Beginilah Cara Hitung Gaji Karyawan dengan Berbagai Macam Jenisnya

Di dunia ini seseorang pasti mempunyai kebutuhan yang wajib dipenuhi atau yang tidak wajib. Untuk melengkapi kebutuhan, seseorang harus membelinya menggunakan uang. Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan uang? Cara untuk mendapatkan uang adalah bekerja, berbisnis, atau apapun yang bisa menghasilkan uang. Tapi ingat, jangan mencopet, mencuri, atau menjual hal-hal yang illegal karena itu bisa merugikan diri sendiri.

Nah, uang yang kita hasilkan lewat bekerja itulah yang dinamakan gaji. Seseorang yang sudah melakukan sesuatu untuk perusahaan akan mendapatkan penghargaan sesuai dengan apa yang ia kerjakan, itulah yang dinamakan sebagai gaji. Maka dari itu banyak orang mengejar pendidikan sampai tingkat paling tinggi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan mendapatkan gaji, maka dari itu ia bisa memenuhi kebutuhan, bahkan keinginannya jika memang gajinya cukup untuk hal itu. Maka dari itu, bagi kamu seorang HR harus bisa menentukan gaji yang tepat untuk karyawan kamu!

Cara Menghitung Gaji Karyawan

Lalu, bagaimana caranya untuk menghitung gaji karyawan? Yang pertama kamu harus mengetahui komponen-komponen di dalam gaji itu ada apa saja. Jadi komponen gaji itu ada tunjangan, potongan, uang lembur, dan gaji pokok. Komponen-komponen ini sendiri mempunyai penjelasannya masing-masing.

Komponen pertama ada tunjangan, tunjangan sendiri merupakan komponen sebagai pelengkap gaji. Antara lain, jenis tunjangan itu ada tunjangan makan, transport, jabatan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai macam lagi. Kamu perlu memberikan tunjangan untuk karyawan yang bekerja di perusahaan kamu sekarang. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan bentuk kepedulian serta agar karyawan lebih semangat lagi dalam bekerja.

Kedua, ada komponen potongan. Komponen ini berhubungan dengan hal-hal pribadi karyawan. Lalu meliputi apa saja potongan ini? Komponen potongan ini meliputi iuran kesehatan, pajak, atau hal lainnya.

Komponen yang ketiga ada uang lembur, uang lebur ini biasanya diberikan setelah karyawan melakukan kerja ekstra untuk perusahaanmu. Biasanya ia bekerja sesuai dengan jam regular, namun pada lembur ia menambah jam kerjanya sampai 1 atau 2 jam. Tetapi, kadang ada juga perusahaan yang tidak memiliki uang lembur untuk karyawan. Hal itu balik lagi dengan kebijakan karyawan masing-masing.

Gaji pokok, komponen yang terakhir namun paling utama. Seperti yang sudah diatur dalam undang-undang no 13 tahun 2003 tentang UMP atau upah minimum provinsi, gaji seorang karyawan harus mempunyai minimum yang sudah diatur, tetapi hal ini akan berbeda-beda dengan provinsi-provinsi lain. Namun, faktor pengalaman dan juga lama kerja menjadi pertimbangan untuk menentukan nominal gaji yang diberikan pada karyawan.

Cara Menghitung Kenaikan Gaji Berkala

Dalam sebuah perusahaan, kenaikan gaji secara berkala itu penting. Hal ini dipengaruhi oleh inflasi yang bertambah setiap tahunnya sampai 3%. Hal ini membuat kebutuhan-kebutuhan seseorang mengalami kenaikan, maka dari itu perusahaan juga harus memperhatikan hal ini.

Untuk perhitungan kenaikan gaji secara berkala tidaklah sulit, karena ada beberapa rumus dan juga pola yang sudah ditentukan. Hal yang harus diperhatikan dalam kenaikan gaji berkala adalah persentasenya untuk tolak ukur bagi perusahaan. Nah, daripada terus berlama-lama, lebih baik kita lihat yuk rumus perhitungannya.

Rumus Kenaikan Gaji

Dasar dari kenaikan gaji adalah Kenaikan Gaji = Gaji awal X persentase kenaikan.

Contoh kasus:

Hani adalah seseorang perawat rumah sakit dengan gaji Rp 5.000.000,00 mengalami kenaikan gaji sebesar 7%, jadi berapa kenaikan gaji Hani

5.000.000 X 7% = 350.000

Maka kenaikan gaji Hani adalah 350.000

Maka gaji Hani yang akan didapat setelah dinaikan Rp 5.350.000,00.

Lalu darimana angka 7% itu dapat? Angka itu didapat dari berbagai macam faktor. Berikut lah faktor yang akan mempengaruhi kenaikan gaji.

Kualitas SDM

Faktor pertama adalah SDM, maka dari itu lihatlah kualifikasi yang dimiliki oleh SDM tersebut, sehingga kamu dapat melihat secara lebih objektif. Nantinya faktor ini akan berkaitan tentang kemampuan perusahaan untuk membayar gaji karyawannya, kualitas SDM berbanding lurus dengan kenaikan upah yang akan ia terima.

Tingkat Resiko dan Tuntutan Pekerjaan

Resiko dan tuntutan tanggung jawab pekerjaan juga perlu diperhatikan, tingkatan resiko kecelakaan dan stress karyawan perlu dihargai dengan sesuai. Besaran tuntutat, resiko, dan tanggung jawab yang di amanahkan ke karyawan harus berbanding lurus dengan kenaikan upah kerja yang ia terima.

Ketetapan pemerintah dan UMR

Ketetapan pemerintah tentang upah kerja yang sesuai dengan UU ketenagakerjaan adalah suatu hal yang tidak bisa perusahaan bantah, mereka harus membayar upah kerja sesuai dengan upah minimum yang berlaku di setiap daerah, termasuk mengikuti perubahan tersebut. Jadi pastikan upah kerja yang diberikan tidak berada dibawah standar yang ditentukan.

Kemampuan perusahaan

Ada sebuah anekdot yang mengatakan “If You Pay with Peanut, You Get Monkey”  jadi sesuaikan segalanya dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan, jangan sampai untuk memenuhi kebutuhan karyawan perusahaan menjadi merugi.

Dan demikian adalah cara menghitung persentase kenaikan gaji untuk periode yang berkala, beserta faktor-faktor apa saja yang perlu kamu perhatikan sebelum menentukan besaran kenaikan, Semoga bisa bermanfaat.

Gaji Karyawan yang Masuk Tengah Bulan

Berbeda dengan perhitungan gaji karyawan masuk awal bulan, beginilah penjelasan dan cara penghitungan gaji karyawan yang masuk pada tengah bulan.

Sebelum kita membahas ini lebih lanjut, kita harus tahu terlebih dahulu alasan merekrut karyawan di tengah bulan. Biasanya perusahaan-perusahaan yang merekrut karyawan di tengah bulan itu karena adanya kebutuhan yang mendesak. Mungkin ada karyawan yang diberhentikan secara tiba-tiba, atau resign secara tiba-tiba, atau  bisa juga ada project yang membutuhkan tenaga sumber daya manusia yang banyak.

Nah, cara menghitung gaji karyawan yang baru masuk di tengah bulan ini bisa dihitung lewat hari kerja atau jam kerja. Lalu bagaimana caranya? Perhatikan artikel berikut ini karena di bawah akan dijelaskan cara menghitungnya.

Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Karena jumlah hari kerjanya tidak penuh, gaji yang dibayar pun tidak bulat. Artinya, perusahaan kamu hanya membayar sesuai jumlah hari kerja karyawan bersangkutan. Karena rasanya tidak adil jika kamu baru masuk kerja di tengah bulan, tetapi kamu mendapatkan gaji full.

Lalu bagaimana menghitungnya? Berikut akan dijelaskan!

Rumusnya adalah (jumlah hari kerja / jumlah hari kerja sebulan) X gaji satu bulan.

Misalnya Eka baru masuk ke perusahaan fintech pada tanggal 20 sebagai content writer dengan gaji Rp 7.500.000,00. Eka bekerja 5 hari dalam seminggu, jadi berapa gaji pertama Eka ketika masuk di tengah bulan?

Dalam 30 hari kerja, setiap minggunya ada 2 hari libur. Berarti 30 hari dikurangi 8 hari, menjadi 22 hari. Berarti ketika eka masuk tanggal 20 pada hari senin, maka Eka masuk kerja di bulan pertamanya selama 9 hari. Jadi (9/22) X Rp 7.500.000,00 = Rp 3.068.181,00.

Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

Perhitungan prorata juga bisa dilakukan menurut jumlah jam kerja karyawan. Dasar perhitungannya adalah upah per jam atau 1/173 kali upah satu bulan. Perhitungan ini sedikit lebih rumit, karena harus menghitung upah per jam, kemudian mengalikannya dengan jumlah jam kerja karyawan.

Misalnya, Mega mulai masuk kerja tanggal 15, dengan hari kerja 6 hari seminggu, dengan gaji per bulan Rp3.000.000. Berapa gaji yang mesti dibayar perusahaan di akhir bulan?

Diketahui upah Mega 1/173 X Rp 3.000.000,00 = Rp 17.341,00. Dari tanggal 15-30 September 2018, ada 13 hari kerja, yaitu 10 hari (jam kerja 7 jam) dan 3 hari (jam kerja 5 jam).

Maka gaji Mega pada bulan September adalah

(10 hari X 7 jam X Rp 17.341,00) + (3 hari X 5 jam X Rp 17.341,00) = Rp 1.473.985,00.

Jadi seperti itulah mekanisme berhitung untuk karyawan-karyawan yang masuk saat tengah bulan. Jadi kamu gabisa nih main asal menentukan, kamu harus bisa menghitungnya terlebih dahulu melalui rumus di atas.

Cara menghitung gaji ini sebenarnya bisa dilakukan dengan cara manual dan juga Microsoft excel. Hal ini balik lagi dengan kebutuhan kantor kamu dan juga ketentuannya. Lalu bagiamana sih menghitung gaji dengan excel? Di bawah ini akan kami jelaskan.

Menghitung Gaji dengan Microsoft Excel

Cara menghitung gaji melalui Microsoft excel bisa dibagi menjadi 4 sheet yang saling terkait satu dengan lainnya. Berikut penjelasan setia sheetnya:

Sheet1 Jabatan dan Gaji

Sheet ini digunakan untuk input jabatan/posisi karyawan diperusahaan, besarnya gaji pokok sesuai jabatan, uang makan perhari dan keterangan. Silahkan sobat isikan sesuai kebutuhannya.

Sheet2 Data karyawan dan Jabatan

Sheet ini digunakan untuk input data karyawan meliputi NIK, Nama Karyawan, Jabatan, Gaji pokok, uang makan harian dan No HP, silahkan tambahkan kolom baru jika ada data lain yang diperlukan.
Untuk kolom gaji pokok dan uang makan harian kita ambil datanya dari sheet1 Jabatan dan Gaji dengan menggunakan rumus Vlookup supaya muncul otomatis ketika Jabatan di input, rumus-rumusnnya sebagai berikut :

=IFERROR(VLOOKUP(D4;’Jabatan dan Gaji’!$B$4:$D$14;2;FALSE);” “)

=IFERROR(VLOOKUP(D4;’Jabatan dan Gaji’!$B$4:$D$14;3;FALSE);” “)

Supaya tidak muncul pesan error rumus digabung dengan rumus IF ERROR sehingga tampil lebih rapih jika datanya kosong

untuk kolom jabatan ditambahkan dropdown dengan menggunakan data validation Excel sehingga bisa pilih saja

Sheet3 Absen Karyawan

Sheet/lembar ini digunakan untuk menginput jika karyawan tidak masuk kerja dengan keterangan : sakit, izin, cuti dan tidak ada keterangan.
Inputkan datanya meliputi : NIK, Tanggal dan Keterangan. Untuk Nama Karyawan akan muncul otomatis menggunakan rumus Vlookup

Rumusnya :

=IFERROR(VLOOKUP(B4;’Data Karyawan dan Jabatan’!$B$4:$F$19;2;FALSE);” “)

Untuk Keterangan bisa menggunakan Data Validation sehingga tinggal pilih saja dari listnya.

Sheet4 Gaji Karyawan

Lembar ini berisi perhitungan/kalkulasi otomatis untuk mengetahui berapa jumlah hari aktif kerja untuk masing-masing karyawan sehingga kita bisa mengetahui berapa uang makan yang didapatnya setelah dikalikan jml hari kerja, selanjutnya nanti ditambah dengan gaji pokoknya dan bonus, kemudian dikurangi kas bon jika ada.

Inputkan tanggal, mulai kerja awal bulan s/d tanggal kerja akhir bulan, jangan sampai salah inputkan tanggalnya semisal bulan februari hanya 28 maka jangan sampai menulisnya sampai tanggal 31 karena hasil data akan error.

  • NIK menggunakan rumus sama dengan (=) tabel Data Karyawan dan Jabatan, rumusnya
    =’Data Karyawan dan Jabatan’!B4
  • Nama karyawan, rumusnya
    =IFERROR(VLOOKUP(B7;’Data Karyawan dan Jabatan’!B4:F19;2;FALSE);” “)
  • Jabatan, rumusnya
    =IFERROR(VLOOKUP(B7;’Data Karyawan dan Jabatan’!B4:F19;3;FALSE);” “)
  • Hari Normal, rumusnya
    Untuk hari normal merupakan jml hari normal kerja menggunakan rumus excel NETWORKDAYS.INTL dengan libur pekanan hari minggu saja dan juga libur nasional jika ada.
    =IF(B7=0;” “;NETWORKDAYS.INTL($C$3;$E$3;11;$I$29:$I$32))
  • Absen
    Selanjutnya menghitung absen jika karyawan tidak hadir yaitu menggunakan rumus Countif dengan acuan data NIK, jadi jika pada lembar absensi tertulis NIK karyawan maka akan terhitung otomatis berapa hari tidak masuk kerja.
    Rumusnya
    =COUNTIF(‘Absen Kerja’!B4:B31;’Laporan Gaji Karyawan’!B7)
  • Total hari kerja hasilnya merupakan Hari Normal kerja dikurangi dengan absen/tidak masuk kerja
    Rumusnya
    =IFERROR(E6-F6;” “)
  • Gaji Pokok dan uang makan harian rumusnya hanya memanggil data saja
    =IFERROR(VLOOKUP(D7;’Jabatan dan Gaji’!$B$4:$D$14;2;FALSE); ” ” )
    =IFERROR(VLOOKUP(D7;’Jabatan dan Gaji’!$B$4:$D$14;3;FALSE); ” ” )
    jml uang makan

=IFERROR(G7*I7;””)

Kemudian inputkan tunjangan/bonus dan kas bon jika ada.

  • Gaji Bersih (Bulan ini ), Rumusnya
    =IFERROR(H7+J7+K7-L7;””)

Seperti itulah cara pekerjaan menghitung gaji melalu Microsoft excel.

Jenis-jenis Gaji dan Cara Menghitungnya

Jadi dalam dunia pekerjaan gaji banyak jenisnya, jenisnya ditentukan dari statusnya. Ada gaji bersih, pokok, dan juga lembur. Lalu apa saja penjelasan dari gaji-gaji tersebut dan bagaimana cara menghitungnya. Berikut akan kami jelaskan untuk kamu!

Gaji Bersih

Perlu diketahui bahwa gaji atau upah pokok seorang karyawan dapat ditingkatkan dengan pembayaran komisi, pembagian laba, atau penyesuaian biaya hidup. Banyak perusahaan membayar bonus tahunan kepada para karyawannya sebagai tambahan terhadap gaji pokok. Jumlah bonus seringkali dihitung berdasarkan beberapa ukuran produkstivitas seperti penjualan dan laba perusahaan.

Pembayaran bisa dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening karyawan. Bisa juga dilakukan dalam bentuk saham, fasilitas rumah, mobil, atau tunjangan lainnya. Secara umum, bentuk pembayaran tidak berpengaruh pada perlakuan terhadap gaji dan upah oleh perusahaan maupun karyawan.

Cara menghitung gaji bersih adalah Gaji kotor dikurangi dengan gaji potongan.

Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja menurut tingkat dan jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasar kesepakatan. Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok minimal 75 persen dari upah pekerja yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Gaji pokok karyawan merupakan bagian dari struktur dan skala upah yang ditetapkan oleh perusahaan secara proporsional sesuai golongan jabatan–dari nominal terkecil untuk pekerja paling rendah hingga nominal terbesar untuk  jabatan tertinggi.

Gaji Lembur

Dalam menghitung gaji lembur sudah ada peraturanmengenai hal ini. Peraturan yang mengatur gaji lembur adalah Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/20014).

Cara menghitung gaji lembur sama halnya dengan hitungan gaji tengah bulan yang memakai hitungan mengacu pada jam kerja.

Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja menurut tingkat dan jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasar kesepakatan. Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok minimal 75 persen dari upah pekerja yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Gaji pokok karyawan merupakan bagian dari struktur dan skala upah yang ditetapkan oleh perusahaan secara proporsional sesuai golongan jabatan–dari nominal terkecil untuk pekerja paling rendah hingga nominal terbesar untuk  jabatan tertinggi.

Jadi seperti itulah sekiranya menghitung gaji-gaji karyawan kamu. Ribet banget gasih? Membuang-buang waktu kamu, padahala pekerjaan kamu bukan hanya mengurusi gaji karyawan, tetapi absensi, reimbursement, dan juga perekrutan karyawan baru.

Maka dari itu kami memberikan kamu solusi mudah dalam hal penggajian, yaitu aplikasi JojoPayroll. Dengan aplikasi JojoPayroll kamu akan lebih mudah bekerja, karena dengan satu genggaman saja kamu sudah bisa memberikan gaji pada karyawan kamu sesuai dengan statusnya. Yuk beralih ke JojoPayroll dan tinggalkan cara lama yang memakan waktu kamu!