Membuat Master Budget Perusahaan Dagang dengan Tepat

Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan, sasaran yang kemudian membuat rencana untuk mencapai tujuan. Perusahaan akan menyusun anggaran induk atau yang dikenal juga dengan sebutan master budget.

Biasanya perusahaan akan membaginya dalam dua kelompok, angaran operasional dan anggaran keuangan. Penganggaran juga penting untuk menilai kinerja perusahaan selama proses perencanaan.

Penganggaran master budget yang terperinci dan realistis adalah salah satu hal terpenting untuk memandu kita dalam menjalankan bisnis dan memberikan informasi apa-apa saja yang mesti dicapai dan menangai tantangan, dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan. Tanpa itu semua bisnis yang kamu jalankan seperti menembak di tempat gelap, tidak tahu sasaran.

Nah, mungkin kamu belum mengetahui secara jelas mengapa master budget perusahaan dagang begitu penting dan bagaimana menyusunnya, mari kita bahas secara rinci di sini.

Mengenal Master Budget

Dikutip dari MyAccounting Course, master budget adalah rencana strategis manajemen untuk masa depan perusahaan. Setiap aspek operasi perusahaan dipetakan dan didokumentasikan untuk prediksi masa depan. Semua divisi fungsional organisasi menyiapkan anggaran untuk divisi tertentu. Master budget adalah jumlah total dari semua anggaran divisi yang disiapkan oleh semua divisi.

Periode master budget umumnya 1 tahun siklus operasi bisnis. Master budget diturunkan lagi dalam periode bulanan atau quarter. Master budget terdiri dari operating budget dan financial budget. Operating budget mencakup anggaran pendapatan, produksi, anggaran biaya produksi, dan biaya lainnya.

Hasil akhir dari operating budget adalah performa Laporan Laba Rugi Komprehensif. Sementara financial budget merupakan anggaran belaja investasi (capital expenditures budget), anggaran kas (cash budget), dan proforma laporan posisi keuangan.

Terkadang masih banyak yang beranggapan bahwa master budget adalah salah satu anggaran besar organisasi. Master Budget adalah ringkasan dari anggaran divisi. Ini adalah rencana keuangan berkelanjutan.

Klasifikasi Master Budget

Secara terperinci, master budget dibagi lagi dalam dua klasifikasi yang tentu saja berkaitan dengan tujuan yang telah direncakan perushaan kamu. 

Anggaran Operasional

Anggaran operasional adalah anggaran yang berisikan tentang perhitungan laporan laba rugi dan laporan-laporan tambahannya yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

Contoh anggaran operasional seperti :
  1. Anggaran penjualan;
  2. Anggaran produksi;
  3. Anggaran harga pokok penjualan;
  4. Anggaran biaya penjualan;
  5. Anggaran biaya administrasi dan umum;
  6. Anggaran perhitungan laba rugi.

Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan adalah anggaran yang memusatkan perhatiannya pada efek terhadap kas yang ditimbulkan oleh anggaran operasional dan rencana-rencana lainnya.
 
Misalnya seperti pembelanjaan modal-modal seperti saham, obligasi, dll, serta pembayaran hutang-hutang perusahaan.
 
Contoh anggaran keuangan seperti :
  1. Anggaran barang modal.
  2. Anggaran kas (penerimaan dan pengeluaran kas)
  3. Anggaran neraca.
  4. Anggaran perubahan posisi keuangan.

Langkah Mempersiapkan Master Budget

Tentu setiap perusahaan punya proses yang berbeda-beda dalam proses penyiapan penyusunan master budget, tapi secara umum proses penyusunan master budget dilakukan sebagai berikut:

Langkah 1:  Pertama dalam penyusunan master budget adalah menyiapkan anggaran pendapatan (revenues budget) atau anggaran penjualan (sales budget). Anggaran pendapatan ini berisi proyeksi pendapatan per jenis produk, yang dihitung dari perkalian antara proyeksi volume produk yang dijual dengan rata-rata harga jual per produk.

Langkah 2: Berdasarkan anggaran unit pendapatan, selanjutnya disusun anggaran produksi (production budget). Anggaran produksi ini menjelaskan berapa unit produk yang harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan inventory yang diinginkan perusahaan. Anggaran produksi dinyatakan dalam bentuk satuan  unit produksi, bukan nilai moneter.

Langkah 3: Setelah berhasil menyusun anggaran produksi, maka selanjutnya anggaran biaya bahan baku langsung (direct materials), anggaran biaya tenaga langsung (direct labor), dan anggaran biaya overhead disusun.

Anggaran pembelian bahan baku dihitung berdasarkan anggaran biaya bahan baku. Dalam tahap ini juga, proyeksi tingkat inventory bahan baku dan prediksi harga bahan baku harus dilakukan secermat mungkin.

Langkah 4: Selanjutnya buat anggaran biaya tenaga kerja langsung (direct labor budget). Jelaskan juga mengenai jam kerja langsung total dan tarif upah tenaga kerja langsung per jam yang diperlukan untuk memproduksi unit produk sesuai anggaran produksi.

Langkah 5: Anggaran biaya overhead pabrik (manufacturing overhead cost budget) menyajikan estimasi biaya manufaktur tidak langsung. Berbeda dengan biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tidak dapat diidentifikasi antara input dan output untuk setiap item biayanya.

Biaya overhead terdiri dari: biaya overhead variabel dan biaya tetap. Kita dapat menggunakan tarif overhead untuk menghitung overhead (predetermined overhead application rate). Umumnya, perusahaan menggunakan activity-based cost drivers untuk keakuratan dalam penghitungan anggaran biaya overhead.

Langkah 6: Langkah selanjutnya setelah menghitung anggaran biaya produksi, anggaran yang harus disusun adalah ending inventories budget.

Langkah 7:  Siapkan anggaran beban pokok penjualan (cost of goods sold budget). Data untuk penyusunan anggaran beban pokok penjualan ini telah tersedia.

Langkah 8: Anggaran biaya nonmanufaktur (non manufacturing cost budget), berisi anggaran biaya pemasaran (marketing expense budget) dan anggaran biaya administrasi (administrative expenses budget). Anggaran biaya pemasaran mencakup anggaran untuk kegiatan pemasaran, penjualan, dan distribusi produk ke distributor, retailer, atau konsumen akhir.

Komponen anggaran biaya pemasaran terdiri biaya pemasaran variabel dan biaya pemasaran tetap. Biaya pemasaran variabel bisa berupa insentif, komisi penjualan, dan komisi agen. Sementara biaya pemasaran tetap umumnya terdiir dari biaya gaji, depreasi peralatan pemasaran, dan biaya iklan.

Sedangkan anggaran biaya administrasi mencakup estimasi biaya organisasi, terdiri dari gaji, depresiasi gedung dan peralatan, jasa legal dan audit, biaya riset dan pengembangan, dan lain-lain.

Langkah 9: Berdasarkan anggaran yang telah disusun di atas, selanjutnya disusun budgeted, atau proforma, income statement sesuai dengan format laporan laba rugi perusahaan.

Setelah penyusunan anggaran operasional, langkah selanjutnya kita menyiapkan anggaran keuangan, yang terdiri dari: capital expenditure budget, cash budget, dan budgeted financial position. Penyusunan budget yang akurat dan komprehensif selain bermanfaat dalam perencanan dan pengendalian manajemen, anggaran dapat digunakan untuk penilaian kinerja unit dan individu.

Pemberian bonus, kenaikan gaji, dan promosi seringkali dikaitkan dengan pencapaian budget. Budget yang efektif dapat mendorong perilaku para manajer untuk selalu selaras dengan tujuan perusahaan (goal congruence).

Sebaliknya, budget yang tidak efektif akan mendorong dysfunctional behavior, karena budget dikaitkan dengan pemberian reward atas pencapaian kinerja. Seringkali manajer dalam menyusun anggaran pendapatan menyusun dengan target yang rendah dari potensi yang bisat dicapai, sementara anggaran biaya disusun cukup tinggi dari estimasi biaya yang seharusnya. Perilaku manajer seperti ini yang disebut budgetary slack.

Para pemimpin organisasi harus mendorong dan memastikan para manajernya dalam menyusun budget selalu goal congruence, tidak melakukan budgetary slack.

Dalam perjalanan penggunaan budget, kita kerap dipusingkan dengan pencatat segala jenis pengeluaran, dari segi waktu maupun tenaga. Bahkan kadang ada saja kesalahan penginputan data.

reciept expense

Namun, hal tersebut bisa dipermudah dengan JojoExpense dari Jojonomic. JojoExpense adalah aplikasi yang memudahkan kamu dalam pengecekan pengeluaran yang bisa dilakukan secara real time. Perusahaan kamu jadi bisa lebih efisiensi dalam bekerja hingga 76%. Selain itu, menggunakan JojoExpense berarti kamu bisa menghemat anggaran kertas karena semua telah terdigalisasi. Tertarik? Coba demo gratis di sini!