8 Prinsip Manajemen Kualitas Dalam Perusahaan Yang Patut Diaplikasikan

manajemen kualitas

Manajemen kualitas tentu memiliki peranan yang penting pada sebuah lembaga ataupun sebuah badan usaha. Mungkin istilah ini cukup terasa asing bagi masyarakat awam. Namun istilah ini cukup banyak didengar oleh para pelaku usaha atau bisnis. Sebenarnya istilah ini mengacu pada suatu tindakan yang berkaitan dengan proses pengawasan terhadap seluruh kegiatan. Selain itu pengawasan juga dilakukan terhadap berbagai macam tugas yang perlu dilakukan untuk mempertahankan tingkat keunggulan. Kualitas dalam ini mengacu pada berbagai macam hal. Di dalam bisnis misalnya maka kualitas yang dijadikan sebagai fokus adalah kualitas produk dan kualitas perusahaan penghasil produk.

Jadi sistem manajemen bisa saja diterapkan pada sebuah organisasi atau suatu badan usaha. Pada prakteknya hal ini meliputi beberapa kebijakan yang berkaitan dengan mutu atau kualitas. Oleh karena itu kontrol kualitas dan upaya peningkatan kualitas turut menjadi prioritas bagi adanya manajemen di bidang ini. Dalam hal ini kualitas yang diawasi tidaklah terbatas pada kualitas produk saja tetapi juga menyangkut kualitas dari sebuah perusahaan yang sering kali juga menjadi soroton bagi berbagai banyak pihak. Memang sebuah produk yang beredar di pasaran dan di tengah masyarakat sering kali tidak luput dari pengawasan para konsumen. Termasuk dalam hal ini yaitu perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut.

Dengan demikian kualitas perusahaan secara menyeluruh juga seharusnya turut diperhatikan agar perusahaan ini selalu dipercaya oleh para konsumen. Berbagai hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perusahaan antara lain meliputi kualitas karyawan yang bekerja di perusahaan dan kualitas perusahaan di mata para konsumen. Tidak hanya itu saja tetapi berbagai hal yang menyangkut kinerja perusahaan juga perlu diperhatikan kualitasnya.

Kriteria Yang Diberikan

Suatu proses manajemen kualitas tentu dapat dinyatakan mengalami keberhasilan jika pengelolaan yang dilakukan telah berhasil. Suksesnya pengelolaan ini tentu berkaitan dengan adanya beberapa kriteria. Salah satunya adalah ciri atau karakter produk. Dalam hal ini produk yang dihasilkan sebuah perusahaan sudah seharusnya memiliki fungsi yang tepat dan bisa digunakan oleh para konsumen. Selain itu ciri fisik produk sudah tentu harus baik termasuk pula dalam hal desain produk serta packing produk. Produk yang baik dan bisa diterima oleh masyarakat menunjukkan adanya manajemen yang baik dalam hal pengelolaan kualitas perusahaan dan kualitas produk. Selain itu kualitas perusahaan akan dinilai meningkat bila perusahaan menyediakan jasa layanan untuk pelanggan.

Jasa layanan ini sudah seharusnya bisa memberikan informasi secara lengkap kepada pelanggan. Termasuk pula informasi yang merupakan jawaban dari seluruh pertanyaan di dalam benak pelanggan. Tentunya suatu perusahaan yang berkualitas dipandang oleh masyarakat memiliki jasa layanan customer service yang handal dan bisa melayani konsumen dengan baik. Dengan demikian maka citra atau reputasi produk akan semakin meningkat. Hal ini akan mendukung meningkatnya citra dan reputasi perusahaan pada akhirnya.

Prinsip Manajemen Kualitas

Pada umumnya ada beberapa prinsip yang diterapkan dalam manajemen kualitas, beberapa prinsip tersebut meliputi sebagai berikut:

1. Fokus pada konsumen dan pelanggan

Sebuah perusahaan yang mengeluarkan produk tentu sudah seharusnya berfokus pada konsumen dan pelanggan. Perusahaan perlu mencari banyak informasi mengenai apa yang diinginkan oleh para konsumen. Dengan demikian maka perusahaan bisa memahami apa saja yang diperlukan oleh masyarakat sehingga kualitas produk bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

2. Kepemimpinan yang tepat

Pemimpin dalam suatu organisasi memegang peranan yang sangat penting termasuk dalam hal pengelolaan suatu badan usaha. Seorang pemimpin memang bertugas untuk menetapkan adanya tujuan dari sebuah organisasi. Pemimpin perusahaan haruslah bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan melibatkan peran dari seluruh tenaga kerja pada sebuah perusahaan. Dengan adanya pola kepemimpinan yang tepat maka sebuah perusahaan bisa menjaga kualitasnya.

3. Keterlibatan stakeholder

Setiap orang yang memiliki keterkaitan dengan sebuah badan usaha atau organisasi tentunya perlu dilibatkan. Berbagai orang yang menjadi stakeholder ini sebenarnya memiliki peranan dan tanggung jawab masing-masing pada perusahaan. Peranan masing-masing orang tersebut pada dasarnya bersifat saling melengkapi. Oleh karena itu sudah seharusnya perusahaan mau melibatkan seluruh stakeholder perusahaan.

4. Proses efektif dan efisien

Suatu hasil produk bisa saja dihasilkan oleh perusahaan dengan nilai kualitas yang dipandang baik oleh konsumen. Terlebih lagi bila produk tersebut dihasilkan oleh perusahaan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu proses pengelolaan produk perlu menjadi suatu perhatian bagi perusahaan agar proses pembuatan produk bisa berlangsung dengan efektif dan efisien.

5. Pengelolaan manajemen

Manajemen kualitas sudah tentu berkaitan dengan adanya sistem manajemen pada perusahaan. Oleh karena itu sistem manajemen haruslah bisa berjalan dengan baik. Proses pengelolaan yang ada di perusahaan haruslah berjalan dengan tepat. Pengelolaan perusahaan dan sistem manajemen yang baik akan membuat perusahaan mengalami peningkatan kualitas.

6. Evaluasi berkesinambungan

Badan usaha yang terus berjalan di tengah masyarakat memerlukan adanya kontrol dan pengawasan sehingga kualitas produk yang dihasilkan tetaplah baik. Di dalam kontrol dan pengawasan ini terdapat suatu sistem evaluasi yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas produk yang diluncurkan di tengah masyarakat. Evaluasi ini perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk respon dari adanya perkembangan kebutuhan konsumen.

7. Pengambilan keputusan

Suatu keputusan pada dasarnya perlu diambil secara tepat oleh pimpinan perusahaan. Keputusan sebaiknya diambil dengan didasarkan pada hasil dari analisis data yang dilakukan oleh perusahaan terkait. Dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat maka sebuah perusahaan tentu dapat meningkatkan kinerjanya sehingga produk yang dihasilkan selalu berkualitas.

8. Jalinan mitra kerja

Hubungan mitra kerja perlu dijalin oleh sebuah perusahaan dengan berbagai macam organisasi yang bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut. Misalnya saja hubungan dengan organisasi yang merupakan pemasok bahan mentah atau bahan baku. Dengan adanya jalinan hubungan yang berkembang dengan baik maka perusahaan dapat memberikan nilai tambah pada kualitasnya.

Memperhatikan manajemen kualitas dalam sebuah perusahaan tentunya akan dapat membantu meningkatkan mutu dan kualitas perusahaan itu sendiri. Sama halnya saat menggunakan sistem absensi yang lebih baik pada perusahaan. Salah satunya yaitu melalui penggunaan JojoTimes. Dengan produk ini maka ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, misalnya meliputi:

  • Sistem absensi automatis yang jauh lebih efektif dan efisien.
  • Menghindari resiko pemalsuan absen para karyawan.
  • Mengetahui sisa cuti karyawan secara otomatis yang tersambung dengan data absensi.

Tentunya aneka manfaat tersebut berkat adanya fitur andalan yang diselipkan pada produk JojoTimes. Aneka macam fitur menarik di dalamnya termasuk fitur berikut ini:

  • Fingerprint Feature.
  • Check In & Check Out Monitoring.
  • Multiple clock-in and clock-out.
  • Leave Management.
  • Real Time Leave Approval.

Dengan fitur-fitur hebat tersebut, tentu saja tidak perlu mempertanyakan lagi akan kehebatan dan kualitas JojoTimes. Jadi, segera jadwalkan coba gratis dan rasakan sendiri manfaatnya pada sistem absensi perusahaan Anda.