Komplementar vs Subtitusi, Apa Bedanya?

Arti komplementer dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sesuatu yang bersifat mengisi atau melengkapi. Di artikel ini akan dibahas mengenai barang komplementer serta jenis barang lainnya dalam ekonomi.

Selain itu, kita akan bersama-sama melihat contoh dari barang komplementer dan perbedaannya dengan barang subtitusi. Jadi, bagi kalian yang belum mengetahui perbedaan antara barang komplementer dan barang subtitusi, baca terus artikel satu ini sampai selesai ya! yuk, langsung saja kita mulai.

Barang Komplementer dalam Ilmu Ekonomi

Dalam paham dan prinsip ekonomi, pengelompokkan barang dilihat dari banyak faktor. Salah satunya bisa dilihat dari cara penggunaan, seperti barang komplementer dan subtitusi. Bisa juga dilihat dari tingkat kepentingannya, seperti barang primer, sekunder, dan tersier.

Barang komplementer dalam ekonomi adalah jenis barang yang nilainya sangat bergantung dengan jenis barang lainnya. Barang jenis ini, hampir sama sekali tidak memilki nilai ekonominya sendiri. Dalam penjualannya pun barang ini saling mempengaruhi satu sama lain. Apabila produk harga produk A meningkat bisa menyebabkan penurunan penjualan pada produk B.

Perbedaan Barang Subtitusi dan Barang Komplementer

Perbedaan antara barang subtitusi dan barang dari komplementer terletak dari nilai kepuasan konsumen terhadap kedua barang tersebut. Barang subtitusi memiliki nilai yang sama dimata para konsumen.

Sedangkan barang komplementar, memiliki nilai yang berbeda, dan jika nilai kedua barang tersebut dikombinasikan akan memberikan nilai tambah bagi kedua barang tersebut. Agar perbedaan kedua barang ini lebih jelas, perhatikan contoh berikut.

Contoh Barang Komplementer

Contoh yang akan kita bahas pertama adalah barang komplementer, yakni:

  • Kopi dan Krim
  • Mobil atau Motor dan Bensin
  • HP merk Iphone dan IOS Apps
  • Smartphone dan penyedia jaringan

Penting untuk kamu ketahui, bahwa efek antara barang komplementar satu dan yang lain tidak selalu seimbang. Bahkan sering kali hanya berfek pada satu sisi atau satu barang tertentu. Sebagai contoh, jika harga krim menjadi lebih murah, tidak berarti penjualan volume kopi akan meningkat dengan murahnya krim sebagai barang komplementarnya.

Akan berbeda jika harga kopi menjadi mahal yang menyebabkan nilai volume penjualannya menurun. Hampir dipastikan, volume penjualan kirm sebagai barang komplementarnya akan mengalami penurunan.

Komplementer Sempurna (Perfect Complement)

Komplementer sempurna adalah barang yang harus digunakan dengan barang komplementernya. Artinya adalah penggunaan antara barang A dan B harus memiliki rasio 1:1. Sebagai contoh dalam industri video game, ada beberapa game yang hanya dapat dimainkan pada satu jenis konsol video game saja.

Contoh Barang Subtitusi

Setelah penjabaran contoh tentang barang komplementer, sekarang kita akan membahas contoh barang subtitusi. Berikut contohnya.

  • Teh dan Kopi
  • Butter dan Margarin
  • Jeruk dan Apel
  • Mengendarai Motor dan Mengendarai Mobil
  • E-book dan buku biasa

Efek dari barang subtitusi dalam penjualan adalah jika harga produk A mengalami peningkatan, maka volume permintaan produk B akan meningkat sebagai barang subtitusi dari produk A.

Hal ini disebabkan karena peningkataan harga terhadap prduknya mengakibatkan para konsumen beralih ke Produk B. Hal tersebut dianggap sebagai barang subtitusi yang memiliki nilai pemenuhan kebutuhan yang sama dengan produk A.

Subtitusi Sempurna dan Subtitusi Kurang Sempurna

Jenis barang subtitusi tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung. Maksudnya, tidak semua barang pengganti memiliki nilai yang sama dengan barang yang digantikan. Subtitusi sempurna biasanya kamu dapat temukan dengan jenis barang yang sama tetapi dengan produsen yang berbeda.

Sebagai contoh bubble tea dari dua jenis vendor yang berbeda merupakan barang subtitusi sempurna. Lain halnya dengan mengendarai sepeda motor ataupun mobil. Meski keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu mengantarkan seseorang dari posisi A ke posisi B, tetapi ada perbedaan baik dari segi kenyamanan ataupun kecepatan tiba ditujuan.

Dalam kasus barang Subtitusi kurang sempurna, meskipun nilai dan penggunaan barangya dapat tergantikan. Tetapi kamu dapat melihat perbedaan yang ada dengan kasat mata pada penggunaan barang subtitusi tersebut.

Cross Elasticity Demand

Setelah mengenal perbedaan antara barang komplementer dan barang subtitusi, kita akan sama-sama mempelajari apa itu Cross Elasticity Demand.

Cross elasticity demand adalah konsep perhitungan dalam ekonomi yang menghitung respon masyarakat atau konsumen terhadap volume permintaan terhadapa suatu barang, apabila terjadi perubahan harga terhadap barang lainnya. Barang lainnya disini bisa barang komplementer ataupun barang subtitusi.

Nilai cross elasticity demand yang positif berarti jika harga suatu barang mengalami kenaikan makan permintaan terhadap jenis barang lain juga akan meningkat. Hal ini selaras dengan konsep barang subtitusi dalam Ilmu Ekonomi.

Sebaliknya, jika nilai yang dihasilkan dari perhitungan memiliki hasil negatif, berarti peningkatan harga yang terjadi terhadap suatu barang akan menyebabkan terjadinya penurunan volume permintaan terhadap barang lainnya. Hal ini selaras dengan konsep barang komplementer.

Semakin rendah hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode cross elasticity demand, maka semakin kecil hubungan dan efek yang ditimbulkan antara barang satu dengan barang lainnya. Metode ini diterapkan apabila jenis barang memiliki efek atau pengaruh terhadap jenis barang lainnya.

Rumus Cross Elasticity Demand

Setelah kalian mengetahui tujuan dan fungsi dari metode Cross Elasticity Demand, sekarang kita akan membahas seperti apa sih rumusnya.

Cross Elasticity Demand:

demand-elastisitas

Contoh Cross Elasticity Demand

Sekarang kita akan mencoba bersama-sama menghitung dengan rumus yang sudah dijabarkan.

Contoh Cross Elasticity Demand pada Barang Komplmenter

Pemerintah indonesia melakukan sebuah analisa terhadap presentase penjualan mobil dan pengaruhnya terhadap penjualan bensin di periode 2015-16. Setelah dilakukan analisa, ditemukan bahwa jumlah penjualan mobil di tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan penjualan ditahun 2015 sebesar 10%.

Dan pada periode yang sama data menujukan terjadi perubahan harga bensi sebesar 50%. Maka perhitungannya sebagai berikut.

Cross Elasticity Demand = (-10%) : 50% = -0,2

Hasil dari perhitungan diatas menghasilkan angka negatif, yang artinya mobil dan bensin adalah barang komplementer. Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya yang menyatakan, jika nilai yang dihasilkan dari perhitungan memiliki hasil negatif, berarti peningkatan harga yang terjadi terhadap suatu barang akan menyebabkan terjadinya penurunan volume permintaan terhadap barang lainnya. Hal ini selaras dengan konsep barang komplementer.

Contoh Cross Elasticity Demand pada Barang Subtitusi

Nah, setelah kamu mengetahui cara perhitungan barang komplementer dengan metode ini. Sekarang kita akan mencari contoh perhitungan barang subtitusinya. Contohnya adalah sebagai berikut:

Di tahun 2017 permintaan margarin mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan pada periode yang sama terjadi perubahan harga pada produk butter sebesar 50%.

Cross Elasticity Demand = 30% : 50% = 0,6

Hasil dari perhitungan di atas menunjukan nilai positif yang artinya barang tersebut adalah barang subtitusi. Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya yang menyebutkan bahwa nilai cross elasticity demand yang positif berarti jika harga suatu barang mengalami kenaikan makan permintaan terhadap jenis barang lain juga akan meningkat hal ini selaras dengan konsep barang subtitusi dalam Ilmu Ekonomi.

Pada contoh di atas juga menunjukan bahwa penggunaan margarin sebagai pengganti butter tergolong kedalam subtitusi kurang sempurana karena tidak menunjukan nilai sama dengan satu (1). Artinya, pada saat menggunakan, konsumen dapat merasakan adanya perbedaan dengan penggantian kedua produk diatas. Dalam hal ini bisa adanya perbedaan tekstur atau pun rasa.

Bagaimana pendapat kalian setelah membaca artikel tentang perbedaan antara barang komplimenter dan subtitusi di atas? Semoga pembahasan di artikel ini menjadi bermanfaat untuk kalian semua, ya!

Pengelolaan pengeluaran terhadap keuagan perusahaan harus lah dilakukan dengan cermat. Tapi karena jumlah data yang perlu kamu kelola itu sangat banyak. bukan tidak mungkin kesalahan dapat terjadi. JojoExpense adalah aplikasi dari Jojonomic yang dapat mempermudah kamu dalam mengelola keungan perusahaan. Sistemnya yang canggih dapat mencegah kemungkinan terjadinya penipuan, proses dan sistem otomatisnya dapat meningkatkan produktivitas kamu hingga 76%. Ditambah fitur yang menyediakan data relevan tentang keuangan perusahaanmu untuk pemahaman analisa yang lebih mendalam. Ayo buruan kamu coba!