Burn Rate Dan Potensi Kerugian Pada Perusahaan

burn rate

Burn rate pada dasarnya disebut terjadi saat sebuah perusahaan mengalami cash flow negatif. Umumnya burn rate ini lebih sering terjadi pada bisnis yang abru dirintis. Burn rate ini umumnya terjadi pada usaha rintisan yang baru saja dimulai dan menggunakan uang yang diperoleh dari investor jenis venture capital dengan harapan agar usaha bisa dioperasionalkan dengan lancar sebelum perusahaan bisa menghasilkan keuntungan.

Kondisi ini sudah jelas tidak boleh disepelakan dan penghitungab burn rate ini sudah seharusnya dilakukan di setiap bulan. Hal ini tidka lain bertujuan untuk mengetahui berapa banyak waktu yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat menutupi operasionalnya. Oleh karena itu suatu perusahaan haruslah melakukan perhitungan hal tersebut agar ke depannya perusahaan tersebut tidak sampai melakukan kesalahan di langkah selanjutnya. Kejadian ini nantinya akan turut berpengaruh pada keputusan perusahaan mengenai sistem investasi yang digunakan. Burn rate juga akan berpengaruh pada operasional bisnis.

Dengan adanya perhitungan yang tepat dan sesuai di tiap bulan maka akan diketahui lebih lanjut mengenai kondisi suatu perusahaan. Tentu saja hal ini penting karena operasional bisnis harus dijalankan atau dioperaaionalkan secara rutin dan lancar sehingga Anda dapat melakukan persiapan untuk operasional perusahaan selanjutnya. Pada suatu kasus jika sebuah perusahaan disebutkan memiliki burn rate sebesar 1 juta rupiah maka hal ini berarti bahwa perusahaan tersebut mengeluarkan uang sebesar 1 juta rupiah di tiap bulannya sebagai biaya operasional perusahaan. Namun jika tidak dihitung maka Anda tidak akan tau berapa besar biaya lagi yang dibutuhkan untuk mengatasi burn rate atas bisnis Anda.

Menghitung Burn Rate

Suatu bisnis yang sedang dirintis dan dijalankan sebaiknya dihitung dengan benar. Laporan keuangan harus dihitung denggan benar agar dapat diketahui apakah bisnis Anda tersebut mengalami kerugian atau tidak. Atau bisa saja perusahaan Anda mengalami burn rate sehingga ke depannya nanti usaha Anda ini haruslah dijalankan dengan strategi yang lebih baik. Jika burn rate yang telah dihitung kemudian diketahui berpeluan lebih besar daripada keuntungan di bulan depan maka Anda harus semakin siaga dna waspada terhadap bisnis Anda.

Kondisi ini yang lebih besar dibandingkan dengan keuntungan di masa mendatang umumnya akan dianggap sebagai kondisi investasi yang tidak ideal bagi seorang investor. Oleh karena itu perhitungan burn rate haruslah dilakukan dengan tepat sebab kondisi burn rate pada bisnis Anda ini akan menyebabkan kerugian jika tidak segera diatasi. Kondisi burn rate bukanlah hal yang sepele dan Anda sudah seharusnya melakukan berbagai upaya agar burn rate bisa diatasi dan tidak sampai terjadi lagi.

Fungsi dari Perhitungan Burn Rate

Potensi ini pada tiap perusahaan sudah tentu perlu untuk dihitung. Sebab perhitungan pada potensi tersebut pada perusahaan ini bisa berfungsi sebagai pengukuran waktu. Perhitungan yang benar akan menunjukkan seberapa lama usaha rintisan Anda tersebut mampu untuk menutupi operasional startup sebelum uang yang dimiliki tersebut habis. Jika telah diketahui berapa jumlah dari terbakarnya rate di suatu periode bulan maka untuk bulan selanjutnya bisa saja perusahaan berusaha untuk mencari investor lagi agar bisa mendapatkan uang untuk melanjutkan usahanya. Dengan begitu maka usaha atau bisnis rintisan yang telah dijalankan ini tidak sampai terhenti dan mengalami kerugian. Bagaimanapun juga suatu bisnis atau usaha tetap harus dijalankan hingga bisnis tersebut dapat meraih target.

Menjaga Burn Rate di Titik Rendah

Sebuah perusahaan termasuk pula perusahaan rintisan sebaiknya selalu menjaga kondisi burn rate agar berada di titik rendah. Jika hal ini selalu berada di titik rendah maka investor akan tetap percaya pada bisnis Anda sehingga tetap melakukan penanaman modal. Maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga agar posisinya selalu berada di titik yang rendah.

Cara yang pertama adalah dengan meningkatkan keuntungan perusahaan. Kebanyakan perusahaan rintisan melakukan promo dan diskon hingga akhirnya terjadilah kondisi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya lain agar perusahaan dapat meningkatkan keuntungan sehingga nilai potensi ini selalu rendah. Misalnya saja dengan pemberian gaji karyawan yang cukup kecil agar biaya operasional perusahaan mampu tercukupi.

Untuk cara yang kedua yaitu dengan mengurangi operasional pada usaha atau bisnis rintisan. Misalnya saja dengan menurunkan gaji karyawan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa menurunkan biaya operasional dapat menekan sehingga nantinya dapat diusahakan untuk selalu berada di titik terendah. Penurunan biaya operasional bagaimanapun juga merupakan suatu langkah yang bisa diambil untuk mengupayakan agar kondisi pada perusahaan selalu rendah. Burn rate yang rendah pada perusahaan akan mendorong para investor lain untuk lebih percaya kepada perusahaan tersebut.

Menghindari Burn Rate

Suatu perusahaan bisa saja mengalami kondisi yang tidak mengenakkan jika memang operasional tidak dijalankan dengan langkah yang tepat. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan upaya agar hal tersebut tidak sampai terjadi sehingga tidak sampai memicu terjadinya kerugian pada perusahaan. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan startup untuk menghindari hal ini adalah dengan menekan biaya operasional. Di samping itu suatu usaha startup juga sebaiknya tidak mencari sumber pendanaan dari investor jika nilainya masih belum optimal. Investor tentu akan khawatir dengan kondisi perusahaan yang bisa dibilang berpeluang kehabisan modal sehingga menjadi gulung tikar. Oleh karena itu perusahaan sebaiknya berupaya agar operasional perusahaan bisa berjalan lancar dan terhindar dari permasalahan yang satu ini.

Potensi terjadinya burn rate memang sering kali tidak bisa dihindari oleh sebuah usaha. Namun, potensi terjadi kerugian keuangan perusahaan bisa dicegah lebih awal. Sehingga nantinya perusahaan tidak mengalami kerugian dan berujung pada resiko yang lebih besar seperti pailit. Salah satunya melalui penggunaan program keuangan perusahaan yang lebih sistematis dan terkontrol. Misalnya melalui penggunaan JojoExpense. Dimana program ini bekerja optimal dalam mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahaan secara otomatis dan terpadu. Dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, memiliki akses tanpa batas pada orang-orang yang berwenang dalam keuangan perusahaan tersebut.

Tentu saja hal ini bisa terjadi berkat berbagai macam fitur menarik yang tersaji dalam JojoExpense. Termasuk adanya fitur-fitur Capture, Expenses, Unlimited Expenses Category, Real-Time Reporting, Custom Format Report, Data Analytics, dan lain sebagainya yang sanggup mendukung supaya keuangan perusahaan lebih baik dan terkontrol.

Oleh sebab itu sebaiknya jangan merasa ragu atau perlu berpikir ulang. Hindari kejahatan pada sistem keuangan perusahaan Anda. Segera putuskan untuk mencoba gratis JojoExpense di perusahaan Anda dan dapatkan kemudahan serta manfaat yang lebih pada sistem keuangan perusahaan nantinya. Lihatlah sendiri bagaimana sistem ini bekerja optimal dalam mendukung keuangan perusahaan yang lebih efektif dan efisien. Masih belum percaya juga? Yuk segera pakai JojoExpense!