. Dengan begitu, nasabah harus pintar untuk memilah sampah.

Bank ini juga dapat membantu perekonomian seseorang. Seperti yang sudah kita bahas di atas, bahwa kalian bisa meminjam uang melalui bank sampah dan membayarnya dengan sampah yang dikumpulkan.

Bank ini juga dapat memperdayakan orang-orang sekitar untuk mengolah sampah menjadi kerajinan tangan dan akhirnya sampah menjadi benda yang berguna.

Manfaat Bank Sampah

Manfaat dari bank ini adalah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya.

Dengan begitu lingkungan yan menjadi tempat tinggal akan terjauh dari berbagai bakteri dan kuman yang dapat membuat sakit.

Lingkungan akan lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali, karena orang-orang menjadi tertib untuk memilah sampah yang nantinya akan ditabungkan lewat bank sampah.

Karena sampah sudah menjadi ancaman yang serius, bila tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungan.

PROSES DAN CARA KERJANYA

Sama seperti di bank-bank penyimpanan uang, para nasabah dalam hal ini masyarakat bisa langsung datang ke bank untuk menyetor.

Bukan uang yang di setor, namun sampah yang mereka setorkan. Sampah tersebut di timbang dan di catat di buku rekening oleh petugas bank. Dalam bank ini, ada yang di sebut dengan tabungan sampah.

Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dimanfaatkan kembali (reuse).

Biasanya akan di manfaatkan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain. Syarat sampah yang dapat di tabung adalah yang rapi dalam hal pemotongan, selain itu juga sampah harus dicuci terlebih dahulu. Kamu juga harus menyetorkan minimal 1 kg.

Jenis-jenis Bank Sampah

Dalam jenisnya, bank sampah juga memiliki dua jenis tabungan, lalu apa saja jenis-jenis dari bank ini? berikut adalah jenis-jenisnya:

Jenis Pertama

Pertama yaitu tabungan rupiah di mana tabungan ini di khususkan untuk masyarakat perorangan. Dengan membawa sampah kemudian di tukar dengan sejumlah uang dalam bentuk tabungan.

Beberapa contoh kemasan plastik yang dapat di tukar yaitu menurut kualitas plastiknya. Kualitas ke 1 yaitu plastik yang sedikit lebar dan tebal (karung beras, detergen, pewangi pakaian, dan pembersih lantai).

Kualitas ke 2 yaitu plastik dari minuman instan dan ukurannya agak kecil (kopi instan, suplemen, minuman anak-anak, dan lain-lain).

Kualitas ke 3 yaitu plastik mie instan. Kemudian kualitas ke 4 yaitu botol plastik air mineral. Yang paling rendah yaitu kualitas 0 adalah bungkus plastik yang sudah sobek atau tidak rapi dalam membuka kemasannya.

Karena akan susah untuk di gunakan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain. Untuk kualitas yang terakhir, harus di setor dalam bentuk guntingan kecil-kecil (di cacah).

Jenis Kedua

Bentuk tabungan sampah yang kedua disebut tabungan lingkungan. Apa sih yang dimaksud dengan tabungan lingkungan?

Jadi definisi dari tabungan lingkungan adalah partisipasi perusahaan dan kalangan bisnis untuk pelestarian lingkungan.

Tabungan ini tidak dapat di uangkan, tetapi nasabahnya akan di publish ke media sebagai perusahaan atau kalangan bisnis yang melestarikan lingkungan. Lebih lanjut akan di berikan piagam BUMI setiap hari lingkungan hidup.

Inilah salah satu alternatif untuk memecahkan masalah sampah dan ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Pada akhirnya bank ini akan berdampak baik untuk bumi ini.

Jadi gimana? Kamu tertarik tidak untuk menjadi mitra atau nasabah dari bank ini? Jika kamu menjadi nasabah kamu dapat membantu mengurangi sampah di lingkungan kamu.

Jika kamu menjadi mitra kamu dapat menjaga lingkungan kamu, selain itu kamu juga bisa meperkerjakan orang-orang yang dalam kesulitan ekonomi untuk mengolah sampah yang kamu terima dari nasabah menjadi benda yang berfungsi.

Kamu juga bisa nih meminjamkan uang pada nasabah yang menabung di tempat kamu. Banyak sekali pahala yang akan kamu dapatkan saat menjalankan bisnis ini.

JojoExpense

Jangan lupa juga nih kamu bisa memakai aplikasi JojoExpense untuk mengelola keuangan bisnis kamu. Aplikasi dari Jojonomic ini sangat membantu kamu , karena akan meningatkan efisiensi manajemen pengeluaran bisnis kamu hingga 76%. Ayo buruan download!