Mengenal Jenis-jenis Belanja Online di Indonesia

belanja online

Siapa yang tidak pernah melakukan transaksi pembelian ataupun penjualan barang secara online? Kami rasa, hampir semua masyarakat pernah belanja online. Apalagi, di jaman modern seperti sekarang ini, mulai dari jaringan internet, hingga marketplace dan sosial media penyedia jasa jual beli online sudah merajalela.

Untuk itulah, perlu kamu ketahui tips dan trik serta perilaku belanja online yang ada di Indonesia. Dengan data survey dari Asosiasasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan CupoNation, kita akan membahas bersama terkait belanja online di Indonesia.

Akan tetapi, sebelum kita membahas lebih lanjut terkait belanja online, terlebih dahulu harus mengetahui terkait media untuk mengaksesnya. Dengan kata lain, kita harus memiliki jaringan internet, untuk melakukan proses transaksi secara online.

Apa Itu Internet?

Internet atau interconnection-networking adalah suatu jaringan komunikasi global yang menghubungkan milyaran jaringan komputer secara terbuka dengan menggunakan sistem standar global transmission control protocol/internet protocol suite (TCP/ IP).

Ada juga yang menjelaskan bahwa definisi internet adalah International Network, dimana semua tipe dan jenis komputer di seluruh dunia dapat terhubung dengan memakai tipe komunikasi seperti telepon, satelit, dan lainnya.

Jaringan internet inilah yang harus kamu miliki ketika kamu hendak melakukan transaksi jual beli secara online. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh APJII pada tahun 2018, 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8% dari total penduduk Indonesia, sudah memiliki atau menggunakan jaringan internet.

Pengguna internet yang dimaksudkan adalah individu yang tersambung internet baik dari dalam rumah maupun dari tempat lainnya, dari perangkat apa saja baik itu dari komputer atau perangkat mobile atau lainnya, milik sendiri atau tidak.

Nah, berdasarkan survey tersebut terlihat, di jaman sekarang internet merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh individu. Khususnya dalam kehidupan sehari-hari yang tidak mungkin bisa terlepas dari internet.

belanja onlineOnline Shopper di Indonesia

Tingginya angka pengguna internet di Indonesia, mendorong perusahaan ataupun marketplace berlomba-lomba untuk mendirikan dan menyediakan barang dan jasa secara online. Akan tetapi, apakah dengan menjamurnya start up dan marketplace selaras dengan jumlah pembelinya?

Berdasarkan survey Cuponation yang dikutip dalam kompas.com, tertulis bahwa jumlah online shopper pada tahun 2018 lalu diperkirakan mencapai 11,9 persen dari total populasi di Indonesia. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya, di mana pada tahun 2016 hanya sebesar 9,6 persen dan 2017 sebesar 10,7 persen.

Persentase tersebut didapat dengan membagi jumlah populasi dan jumlah pembeli online di Indonesia setiap tahunnya. Pertumbuhan jumlah pembeli online ini menurut Cuponation juga didukung oleh pendapatan dari pasar e-commerce Indonesia, di mana ada 6,1 miliar dollar AS pada 2016 dan mencapai 7,5 miliar dollar AS untuk tahun 2017.

Media yang Digunakan untuk Belanja Online

Untuk melakukan transaksi secara online diperlukan media untuk melakukannya. Bisa menggunakan handphone ataupun Personal Computer dan Tablet. Studi dari Cuponation yang dikutip dari techno.okezon.com mengungkapkan jika orang Indonesia lebih banyak belanja online melalui smartphone ketimbang desktop.

Menurut keterangan resmi, Cuponation mengungkap hasil studinya jika sebanyak 84,98 persen pengunjung situs belanja online menggunakan smartphone. Sementara itu jika melalui desktop atau PC hanya sebanyak 15,02 persen.

Hasil ini bisa dikatakan cukup timpang dan bisa menunjukkan bahwa memang orang Indonesia, lebih senang berbelanja menggunakan smartphone dengan beragam alasan. Salah satu alasan yang mungkin melatarbelakanginya adalah prosesnya lebih mudah untuk dilakukan. Karena, kamu bisa berbelanja hanya dengan menggunakan alat dalam satu genggaman saja.

???3+ Fakta Belanja Online di Indonesia

Fakta-fakta ini didapat berdasarkan survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terkait perilaku pengguna internet tahun 2018. Survey ini terdapat 5.900 sampel, menggunakan metode wawancara dengan bantuan kuesioner. Di mana, survey data lapangan ini dilakukan pada 9 Maret – 14 April 2019.

Masyarakat Indonesia Sudah Banyak yang Menjadi Online Shopper

Fakta pertama adalah masyarakat Indonesia yang sudah percaya untuk melakukan transaksi secara online. Hal ini terlihat dari tingginya angka pengguna internet di Indonesia yang mencapai angka 62,8 persen dari total penduduknya.

Melimpahnya Marketplace Sebagai Wadah untuk Melakukan Transaksi Online

Saat ini, media untuk berbelanja online jumlahnya sudah sangat banyak dan melimpah. Hal inilah yang melatarbelakangi timbulnya kebiasaan konsumtif dari dalam diri individu.

Dari banyaknya marketplace yang ada di Indonesia, Shopee menduduki peringkat teratas sebagai pilihan masyarakat untuk belanja online dengan persentase sebesar 11,2 persen.

Kemudian diikuti oleh oleh Bukalapak sebesar 8,4 persen. Ada juga marketplace Lazada dengan persentase sebesar 6,7 persen. Kemudian diduduki oleh Tokopedia sebesar 4,3 persen.

belanja onlineJenis Barang yang Disediakan Bervariasi

Fakta terkait belanja online selanjutnya adalah jenis barang yang tersedia bervariasi. Mulai dari pakaian, hingga peralatan rumah tangga, hingga bumbu dapur pun dijual dalam marketplace.

Masih berdasarkan survey dari APJII, barang yang paling sering dibeli oleh online shopper adalah sandang (pakaian) sebesar 14,6 persen. Barang lainnya yang cukup “laris” diantaranya ada buku sebesar 4 persen.

Kemudian ada juga yang membeli aksesoris sebesar 3 persen, tas 2,9 persen, barang elektronik 2,2 persen, serta make up dan makanan masing-masing 1,5 persen.

Frekuensi Belanja Online

Meskipun sering dikatakan sebagai masyarakat yang “konsumtif” namun terdapat hasil yang cukup mengejutkan di sini. Karena 56 persen dari sample mengaku tidak pernah bertransaksi secara online.

Terdapat hasil yang cukup mengagetkan lagi bahwa 24 persen diantaranya menyatakan belum tentu sebulan sekali berbelanja online. Angka tersebut cukup kecil, untuk bisa dikatakan sebagai masyarakat yang konsumtif.

Dari hasil survey ini, terdapat hasil yang berada di luar ekspektasi, sehingga akan timbul pertanyaan, mengapa masyarakat tidak pernah bertransaksi online?

Alasan Tidak Belanja Online

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, survey yang dilakukan oleh APJII ini memiliki jawabannya lho! Salah satunya yang terlihat jelas adalah karena masyarakat masih lebih suka berbelanja dan mendapatkan barang langsung sebesar 18,8 persen.

Selain itu, banyak yang mengatakan belum bisa menggunakan aplikasi sebesar 12,2 persen. Sebesar 9,5 persen juga mengatakan bahwa mereka khawatir barang tidak sampai.

Alasan lain yang melatarbelakangi tidak ingin belanja online karena mereka malas untuk transfer dan terasa rumit (4,5 persen). Serta, adanya ketakutan barang tidak bisa dikembalikan sebesar 3,4 persen.

Melihat tingginya berkembangan masyarakat yang melakukan belanja online, akan meningkatkan peluang usaha, khususnya dari bidang e-commerce. Nah, jika kamu bercita-cita merintis usaha e-commerce kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi keluaran Jojonomic, lho!

JojoExpenseJojonomic memiliki beberapa aplikasi menarik, salah satunya adalah JojoExpense. Aplikasi ini akan memudahkanmu untuk proses pengelolaan keuangan perusahaan. Dengan aplikasi ini juga, kamu bisa meningkatkan efisiensi manajemen pengeluaran perusahaan hingga 76%!

Selain itu, kamu bisa mengontrol keuangan perusahaan kapan saja dan di mana saja dengan hanya bermodalkan smartphone di genggamanmu. Dengan begitu, kamu akan lebih hemat waktu, dan bisa ikut melakukan go green dengan menghemat penggunaan kertas, deh!

Ayo coba demonya, dan rasakan sendiri manfaat yang akan kamu dapatkan. Selamat mencoba!