Cara Membuat Laporan Laba/Rugi dengan Spesifik

Income statement atau biasa dikenal dengan laporan laba/rugi merupakan salah satu dari lima jenis laporan keuangan yang wajib dibuat oleh perusahaan.

Menurut Van Horne dan Wachowicz (2005), laporan laba/rugi merupakan ringkasan pendapatan dan biaya sebuah perusahaan, dalam waktu tertentu, dan diakhiri dengan laba atau kerugian bersih pada periode tersebut.

Dengan kata lain, laporan laba/rugi dapat menunjukkan posisi finansial perusahaan. Apakah perusahaan sedang ada di posisi laba atau rugi?

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoPayroll hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Laporan laba/rugi ini ternyata memiliki fungsi yang cukup krusial dalam proses pembukuan perusahaan, yakni sebagai alat untuk memonitor kemajuan dan kemunduran keuangan perusahaan.

Keunggulan lain yang dimiliki laporan ini adalah proses pembuatannya yang cukup mudah, yang akan dibahas dalam artikel ini. Tapi, sebelum menyusun, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja tujuan, unsur/elemen, format, dan bentuk dari laporan laba/rugi, yang akan disertai dengan contoh, agar kalian bisa lebih memahaminya.

Yuk, disimak bersama mengenai laporan laba/rugi ini!

Tujuan Laporan Laba/Rugi

Selain mengetahui apakah perusahaan berada pada posisi untung atau rugi, laporan ini juga bertujuan untuk:

Mengetahui jumlah pajak yang akan ditanggung

Dengan mengetahui laba dan rugi perusahaan, maka secara langsung terlihat pajak yang harus dibayarkan. Dengan begitu, perusahaan akan bisa membayar kewajibannya dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya perusahaan besar, kamu yang sedang merintis usaha kecil pun bisa membuat laporan ini, untuk melihat apakah kamu sudah termasuk dalam wajib pajak atau belum.

Pengecekan histori perolehan laba/rugi dari beberapa periode waktu untuk evaluasi manajemen perusahaan

Untuk menyegarkan ingatan kamu, laporan ini bagi perusahaan berfungsi untuk melihat gain dan loss-nya. Berdasarkan pernyataan tersebut, jika perusahaan membuat laporannya dengan rutin, tentu akan ada histori atau arsip untuk menunjukkan keuntungan dan kerugian yang didapat untuk setiap periode.

Dengan adanya arsip itu, maka pihak manajemen dari sebuah perusahaan akan mampu mengevaluasi kinerja dalam rentang waktu tersebut. Maka, untuk periode selanjutnya, perusahaan akan mampu menerapkan kebijakan yang dirasa mampu untuk meningkatkan gain.

Mengecek efisiensi dan efektivitas perusahaan berdasarkan nilai biayanya

Efisiensi dan efektivitas sebuah perusahaan dapat dilihat dari besarnya dana dan waktu untuk melakukan proses kerja dari biaya yang disediakan. Seluruh kegiatan kerja yang menggunakan biaya, akan tercatat dalam pembukuan, salah satunya dalam laporan laba/rugi perusahaan.

Dengan begitu, efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan bisa terpantau dari laporan laba/rugi yang dibuat, dan menjadikannya bahan evaluasi untuk ke depannya.

Elemen dalam Laporan Laba/Rugi

Hal berikutnya yang perlu kamu pahami dari laporan laba rugi adalah unsur/elemen penyusunnya. Terdapat banyak akun yang bisa dituliskan dalam laporan ini, namun hanya ada 4 unsur pokok yang harus tercantum di dalamnya. Unsur-unsur tersebut adalah:

Keuntungan (Gain)

Keuntungan dapat dikatakan sebagai kenaikan ekuitas (harta bersih) dari transaksi lain di dalam perusahaan, kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi milik pemilik.

Kerugian (Loss)

Kebalikan dari Gain, kerugian merupakan penurunan ekuitas (harta bersih) dari transaksi lain di dalam perusahaan kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi milik pemilik.

Salah satu jenis keuntungan dan kerugian berasal dari penjualan investasi, harta tetap, dan penyelesaian utang.

Pendapatan (Revenue)

Revenue dapat dikatakan sebagai arus kas masuk atau peningkatan aktiva lain dari perusahaan, atau ada penyelesaian liabilitas dalam periode tertentu.

Hal ini terjadi karena adanya pengiriman barang atau produksi barang dan menyelesaikan jasa, yang biasanya terjadi dalam satu periode. Bentuk dari pendapatan pun dapat dilihat dari banyak bentuk, misalnya penjualan, honorarium, bunga, dividen, dan sewa.

Beban (Expenses)

Unsur pokok yang terakhir dari laporan laba/rugi adalah beban (expenses). Beban dapat didefinisikan sebagai sebuah catatan yang terjadi pada arus keluar atau adanya penggunaan aktiva yang kemudian menimbulkan liabilitas selama periode tertentu. Contoh beban yang biasanya tercantum dalam laporan laba/rugi adalah, sewa, gaji, upah, pajak, dan lain-lain.

Format Laporan Laba/Rugi

Untuk membuat sebuah laporan laba/rugi, salah satu hal yang perlu kamu ketahui adalah bagaimana sih format penyusunannya yang benar.

Maka dari itu, untuk membantumu menyusun laporan laba/rugi, akan ditunjukkan format lengkap dengan apa saja yang termasuk di dalamnya:

Header

Bagian pertama dari laporan laba/rugi disebut dengan header. Adapun, hal yang harus ada pada header laporan laba/rugi adalah:

  • Identitas perusahaan
  • Nama laporan (Laporan Laba/rugi)
  • Periode laporan dibuat

Ketiga unsur inilah yang harus dimiliki header laporan laba/rugi yang baik. Apabila belum tercantum, berarti laporanmu belum bisa dikatakan sebagai laporan yang baik dan lengkap.

Isi laporan

Bagian selanjutnya dari laporan laba/rugi adalah laporan yang hendak kamu sampaikan. Komponen pokok dari isi laporan ini adalah:

Total Pendapatan

Di dapat dari kolom laba/rugi dari pada neraca saldo (kertas kerja)

Harga Pokok Penjualan/HPP

HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah biaya-biaya yang timbul ketika barang diproduksi. Hal-hal yang termasuk dalam HPP misalnya, listrik untuk peralatan produksi, kerusakan bahan baku, gaji pegawai produksi, promosi marketing dan lain-lain.

Hal-hal tersebut harus diperhitungkan untuk menetapkan harga pokok penjualan dan margin penjualan untuk menghasilkan laba pada produksi suatu barang.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi Travelonomic hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Total Beban

Di dapat dari kolom laba/rugi daripada neraca saldo (kertas kerja)

Hasil laporan (Laba atau Rugi)

Merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban. Jika pendapatan lebih besar dari beban, maka diakui sebagai laba. Sebaliknya, rugi akan didapat apabila pendapatan lebih kecil daripada total beban.

Bentuk Laporan Laba/Rugi

Terdapat 2 bentuk umum untuk melaporkan laba/rugi yang didapat perusahaan. Adapun bentuk yang biasa digunakan untuk laporan laba/rugi adalah:

Single step income statement

Merupakan bentuk yang paling sederhana, dan mudah untuk digunakan. Dalam proses pembuatannya, di mana seluruh kategori pendapatan dikelompokkan dan dijumlahkan pada awal (bagian atas) laporan laba/rugi.

Kemudian, unsur beban juga dikelompokkan dan dijumlahkan untuk mendapatkan hasil total beban. Lalu, total pendapatan yang sudah diperoleh, dikurangi dengan jumlah bebannya.

Nah, hasil dari pengurangan antar pendapatan dengan beban inilah yang akan menunjukkan apakah perusahaan mendapat laba atau rugi bersih.

Multiple step income statement

Sebenarnya, penyusunan laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step ini tidak terlalu berbeda dengan yang sebelumnya. Pada bentuk ini, akun pendapatakan akan dibedakan menjadi pendapatan usaha (operasional) dan non-usaha (non-operasional).

Begitupun dengan akun beban yang dimiliki, harus dibedakan menjadi beban operasional dan non-operasional.

Sedangkan untuk penyusunan di dalam laporannya, pendapatan dan beban usaha dicantumkan terlebih dahulu, baru setelahnya yang non-usaha. Hasil akhir yang akan diperoleh pun sama, yakni apakah perusahaan akan mendapat laba atau rugi bersih.

Pada intinya kedua bentuk laporan laba/rugi ini hanya dibedakan oleh apakah menyusun dengan cara pengelompokkan pendapatan dan bebannya atau tidak.

Contoh Laporan Laba/Rugi

Setelah mengetahui format dan bentuknya, sekarang kami akan memberikan contohnya. Contoh laporan ini, berasal dari perusahaan dagang dan jasa, yang bisa kamu lihat di bawah ini

Contohnya untuk Perusahaan Dagang

Berikut ini adalah contoh income statement untuk perusahaan dagang

Contohnya untuk Perusahaan Jasa

Berikut ini adalah contoh income statement untuk perusahaan jasa

Kedua contoh di atas, digunakan untuk mengetahui laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan. Kamu bisa mencontohnya ketika hendak menyusun laporan ini untuk perusahaanmu kelak.

Bagaimana? Apakah kamu sekarang siap untuk membuat laporan laba rugi? Dengan laporan ini, kita bisa langsung menilai sebuah perusahaan mendapat untung atau gulung tikar.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk membuat laporan keuangan semacam ini. Sayangnya, proses pembuatannya seringkali menyita waktu dan tenaga yang cukup banyak.

Serahkan saja tugas administratif ini kepada JojoExpense untuk segala manajemen pengeluaran perusahaan. Hemat waktu berjam-jam dan tingkatkan produktivitas dengan proses otomatis. Yuk, kita beralih ke manajemen digital!