Komponen yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Laporan Keuangan

Dalam dunia bisnis, proses analisa laporan keuangan, khususnya pada perusahaan jasa, bagian revenue atau keuntungan selalu menjadi fokus utama para pelaku usahanya. Namun, sebelum membicarakan masalah laba, seorang pelaku usaha harus terlebih dahulu membuat laporan keuangan. Karena, di dalam laporan keuangan akan tercatat seluruh aktivitas bisnis, yang bersumber dari beberapa akun, dan bukan hanya pemasukkan atau pengeluaran saja. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang laporan keuangan di dalam perusahaan jasa. Namun sebelum itu, kita terlebih dahulu harus paham apa yang dimaksud dengan perusahaan jasa. Serta bagaimana contoh laporan keuangan yang baik untuk perusahaan jasa. Tanpa berlama-lama lagi, langsung aja yuk, kita bahas satu persatu!

information-system

Pengertian Perusahaan Jasa

Sebelum membahas tentang laporan keuangannya, terlebih dahulu, kita harus tau, apa sih perusahaan jasa itu? Perusahaan Jasa merupakan sebuah jenis bisnis yang menawarkan jasa terhadap orang lain. Jasa yang ditawarkan tidak hanya berupa tenaga, namun bisa juga dilihat dari sisi lainnya. Untuk mempermudahmu membedakannya, bisa terlihat dari contoh perusahaan jasa, seperti: konsultan, barbershop, bisnis travel, bisnis laundry, dan lain sebagainya.

Di dalam proses kerjanya, sebagian besar perusahaan jasa tidak membutuhkan modal ataupun bahan baku. Sebab, apa yang mereka jual berdasarkan pengalaman dan juga ketelitian mereka dalam
sebuah proyek. Sebagai contoh, orang yang bekerja sebagai konsultan keuangan. Dengan hanya bermodalkan riset, serta melihat tingkah laku klien dari laporan keuangannya, ia bisa langsung menyimpulkan “aktivitas” apa yang tidak perlu dilakukan lagi.

Tanpa menggunakan modal bukan berarti menjalani usaha di bidang jasa ini mudah dan menguntungkan. Sebab, saat ini, sangat sulit juga mencari klien yang mempercayai sebuah usaha baru. Oleh karena itu, testimoni merupakan ‘kekuatan utama’ dari strategi marketing sebuah perusahaan jasa.

gambar-laporan

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa dibuat untuk mengetahui posisi keuangan dalam sebuah periode bisnis. Biasanya, Laporan Keuangan ini akan tercatat di dalam buku besar untuk menentukan nasib bisnis ke depannya. Dalam membuatnya, ada beberapa komponen yang harus kamu ketahui untuk dimasukkan sesuai dengan ketentuan dari Standar Akuntansi Keuangan (SAK) meliputi:

Laporan Laba Rugi atau Income Statement

Jenis laporan ini merupakan sebuah laporan keuangan perusahaan jasa yang bertujuan untuk mempresentasikan pendapatan beban dan laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu. Dari laporan laba/rugi ini bisa diketahui kinerja keuangan dari perusahaan.

Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas

Perusahaan memerlukan sebuah laporan ekuitas untuk menjadi acuan, berapa banyak modal yang akan digunakan untuk satu jangka waktu pelaksanaan produksi. Selain itu, modal juga diperlukan untuk mengetahui tentang maju mundurnya perusahaan itu. Bila modal perusahaan bertambah di akhir tahun berarti ada kemajuan, begitu juga sebaliknya. Bila modal awal lebih besar dibanding modal akhir maka hal tersebut menunjukkan perusahaan itu mengalami kemunduran.

Balance Sheet atau Neraca

Setelah kita membaca mengenai adanya laporan laba rugi dan laporan perubahan modal, selanjutnya, kita juga harus paham mengenai neraca saldo perusahaan. Karena, neraca saldo atau balance sheet merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan. Untuk lebih mudah memahaminya, neraca di dalam laporan keuangan perusahaan jasa akan memberikan memberikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan di p eriode tertentu. Dengan adanya neraca, perusahaan bisa mengambil tindakan apa yang paling baik untuk diambil, melihat dari keuangan perusahaan melalui neraca tersebut.

Neraca ini di dalam perusahaan jasa, bisa disajikan dalam dua bentuk. Langsung aja, yuk kita lihat, apa saja sih bentuk dari neraca di perusahaan jasa ini!

Bentuk Scontro

Dalam neraca bentuk scontro, modal pemiliknya diambil dari laporan perubahan modal. Kemudian laporan perubahan modal itu dibuat berdasar laporan laba/rugi. Neraca ini memisahkan antara Aktiva dan Pasiva pada posisi kanan dan kiri atau saling sebelah menyeblah yang biasa kita lihat atau model dan bentuknya seperti ini:

Bentuk Staffel

Orang kerap kali tertukar, antara neraca berbentuk staffel dengan jurnal umum, karena keduanya memiliki bentuk tabel yang serupa. Namun, untuk neraca bentuk staffel disusun secara vertikal ke bawah dan melektakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit. Supaya kamu lebih paham, berikut ini akan disajikan contoh dari neraca bentuk staffel:

Nah, apakah setelah disertakan gambar neraca, kamu menjadi semakin paham dengan laporan keuangan di perusahaan jasa? Jika belum, kamu harus banget nih, scroll artikel ini untuk pembahasan selanjutnya!

Laporan Arus Kas atau Cash Flow Statement

Komponen selanjutnya dalam laporan keuangan perusahaan jasa adalah laporan arus kas atau biasa disebut cash flow statement. Jenis laporan ini akan menunjukkan tentang perubahan kas yang dimiliki oleh perusahaan di dalam satu periode akuntansi. Apakah kamu tahu apa saja yang akan dimuat dalam laporan ini? Jawabannya, laporan ini akan memuat sumber perolehan dan pos-pos pengeluaran kas. Jadi, berdasar laporan arus kas bisa diketahui sumber dan juga penggunaan kas.

Laporan Perubahan dari Posisi Keuangan

Komponen laporan ini, bisa dikatakan sebagai salah satu pembeda antara perusahaan jasa dengan yang lain. Laporan mengenai perubahan posisi keuangan bisa disajikan dalam bentuk laporan arus yang berisi laporan sumber dan penggunaan kas atau bisa dalam bentuk laporan sumber dan juga penggunaan modal kerja.

Jadi, laporan keuangan perusahaan jasa perubahan modal ini dianggap mampu untuk melihat perubahan yang terjadi di modal (ekuitas) pemilik perusahaan tersebut. Modal bisa saja mengalami perubahan bertambah atau berkurang, perubahan tersebut disebabkan oleh hasil operasi perusahaan pada suatu periode tertentu.

Lalu, untuk laba bersih yang didapatkan perusahaan merupakan sumber dana pada perusahaan yang diperlakukan sebagai penambah modal pemilik. Kemudian, pengambilan prive pemilik dianggap sebagai pengurang modal. Dengan demikian sebuah perubahan besarnya modal yang tampak pada neraca ialah akibat adanya laba atau rugi dan juga pengambilan prive pemilik, jadi harus diinformasikan jadi sumber kas yang asalnya dari laba bersih dan juga penggunaan kas untuk kerugian dan juga pengambilan prive.

Bagaimana, apa sekarang kamu sudah paham dengan laporan keuangan di perusahaan jasa? Kami harap, dengan adanya artikel ini, bisa membantumu untuk menyusun laporan keuangan. Apalagi, bagi kamu yang baru ingin merintis usaha, khususnya di bidang penyediaan jasa. Selain penyusunan laporan keuangan ini, kami yakin kamu akan terbantu untuk mengelola keuangan jika kamu menggunakan JojoExpense. Aplikasi ini akan membantumu mengelola pengeluaran dengan lebih efisien, sehingga bisa menghemat waktu. Kamu bisa meningkatkan efisiensi manajemen pengeluaran perusahaanmu hingga 76%, karena kamu bisa memegang kendali secara penuh dengan mudah, kapanpun dan di manapun. Tertarik mencoba?