7 Cara Mengoptimalkan Karyawan Berbeda Cabang

karyawan berbeda cabang

Karyawan berbeda cabang sering memiliki kinerja yang berbeda. Bagi perusahaan yang memiliki beberapa cabang, ini tentu menjadi satu hal yang harus dipikirkan. Apalagi jika cabang tersebut mengalami kemunduran. Akibatnya justru akan menjadi beban bagi perusahaan dan cabang lain. Untuk itu perlu dilakukan langkah tertentu  agar karyawan di cabang berbeda tersebut optimal.

Perbedaan kinerja karyawan sebenarnya merupakan sesuatu hal yang lumrah ada. Jangan di cabang yang berbeda, di cabang yang sama sekalipun selalu ada perbedaan kinerja itu. Namun, dalam perbedaan kinerja karyawan berbeda cabang, seringkali kurvanya berjalan sangat timpang. Ini menandakan ada yang harus diperbaiki pada cabang tersebut.

Pembahasan artikel ini terutama bertujuan untuk mengoptimalkan karyawan pada semua cabang perusahaan. Paling tidak, ada 7 cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan karyawan berbeda cabang.

survey kepuasan karyawan1.      Mengadaan Survey Kepuasan Karyawan

Orang yang sedang sakit perut, tidak akan memberikan reaksi positif jika diberikan obat sakit kepala. Oleh karena itu, sebelum memberikan obat, dokter yang berwenang perlu menegakkan diagnosa terlebih dahulu. Dengan demikian, obat yang diberikan dapat efektif dan bukan malah membuat pasien tambah sakit.

Begitu juga dengan bisnis, ketika mengalami kendala dalam bisnis, perlu didiagnosa dulu apa penyebabnya. Tatkala itu berhubungan dengan kinerja karyawan, perlu digali apa yangs sebenarnya terjadi. Nah, survey kepuasan karyawan merupakan upaya untuk memahami letak masalah dan menegakkan diagnosa. Dengan demikian, masalah dapat diatasi dengan efektif.

Survey ini memang dapat bersifat insidental, atau diadakan ketika ada masalah saja. Namun, akan lebih baik diselenggarakan secara rutin dan berkala. Gunanya adalah untuk mendeteksi masalah bahkan sebelum masalah itu terjadi. Dengan demikian, konflik dan masalah tersebut dapat diselesaikan sebelum ia lahir.

tips cara menjual2.      Pendidikan dan Pelatihan bagi Karyawan

Seringkali yang menjadi kendala dari merosotnya kinerja karyawan adalah karena tidak menguasai keterampilan yang dibutuhkan. Meski di awal-awal karyawan tersebut dapat mengikuti, seiring perkembangan teknologi yang cepat, bisa saja akhirnya keteteran. Ketika karyawan tersebut tak mampu mengikuti perubahan, ia tentu membutuhkan bantuan.

Bantuan yang perusahaan berikan dapat berupa pendidikan dan pelatihan bagi karyawan tersebut. Tujuannya tentu agar yang bersangkutan tetap dapat bersaing dengan karyawan cabang lainnya. Atau, bahkan bersaing dengan karyawan dari perusahaan kompetitor. Dengan demikian, kinerja karyawan berbeda cabang tersebut tetap optimal.

3.      Mengadakan Outbond Bersama

Selain dari ketidakcakapan karyawan, bisa jadi kendala muncul akibat tidak adanya kerjasama yang baik. Hal ini dapat diperparah jika karyawan tersebut tidak mampu melakukan manajemen konlik dalam bekerja. Oleh karena itu, karyawan tersebut membutuhkan bantuan dan latihan untuk dapat bekerjasama dengan pekerja lain. Salah satu caranya adalah dengan outbond.

Outbond dapat mendorong interaksi karyawan berlangsung secara menyenangkan. Keakraban yang dibangun selama outbond diharapkan mampu dibawa ke dalam dunia kerja. Secara sadar ataupun tidak, keakraban ini dapat terjalin dan terbawa untuk jangka waktu yang lama. Dengan demikian, kerjasama antar karyawan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas keseluruhan.

pekerja kerah putih4.      Mengadakan Studi Banding

Orang biasanya sulit melakukan perubahan ketika berada di kondisi yang sama cukup lama. Sebabnya, karena terlalu merasa nyaman sehingga tidak merasa perlu untuk berubah. Sudut pandangnya pun sangat terbatas sehingga tidak tahu harus berubah seperti apa, bagaimana, dan ke arah mana. Akibatnya, semakin lama akan semakin sulit membawa perubahan pada kelompok tersebut.

Untuk itu, pandangan dan wawasan orang tersebut harus diperluas. Sehingga ia memiliki arah dan tujuan yang akan dicapai. Dengan menambahkan sedikit dorongan dan merencanakan langkah, perubahan menjadi lebih mudah dilakukan.

Salah satu cara untuk melakukan perubahan pada karyawan berbeda cabang adalah dengan mengadakan studi banding. Studi banding ini dapat dilakukan ke perusahaan sama di cabang yang berbeda. Bisa juga ke perusahaan lain dengan background yang serupa. Dari sini akan terbuka insight baru di  benak dan pikiran karyawan tersebut.

Jika biaya studi banding ini dirasa terlalu besar, perusahaan dapat menyiasatinya dengan cukup mid level management-nya saja. Akan lebih baik jika ditambah dengan karyawan yang dapat dianggap berprestasi. Ini selain untuk memotivasi karyawan lain, juga meningkatkan otoritas dari kebijakan perusahaan nantinya.

5.      Mengganti Manajer Cabang

Pasukan-pasukan yang terlihat lemah dapat menjadi hebat di bawah bimbingan jenderal yang hebat. Pasukan-pasukan yang hebat dapat menjadi tidak berguna di bawah jenderal yang payah. Adagium tersebut dapat terjadi juga di dunia bisnis dan pekerjaan. Pimpinan atau atasan sering menjadi bagian paling menentukan dalam peningkatan produktivitas perusahaan.

Jika, segala macam cara sudah dilakukan namun tak membuahkan hasil memuaskan, mungkin perlu untuk mengganti pimpinan cabang. Manajer cabang tersebut dapat dianggap tidak berkompeten atau tidak layak untuk mengomandoi cabang tersebut. Sebabnya bisa internal maupun eksternal.

Apapun sebabnya, untuk melakukan perubahan secara radikal, pemimpinnya harus diganti terlebih dahulu. Penggantinya dapat didatangkan dari cabang yang secara hasil sangat memuaskan. Dari sini, baru dapat dimulai langkah-langkah untuk menghilangkan kendala yang menggerogoti perusahaan secara kronis. Manajer cabang baru dapat menerapkan pengalamannya di cabang lama.

Dengan demikian, akan tercipta suasana dan semangat baru di cabang tersebut. Karyawan berbeda cabang itu mungkin menjadi semakin termotivasi dengan perubahan dan pembaruan ini. Motivasi dan semangat baru sering membawa antusiasme dan peningatan produktivitas. Ini akan menjadi kabar yang menggembirakan perusahaan dari cabang yang awalnya lesu.

reward and recognition program6.      Reward and Recognition Program

Program ini merupakan sesuatu yang sering dan selalu diandalkan perusahaan manapun untuk memotivasi karyawannya. Reward and recognition program merupakan salah satu bentuk motivasi eksternal. Meskipun motivasi internal memang lebih bagus, terkadang dorongan dari luar dapat menjadi satu penggerak tersendiri.

Semangat perubahan yang dibawa oleh manajer baru, dapat lebih dikuatkan lagi dengan reward and recognition program yang kreatif. Dengan cara ini, karyawan berbeda cabang akan semakin yakin bahwa perusahaan sedang gencar-gencarnya mengadakan peningkatan. Dan, ini tentu akan semakin membuka harapan akan adanya jenjang karir yang terbuka bagi mereka.

7.      Memecat Karyawan yang Bermasalah

Setelah semua upaya dilakukan, jika masih bermasalah, karyawan berbeda cabang tersebut sebaiknya di-PHK. Ini akan membuat perusahaan lebih sehat karena berarti yang toksik adalah karyawan tersebut. Jika masih dipelihara, justru akan melemahkan yang lain dan merugikan perusahaan.

Selain itu, ini dapat menjadi pembelajaran bahwa perusahaan benar-benar serius dalam menerapkan standar dan kode etiknya. Karyawan yang tidak dapat mengikuti, sebaiknya angkat kaki dengan terhormat.

Pengelolaan SDM Berbeda Cabang

Mengelola karyawan pada banyak cabang memang sangat menantang. Meski terlihat rumit, namun sebenarnya dapat menjadi mudah dengan bantuan teknologi. Salah satu upaya pengelolaan SDM terbaik adalah dengan menggunaan JojoTimes.

JojoTimes untuk mengelola karyawanAplikasi ini merupakan alat untuk mengelola SDM perusahaan dengan mudah dan bermutu. Dilengkapi fitur biometrik dan geolokasi yang akurat, JojoTimes mempermudah pengelolaan karyawan berbeda cabang. Coba demo gratisnya di sini.