Mencegah Praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam Bisnismu

Kalian pasti sering mendengar kata-kata korupsi kolusi dan nepotisme dengan singkatan KKN. Kejadian-kejadain seperti juga pasti sering kalian lihat di berita sehari-hari. Biasanya yang melakukan kejahatan ini adalah seorang pejabat, pegawai sipil negara, atau lembaga kenegaraan lainnya. Tapi jangan salah, praktek kejahatan ini bisa dilakukan di sebuah perusahaan juga lho.

Kenapa KKN bisa dibilang sebagai kejahatan? Karena praktek ini dapat merugikan banyak orang dan mempunyai dampak yang besar bagi negara maupun perusahaan. Bahkan orang yang melakukan KKN bisa dipenjara seumur hidup.

Lalu apa aja sih penjelasan dari korupsi, kolusi, dan juga nepotisme? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut definisi dari KKN ini kamu bisa lanjutkan membaca artikel ini. Jadi scroll ke bawah ya!

Korupsi

Kita mulai dari korupsi, jadi dalam definisinya korupsi adalah suatu tindakan penyalahgunaan jabatan atau wewenang yang dilakukan oleh seorang demi mendapatkan keuntungan pribadi. Jadi korupsi ini adalah perilaku yang tidak mempunyai kejujuran, bisa dibilang perilaku yang tidak pantas untuk dilakukan. Ketika kamu melakukan tindakan ini maka kamu akan kehilangan kepercayaan dari orang sekitar kamu.

Korupsi sendiri diambil dari Bahasa Latin, yaitu corruptio yang artinya sesuatu yang rusak, busuk, menggoyahkan, memutar balik, menyogok. Jadi orang yang melakukan ini telah menyalahgunakan jabatannya untuk hal-hal yang dapat merugikan. Mereka yang melakukan korupsi juga bisa dibilang sebagai koruptor.

Namun, bagaimana jika kita mendapatkan teman kita yang terlibat dalam tindakan korupsi? Jika ia bekerja di perusahaan swasta kamu dapat melaporkan ke atasanmu agar ia segera diberhentikan, tapi jika ia seorang pejabat atau pegawai negeri sipil kamu dapat melaporkannya secara hukum. Hukum-hukum yang dapat menjerat koruptor adalah sebagai  berikut:

https://aclc.kpk.go.id/materi/berpikir-kritis-terhadap-korupsi/infografis/dasar-hukum-pemberantasan-korupsi

Faktor Korupsi

Nah, sekarang apa sih yang membuat kita atau orang lain itu terjerumus dalam korupsi. Jadi ada dua faktor nih kenapa bisa terjerumus dalam korupsi. Kedua faktor ini juga dipecah lagi sebagai berikut:

Faktor Internal

Faktor internal penyebab korupsi berasal dari dalam diri sendiri, yaitu sifat dan karakter seseorang yang mempengaruhi segala tindakannya. Beberapa yang termasuk di dalam faktor internal ini diantaranya:

  • Sifat tamak, sifat dalam diri manusia yang menginginkan sesuatu melebihi kebutuhannya dan selalu merasa kurang.
  • Gaya hidup konsumtif, perilaku manusia yang selalu ingin memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu penting sehingga tidak bisa menyeimbangkan pendapatan dengan pengeluarannya, misalnya hedonisme. Apa itu hedonisme? Jadi, hedonisme adalah pandangan hidup atau ideologi yang diwujudkan dalam bentuk gaya hidup dimana kenikmatan atau kebahagiaan pribadi menjadi tujuan utama dalam menjalani hidup seseorang.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal penyebab korupsi berasal dari lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan seseorang sehingga melakukan korupsi. Beberapa yang termasuk dalam faktor eksternal tersebut diantaranya:

Faktor Ekonomi

Adanya kebutuhan akan ekonomi yang lebih baik seringkali mempengaruhi seseorang dalam bertindak. Misalnya gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja, mendorong seseorang melakukan korupsi.

Faktor Politik

Dunia politik sangat erat hubungannya dengan persaingan dalam mendapatkan kekuasaan. Berbagai upaya dilakukan untuk menduduki suatu posisi sehingga timbul niat untuk melakukan tindakan koruptif.

Faktor Organisasi

Dalam organisasi yang terdiri dari pengurus dan anggota, tindakan korupsi dapat terjadi karena perilaku tidak jujur, tidak disiplin, tidak ada kesadaran diri, aturan yang tidak jelas, struktur organisasi tidak jelas, dan pemimpin yang tidak tegas.

Faktor Hukum

Seringkali tindakan hukum terlihat tumpul ke atas tajam ke bawah. Artinya, para pejabat dan orang dekatnya cenderung diperlakukan istimewa di mata hukum, sedangkan masyarakat kecil diperlakukan tegas. Hal ini terjadi karena adanya praktik suap dan korupsi di lembaga hukum.

Jenis Korupsi

Kamu juga harus mengetahui jenis-jenis dari korupsi apa aja! Pasti secara tidak langsung kamu mungkin pernah menemukan fenomena ini disekitarmu. Mengacu pada pengertian korupsi, adapun beberapa jenis dan bentuk korupsi adalah sebagai berikut:

Penyuapan

Penyuapan adalah suatu tindakan memberikan uang/ imbalan kepada pihak lain yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Bentuk penyuapan tersebut misalnya, memberikan atau menjanjikan sesuatu (uang atau lainnya) kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara.

Atau bisa juga kamu memberi suapan kepada rekan bisnis kamu agar perusahaan kamu yang mendapatkan proyek itu.

Penggelapan

Penggelapan adalah suatu tindakan kecurangan dalam bentuk penggelapan sumber daya orang lain atau organisasi untuk kepentingan pribadi. Bentuk penggelapan tersebut misalnya, membuat faktur tagihan fiktif, menggunakan kas kecil untuk kepentingan pribadi, penggelembungan biaya perjalanan dinas. Biasanya hal ini dilakukan saat kamu membuat sebuah proposal, kamu meminta biaya lebih dari biaya aslinya.

Kecurangan

Kecurangan adalah suatu tindakan kejahatan ekonomi yang disengaja di mana seseorang melakukan penipuan, kecurangan, dan kebohongan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Bentuk fraud tersebut misalnya, penggelapan uang kas dengan cara mengundur-undur waktu pencatatan penerimaan kas, memanipulasi atau mendistorsi informasi/ fakta untuk kepentingan tertentu. Biasanya hal ini dilakukan oleh seorang akuntan, jadi pastikan akuntan kamu memiliki kode etik akuntan agar tidak terjadi kecurangan.

Pemerasan

Pemerasan adalah suatu tindakan koruptif dimana seseorang atau kelompok melakukan ancaman secara lalim kepada pihak lain untuk memperoleh uang, barang dan jasa, atau perilaku yang diinginkan dari pihak yang diancam. Bentuk pemerasan tersebut misalnya, ancaman perusakan properti bila tidak memberikan uang keamanan, pemerasan dengan cara ancaman merusak reputasi seseorang.

Favoritisme

Favoritisme atau tindakan pilih kasih adalah suatu mekanisme koruptif di mana seseorang atau kelompok menyalahgunakan kekuasaannya yang berimplikasi pada tindakan privatisasi sumber daya.

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian korupsi, faktor penyebab, serta beberapa jenis dan bentuk korupsi yang sering terjadi. Nah sekarang kita lanjut ke praktek kejahatan selanjutnya, yaitu kolusi.

Kolusi

Umumnya, definisi dari kolusi adalah suatu bentuk tindakan persekongkolan atau permufakatan secara rahasia yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, di mana tujuannya adalah untuk melakukan perbuatan tidak baik demi mendapatkan keuntungan. Dilihat dari definisinya, perilaku ini hampir sama dengan korupsi ya yang dimana bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Kolusi juga merupakan tindak laku kerjasama yang bisa dibilang ilegal, karena memiliki tujuan untuk menipu seseorang. Pada umumnya tindakan kolusi disertai dengan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah atau pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kolusi adalah sikap dan tindakan tidak jujur dan melanggar hukum dengan membuat kesepakatan rahasia disertai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin untuk kepentingan seseorang atau kelompok.

Ciri-ciri Kolusi

Sikap dan perbuatan kolusi dapat dikenali dengan memperhatikan beberapa karakteristiknya. Mengacu pada pengertian kolusi, adapun ciri-ciri kolusi adalah sebagai berikut:

  • Adanya kerja sama rahasia atau pemufakatan ilegal antara dua orang atau lebih yang tujuannya melawan hukum yang berlaku.
  • Pemufakatan atau kerja sama ilegal dilakukan oleh penyelenggara negara atau pihak-pihak yang memiliki posisi penting.
  • Terjadi pemberian uang pelicin atau fasilitas (gratifikasi) tertentu kepada pejabat pemerintah agar kepentingan pihak-pihak tertentu tercapai.

Penyebab Kolusi

Perilaku ini bisa terjadi dalam lapisan masyarakat manapun. Mulai dari masyarakat umum maupun masyarakat pemerintahan, namun apa saja sih penyebab dari kolusi? Nah, berikut akan kami jelaskan penyebab dari kolusi.

Kolusi dalam Pemerintahan

Disebabkan oleh adanya monopoli kekuasaan dengan wewenang pejabat yang absolut tanpa mekanisme pertanggungjawaban, pejabat pemerintah yang memiliki budaya korupsi, sistem kontrol yang tidak berfungsi, hubungan pemimpin dan bawahan tidak berdasarkan asas persamaan.

Kolusi dalam Pendidikan

Disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya, sistem pendidikan yang kurang baik, tradisi memberi uang kepada tenaga pendidik, kurikulum tidak kontekstual, pemberian gaji/ apresiasi kepada tenaga pendidik masih rendah.

Kolusi di Masyarakat

Sebagian besar disebabkan oleh berbagai hal seperti, masalah ekonomi, latar belakang pendidikan seseorang, budaya atau kultur kerja dan lingkungan tempat tinggal seseorang.

Dampak Kolusi

Kolusi yang terjadi secara terus menerus akan menimbulkan dampak buruk bagi banyak pihak. Adapun beberapa dampak perilaku kolusi adalah sebagai berikut:

  • Terjadi kesenjangan sosial di masyarakat dan ketidakadilan di berbagai bidang kehidupan.
  • Proses pertumbuhan ekonomi dan investasi menjadi terhambat sehingga pengentasan kemiskinan menjadi terhambat.
  • Terjadi pemborosan terhadap sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya ekonomi.
  • Proses demokrasi menjadi terganggu karena adanya pelanggaran hak-hak warga negara.
  • Timbulnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat negara.
  • Terjadi ketidakselarasan antara fungsi, tujuan, dan mekanisme proses (sesuai prosedur dan hukum) dengan praktiknya.

Nah, begitulah kira-kira kolusi terjadi, sama-sama jahat bukan? Sekarang terakhir adalah nepotisme. Salah satu singkatan dari KKN ini juga sama bahayanya lho. Kenapa sih bahaya? Mari kita bahas lebih lanjut serba-serbi dari nepotisme.

Nepotisme

Nah, terakhir adalah nepotisme. Pengertian nepotisme secara umum adalah suatu tindakan seseorang yang memanfaatkan jabatan atau posisi untuk mengutamakan kepentingan keluarga atau kerabat di atas kepentingan umum dengan memilih orang bukan atas dasar kemampuannya tetapi atas dasar hubungan keluarga atau kedekatan.

Biasanya hal ini dilakukan di sebuah perusahaan atau kelembagaan negara dengan mengangkat kerabatnya ke jabatan yang lebih tinggi. Mungkin mereka mempunyai hubungan darah atau pernah satu almamater. Atau bisa juga untuk membalas budi kejadian masalalu.

Secara etimologis, istilah nepotisme berasal dari bahasa Latin, yaitu nepos yang artinya keponakan atau cucu. Sehingga kata nepotisme dapat didefinisikan sebagai tindakan pemilihan orang bukan berdasarkan kemampuannya, tetapi atas dasar hubungan kekeluargaan atau kedekatan semata.

Ciri-Ciri Nepotisme

Praktik nepotisme dapat dikenali dengan memperhatikan beberapa ciri-cirinya. Sesuai dengan arti nepotisme, adapun ciri-ciri nepotisme adalah sebagai berikut:

  • Pelaksanaan suatu jabatan/ posisi biasanya dilakukan secara otoriter.
  • Penempatan atau pemberian posisi tertentu tidak berdasarkan kemampuan/ keahlian, tetapi karena ada hubungan keluarga atau kedekatan.
  • Kurang atau tidak ada kejujuran seseorang dalam menjalankan amanat yang diberikan kepadanya. Misalnya menutup kesempatan bagi seseorang yang memiliki hak dan kemampuan.
  • Adanya kesenjangan dan ketidakadilan dalam pelaksanaan pekerjaan maupun pemberian fasilitas. Misalnya, orang-orang tertentu memiliki gaji lebih tinggi meskipun pekerjaannya lebih mudah dan sedikit.

Jenis-jenis Nepotisme

Nah, berikut jenit-jenis nepotisme yang biasanya dipraktekan dalam sebuah perusahaan atau institusi negara:

Ikatan Keluarga

Nepotisme ikatan kekeluargaan merupakan bentuk nepotisme yang paling sederhana dan mudah dikenali. Misalnya, posisi tertentu di jajaran pegawai negeri banyak yang berasal dari keluarga yang sama. Hal ini bisa diketahui dari kemiripan wajah dan nama belakang yang sama.

College Tribalism

College Tribalism merupakan bentuk nepotisme berdasarkan asal perguruan tinggi atau jurusan yang sama. Misalnya, suatu perusahaan yang pimpinannya berasal dari Universitas tertentu merekrut tenaga kerja untuk posisi penting hanya dari Universitas yang sama.

Organizational Tribalism

Organizational Tribalism adalah bentuk nepotisme berdasarkan organisasi tertentu, seperti organisasi profesi, partai politik, dan lainnya. Misalnya, penempatan orang-orang dari partai yang sama untuk mengisi posisi penting di pemerintahan.

Institutional Tribalism

Nepotisme terakhir adalah organizational tribalism, yang artinya adalah bentuk nepotisme dimana para pelaku berasal dari instansi yang sama di luar instansinya saat ini. Misalnya, seorang pemimpin perusahaan pindah kerja yang kemudian membawa pegawai lainnya secara bergerombol ke tempat kerja yang baru.

Nah sekarang kamu sudah tahu kan pengertian dari korupsi, kolusi, dan nepotime atau yang biasanya disingkat sebagai KKN. Sebaiknya jika kamu sebagai pekerja, kamu harus menghindari perilaku ini.

Kamu bekerja sesuai dengan kebutuhan kamu, jangan berlebihan. Jika kamu merasakan kekurangan dalam gaji, maka kamu bisa melakukan negosiasi dengan atasan kamu untuk menaiki gaji kamu sesuai dengan nilai kemampuan yang kamu punya.

JojoExpenseJika kamu sebagai pebisnis, kamu harus memperhatikan juga kebutuhan-kebutuhan dari karyawan kamu agar mereka tidak melakukan KKN ini. Mungkin kamu bisa memakai aplikasi dari Jojonomic yaitu JojoExpense. Disitu kamu dapat mengelola keuangan kamu secara transparan saat kapanpun dan dimanapun.

Aplikasi ini juga mempunyai fitur untuk melakukan reimburse perjalanan bisnis kamu melalui foto struk biaya transportasi yang kamu pakai. Dengan begitu, tidak ada kecurangan untuk melebih-lebihkan biaya transportasi.