Konversi Menit Penggajian Dapatkan Payroll Yang  Lebih baik 

konversi menit penggajian

Payroll sangat tergantung dengan upah minimun yang telah ditentukan disetiap daerahnya. apalagi konversi menit penggajian akan sangat berperan untuk menghasilkan perhitungan payroll perjamnya dengan baik. Tentu saja perhitungan secara konvensional akan menjadi beban pekerjaan tersendiri bagi HR. 

Diluar negeri memang perhitungan upah berdasarkan menit mereka berkerja. Itu karena skill yang dimiliki oleh setiap karyawan disana sudah sangat tinggi. Memperhitungkan konversi menit penggajian di Indonesia akan sangat kecil. Contohnya saja jika upah minimunnya 3 juta rupiah. 

Maka hitungan penggajian permenitnya adalah seperti berikut. Jika waktu efektif yang diberlakukan oleh perusahaan adalah 8 jam kerja. Maka dalam satu pekan pegawai berkerja selama 2400 menit. Sedangkan dalam satu  bulannya pekerja menghabiskan waktu 9600 menit jika sabtu dan minggu libur. Secara garis besar maka pegawai mendapatkan upah 300 rupiah permenitnya. 

konversi menit penggajianPerhitungan Konversi Menit Penggajian 

Kalkulasi ini untuk sebagian HR sudah sangat baku  dan perhitungan diatas masih sangat kasar belum ditambah dengan lembur. Serta berbagai potongan seperti pajak dan juga koperasi jika perusahaan menyelenggarakannya. Pemilik perusahaan melakukan payroll berdasarkan kepada peraturan. 

Peraturan pemerintah yang berlaku dalam hal pengupahan adalah PP Nomor 78 tahun 2015. Didalam peraturan itu sudah diatur cara terbaik untuk konversi menit penggajian. Agar setiap pekerja ataupun buruh didalam perusahaan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.  

Tentu saja dengan terbitnya peraturan ini pengusaha tidak bisa semena-mena menentukan besaran upah yang akan diterima oleh pekerjanya. Setiap pemberian upah harus berdasarkan dengan gaji minimun yang telah disepakati oleh pemerintah daerah. 

Memang masih ada saja beberapa perusahaan yang menerapkan upah dibawah standar minimun. Biasanya perusahaan seperti ini belum masih dalam tahap berkembang dan belum terlalu lama terjun didalam perniagaan yang ada di Indonesia. 

Selain harus tepat waktu payroll juga diharapkan selalu dibayarkan dengan pas. Sesuai dengan apa yang telah disepakati didalam kontrak kerja. Jika terjadi perbedaan saat pembayaran upah didalam payroll dengan saat kontrak kerja tentu saja ini akan menjadi pertanyaan besar bagi karyawan. 

Tidak menutup kemungkinan jika terus terjadi hal seperti ini para karyawan akan melakukan mogok kerja. Karena konversi menit penggajian mereka yang telah disepakati tidak dibayarkan dengan benar. Pihak perusahaan harus secepatnya menyelsaikan masalah seputar pembayaran payroll seperti ini. Karena ini menyangkut harkat dan martabat  perusahaan. 

Kredibilitas perusahaan akan dipertaruhkan jika sampai karyawannya sendiri menjelek-jelekan. Untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi perhitungan konversi menit penggajian yang dilakukan oleh HR harus sangat tepat. 

Banyak perusahaan besar yang bangkrut dikarenakan kegagalannya untuk memberikan hak pada pegawai. Dalam hal ini adalah pembayaran payroll yang terus-terusan tertunggak dan tidak pas. Indikasi ini bisa terjadi karena berbagai penyimpangan seperti korupsi ataupun kesalahan perhitungan.
konversi menit penggajian

Kesalahan Dalam Konversi Menit Penggajian 

Dalam peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2015. Disana dijelaskan bahwa upah yang layak adalah dimana gaji dapat memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup para pegawai. Upah sebagai penunjang hidup juga bergantung pada setiap harga bahan pokok. 

Perusahaan bisa maju karena telah memenuhi hak karyawnnya yaitu upah. Sedangkan dalam prosesnya seringkali terjadi berbagai kesalahan. Ini bisa diwajarkan ataupun tidak. Karena pertama pengerjaannya masih dilakukan oleh perhitungan konvensional dan kedua pihak yang mengerjakan bisa saja melakukan kesalahan dalam perhitungannya. 

Pencatat Yang Menjadi Alasan Kesalahan  

Ketika hendak melakukan konversi menit penggajian seringkali pihak manajemen melupakan beberapa dokumentasi terkait payroll. Sehingga ada beberapa format yang tidak dimasukkan kedalam besaran upah. Hal seperti ini masih bisa ditoleransi karena kesalahan murni karena keteledoran manajemen. 

Berkas-berkas terkait penggajian ini seharusnya bisa disimpan secara baik oleh perusahaan setidaknya dalam jangka waktu tiga tahun dan minimalnya adalah 2 tahun. Berkas ini menjadi bukti kongkrit dan catatan penjelas jika terjadi kesalahan. 

Maka dalam pendokumentasian pihak HR harus lebih berhati-hati. Jangan sampai melewatkan detail sekecil mungkin. Apalagi ini berhubungan dengan pembayaran upah karyawan diperusahaan tersebut. Jika pendokumentasian berkas perusahaan baik maka konversi menit penggajian akan mudah dilakukan oleh pihak HR. 

Pajak Adalah Prioritas Utama 

Mungkin pengusaha pernah berpikir untuk memakai uang pajak karyawan untuk dibayarkan bagi kepentingan perusahaan. Tentu saja dalam rasionalitas ini tidak akan berdampak besar. Tapi dalam peraturan yang diberlakukan oleh direktorat jendral pajak ini akan sangat berbahaya. 

Karena pajak yang telat dibayarkan oleh perusahaan karena digunakan untuk kepentingan bisnis. Justru akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. Dengan kacaunya sistem payroll maka konversi menit penggajian akan sangat sulit dilakukan. Karena perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menutup denda dari tindakan cerobohnya memakai uang pajak. 

Pengelompokan Yang Salah Kaprah 

Sering kali bisnis seperti retail memberlakukan loyalitas tanpa batas yang berujung kepada rancunya payroll. Jika perusahaan sudah terbiasa untuk tidak membayarkan loyalitas sebagai lembur. Maka ketika karyawan disuruh untuk melakukan lembur ini akan sulit dalam perhitungan konversi menit penggajian. 

Untuk itu pihak perusahaan harus bijak ketika memberlakukan waktu lembur yang diklasifikasikan sebagai loyalitas. Tentu saja maksud seorang pegawai berkerja adalah untuk mendapatkan upah. Ia tidak akan keberatan untuk menambah jam kerjanya asalkan mendapatkan uang tambahan. 

Sebaliknya jika perusahaan tidak memberikan haknya ini akan sangat sulit. Demi kemudahan konversi menit penggajian saat pembayaran payroll. Perusahaan harus membayarkan lembur karena loyalitas dengan baik agar sistem yang lebih sehat bisa dibangun. 

Software Yang Terintegrasi Kecerdasan Buatan Untuk Payroll 

Memaksimalkan pembayaran payroll akan sangat berdampak kepada keberhasilan sebuah perusahaan. Untuk itu pengusaha harus bisa memanfaatkan berbagai peralatan canggih yang lahir dari kemajuan teknologi dizaman ini. 

Salah satu alat untuk membantu konversi menit penggajian adalah JojoPayroll. Perangkat lunak besutan Jojonomic ini sudah digunakan oleh banyak perusahaan. Serta terbukti ampuh untuk membantu pekerjaan HR dalam urusan payroll. 

Jojo Payroll agar manfaat tunjangan harian cepat dibayarkanPerhitungan otomatis mungkin akan sangat diharapkan oleh departmen HR. Hal ini bisa diwujudkan ketika perusahaan anda menggunakan JojoPayroll sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk membantu. Perhitungan rumit dengan berbagai komponen bisa dengan mudah diselsaikan oleh perangkat lunak ini. 

Slip gaji yang memakan budget dan memusingkan bisa ditiadakan semenjak penggunaan JojoPayroll. Karena metode dari perangkat lunak ini adalah memberikan slip gaji elektronik kepada karyawan. Ini lebih efisien dan hemat biaya bagi perusahaan. 

Konversi menit penggajian akan lebih mudah dilakukan dengan JojoPayroll. Anda tidak perlu lagi melakukan transfer manual yang melelahkan dan membuang waktu. Dengan software JojoPayroll hal ini bisa dilakukan langsung didalamnya dengan terintegrasi ke 150 akun bank yang ada di Indonesia. 

Nikmati segala kemudahan yang telah ditawarkan oleh perangkat lunak JojoPayroll dengan mencoba demo dari software ini sekarang juga melalui Jojonomic.