Mau Mendapatkan Kantor Impian? Perhatikan Biaya Kontraktor Terlebih Dahulu

Untuk membangun sebuah rumah, gedung, atau lain halnya untuk kantor perusahaanmu, kamu pasti membutuhkan jasa kontraktor. Bekerja sama dengan kontraktor mungkin salah satu pilihan dalam membuat bangunan. Namun, apakah kamu sudah cukup informasi mengenai kontraktor? Jika belum artikel sangat cocok untuk kamu. Artikel ini tidak hanya membahas kontraktor, melainkan juga membahas akan adanya biaya kontraktor.

Kontraktor

Sebelum kita jauh lebih lanjut untuk membahas biaya kontraktor, ada baiknya kita membahas dasar apa yang kita ingin bahas. Dasar dari pembahasan ini adalah kontraktor dan juga biaya. Dalam definisinya, kotraktor adalah orang atau suatu badan hukum atau badan usaha yang dikontrak untuk menjalankan proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak yang sudah disepakati oleh kontraktor dan pemiliki proyek.

Biasanya untuk membangun proyek dalam skala besar, seperti pembangunan real estate, gedung perkantoran, mall atau pusat perbelanjaan akan menggunakan jasa kontraktor. Mengapa proyek-proyek tersebut diserahkan pada kontraktor? Penjelasannya simple, seperti yang sudah disinggung di atas bahwa kontraktor adalah suatu badan hukum. Dengan menjadinya badan hukum dan ada lisensi resmi, maka jasanya akan lebih dipercaya.

Untuk mengerjakan pekerjaannya, pertama-tama kontraktor akan bertemu dengan kliennya untuk membicarakan rancangan anggaran biaya (RAB) dan surat perjanjian kontrak kerja (SPK) dan melakukan survey lokasi pembangunan. Saat survey kontraktor akan mengukur lebih detail untuk pengeluaran biaya atau anggaran. Jadi itulah payung besarnya yang berhubungan dengan kontraktor.

Biaya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dalam membuat kerjasama dengan kontraktor di awal kita akan membuat perjanjian mengenai biaya atau anggaran. Nah, sebenarnya apa sih biaya itu? Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun akan terjadi.

Dalam penanggung jawab perencanaan dan pengendalian manajemen membutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminologi yang berkaitan dengan biaya. Pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggan dan objek lain yang merupakan kepentingan manajemen, adalah salah satu tujuan dasar sistem informasi akuntansi manajemen.

Biaya juga dibagi menjadi dua golongan, yaitu aset atau beban. Biaya yang digolongkan sebagai biaya aktiva adalah biaya yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Biaya yang digolongkan sebagai biaya expense jika biaya itu memberikan manfaat pada periode akuntansi berjalan.

Biaya Kontraktor

Nah, sekarang kita ke inti dari artikel ini. Ketika kita sudah mengetahui apa itu kontraktor dan biaya, maka akan mudah mengerti apa itu biaya kontraktor. Seperti yang dibahas diatas, ketika kita ingin membuat perjanjian bersama kontraktor, maka di dalam perjanjian juga ada biaya yang ditentukan. Setelah itu, diambil dari definisi biaya yang mengartikan biaya sebagai pengorbanan yang harus dilakukan saat proses produksi dengan satuannya uang.

Jadi mengenai penjelasan di atas, biaya kontraktor adalah pengorbanan yang dikeluarkan saat awal produksi untuk memenuhi kebutuhan kontraktor agar dapat membangun sebuah gedung. Sebenarnya cara menghitung biaya kontraktor tergantung dari spek material yang digunakan, karena prinsipnya kontraktor akan mengambil persentase dari material yang dipakai.

Tender

Untuk mengetahui biaya kantor itu murah atau mahal, ada baiknya kalian menggunakan tender. Tender adalah merupakan proses pengajuan penawaran oleh pihak kontraktor yang akan dilakukan di lapangan sesuai dengan dokumen tender. Tender melakukan penyeleksian dan menetapkan calon kontraktor yang akan melaksanakan dan menyelesaikan bangunan. Selain menyeleksi kontraktor, tender juga bisa menyeleksi material bangunan yang dipakai. Dengan adanya tender, kita bisa mendapatkan kontraktor yang harganya sesuai dengan biaya kontraktor perusahaan.

Mahal atau murahnya juga disesuaikan dengan kerapihan bekerja oleh kontraktor tersebut. Semakin rapih dan bisa membentuk bangunan sesuai dengan gambar yang diberikan, maka harganya akan mahal. Tetapi, jika bangunan tersebut berantakan atau tidak sesuai permintaan, maka biaya kontraktor yang dikeluarkan akan lebih murah.

Jenis-jenis Pembayaran Kontraktor

Ada dua cara yang paling umum untuk membayar kontraktor. Pertama ada pembayaran bertahap atau termin. Yang kedua, mempercayakan kontraktor untuk mengelola uang anda. Lalu, dimana perbedaannya? Berikutlah akan kami jelaskan!

Pembayaran Kontraktor dengan Sistem Termin

Sistem ini dibagi menjadi 4 tahap yang harus dibayar sesuai dengan perkembangan atau progress proyek. Sebelum proyek dimulai, biasanya kamu harus membayar uang muka sebesar 20-30 persen dari nilai kontrak.

Jika uang muka sudah diberikan maka kontraktor sudah mulai bisa bekerja. Saat pekerjaan kontraktor sudah selesai sampai 50 persen, maka pembayaran kedua juga sudah harus dibayarkan. Pembayaran kontraktor kedua ini senilai 30 persen dari biaya kontrak. Namun, saat pekerjaan sudah selesai sampai 80 persen maka kamu juga harus membayar lagi senilai 20 persen. Nah, saat bangunan sudah jadi kamu harus melunasi sisanya!

Lalu, bagaimana jika pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diminta? Kamu bisa menahan sebasar 5 sampai 10 persen biaya kontrak untuk pembayaran kamu. Retensi ini berlaku selama masa tertentu tergantung pada kesepakatan. Setelah masa retensi selesai, baru sisanya dapat kamu bayarkan.

Kontraktor sebagai Pengelola Proyek

Sistem pembayaran ini dikenal juga dengan sebutan cost and fee. Sistem pembayaran ini membuat kontraktor hanya sebagai pengelola proyek saja. Sistemnya tidak berupa paket seperti pada pembayaran dengan sistem termin.

Kontraktor yang menggunakan sistem pembayaran ini biasanya mengambil 10-20 persen dari nilai proyek yang dijanjikan. Sebelum melakukan perjanjian, sudah dipersiapkan dulu hal-hal yang dibutuhkan oleh kontraktor. Seperti misal ia sudah menentukan batas minimum dan batas maksimum harga yang ia berikan. Dari sinilah, cash flow proyek akan terlihat dan klien akan tahu berapa banyak uang yang harus ia siapkan tiap bulannya. Jumlahnya dapat berbeda-beda tiap bulannya karena pekerjaannya juga berbeda.

Dengan sistem ini, terkadang biaya tiap bulannya bisa saja lebih kecil atau lebih besar dari yang sudah dianggarkan sebelumnya. Jika ada sisa anggaran, sisa tersebut dapat digunakan untuk bulan berikutnya. Akan tetapi, jika biaya yang dikeluarkan lebih besar, akan ditagihkan pula pada bulan berikutnya.

Biaya tidak Terduga dari Kontraktor

Mungkin di atas menjelaskan secara umum saja, tetapi kalian tidak tahu kan dalam pelaksanaannya kadang ada biaya-biaya yang seharusnya tidak keluar menjadi keluar. Itulah sebabnya pada poin ini dinamakan biaya tidak terduga, karena apa yang terjadi kedepannya kita tidak mengetahuinya. Lalu, ada apa saja sih biaya tidak terduga dari kontraktor?

Kondisi Umum

Kondisi umum adalah biaya yang dikeluarkan selama proyek, umumnya tidak melibatkan pemasangan sesuatu secara permanen di wilayah yang digunakan untuk kegiatan kontruksi.  Ketika kontraktor memperkirakan biaya proyek, mereka menyusun semua biaya pembangunan, mulai dari harga pra konstruksi hingga pelayanan kebersihan pada akhir proyek. Semua biaya langsung dibebankan kepada pemilik.

Biasanya terdapat tiga kategori, yaitu manajemen lapangan, penanganan material bangunan dan manajemen proyek.

Manajemen Lapangan

Manajemen lapangan mencakup semua tugas-tugas yang harus dilakukan dengan perlindungan dan kegunaan properti. Jika kegunaan sementara diperlukan, misalnya listrik atau air, biasanya biaya tersebut masuk di dalam kategori ini.

Manajemen lapangan juga bisa mencakup hal-hal seperti pengendalian erosi dan izin yang dibutuhkan dari petugas lokal jika jalan di sekitar harus diblokir sementara karena kendaraan dan peralatan renovasi, seperti pompa beton dan truk.

Penanganan Material

Penanganan material adalah tenaga yang dibutuhkan untuk memindahkan bahan bangunan di sekitar lokasi kerja dari pemasoknya. Meski biasanya pemasok memberikan tenaga pengiriman, tetapi tidak selalu disertai dengan tenaga pemindahan bahan bangunan dari truk ke proyek.

Penanganan material juga mencakup pembingkaian bahan, pintu, dan jendela saat sebelum dan baru dipasang.

Manajemen proyek Manajemen proyek dapat termasuk harga sebelum konstruksi, membangun lingkup kerja dengan sub-kontraktor, memesan bahan lebih untuk pilihan, mengadakan pertemuan dengan pemilik, arsitek dan dan desainer lainnya. Manajemen proyek juga biasanya melibatkan pemesanan dan pengiriman bahan bangunan, menetapkan tugas pekerja dan membantu memecahkan masalah pekerjaan sub-kontraktor dan mengawasi keamanan proyek. Keseluruhan biaya kondisi umum bisa mencapai 10 persen dari biaya proyek, tergantung pada logistik, akses dan kompleksitas proyek. Memahami berapa banyak anggaran tersebut, akan memberikan pemilik rumah gambaran soal keamanan, kebersihan dan pengawasan.

JojoExpense

Jadi begitulah sekiranya tentang biaya kontraktor dan bagian-bagiannya. Untuk mengukur biaya pembangunan kamu juga bisa menggunakan JojoExpense. Dengan JojoExpense kamu dapat menciptakan transparansi dalam pengadaan alat material untuk digunakan dalam pembangunan. Aplikasi dari Jojonomic ini juga bisa memberikan kamu peningkatan waktu sampai 76%. Jadi daripada kamu menunggu lama-lama lagi, lebih baik kamu hubungi tim kami deh!