Indikator Wajib yang Harus Diketahui HR dalam Menggaji Karyawan!

gaji karyawan

Banyak pertimbangan dalam menentukan besaran gaji karyawan. Pentingnya sebuah imbalan bagi karyawan akan menentukan kualitas hasil yang diberikan karyawan kepada perusahaan. Gaji merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhi hak setiap karyawan.

Imbalan yang sepadan dengan apa sudah dicapai oleh karyawan merupakan salah satu yang harus diperhatikan oleh perusahaan terhadap karyawannya. Imbalan tersebut yang biasanya disebut dengan gaji pokok. S

etiap bulannya sudah menjadi hal rutin bagi jajaran Human Resource dalam menghitung dan menetapkan gaji dan tunjangan karyawan. Beberapa faktor dalam pekerjaan akan dihitung terkait pengaruhnya terhadap besaran yang dikeluarkan untuk gaji atau tunjangan karyawan.

Yuk, kita penjelasan lebih lanjut terkait gaji karyawan!

Pengertian Gaji

Pada sistem penggajian terdapat gaji pokok dan tunjangan. Apa bedanya antara gaji pokok dengan tunjangan?

Gaji pokok adalah satuan imbalan yang sesuai dengan ketentuan terhadap indilkator-indikator penentu besaran imbalan. Terkadang setiap karyawan memiliki besaran gaji yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan indikator penentunya.

Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok minimal 75 persen dari upah pekerja yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Disisi lain beberapa perusahaan juga memberikan tunjangan kepada karyawannya karena beberapa aspek yang memang perlu perusahaaan penuhi. Tunjangan merupakan satuan bantuan yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai bentuk misi suatu perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada karyawan. Tunjangan juga diberikan agar kinerja dan kualitas karyawan dapat mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.

Perusahaan berusaha menyusun gaji  dengan baik, untuk memenuhi hak karyawan secara adil, sekaligus menjaga nilai perusahaan di pasar tenaga kerja. Jika sistem penggajian sebuah perusahaan terkesan buruk, tentu akan menurunkan minat tenaga kerja potensial untuk bergabung dengan perusahaan itu.

Faktaya perusahaan memiliki indikator dalam menentukan kebijakan penggajian yang berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena perbedaan sektor usaha, struktur organisasi, rasio perbandingan bobot pekerjaan antarjabatan, kemampuan perusahaan, Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku, dan lain-lain.

Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017

Indikator-indikator dalam pemberian besaran gaji bagi karyawan di muat dalam Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017. Terdapat lima indikator dalam pasal tersebut dalam penentuan gaji karyawan, lima indikator tersebut dijelaskan sebagai berikut :

Golongan Jabatan

Pengelompokan besaran penggajian berdasarkan golongan jabatan ini perusahaan atau instansi menentukan berdasarkan kelompok jabatan dalam hierarki perusahaan. Jabatan-jabatan yang tugas serta tanggungjawabnya relatif sama dapat digabung menjadi satu kelompok golongan jabatan. Golongan jabatan seorang pekerja  akan menentukan di besar-kecilnya gaji dan fasilitas yang ia terima dari perusahaan.

Jabatan

Besaran gaji yang ditentukan menurut jabatan merupakan pengelompokam gaji berdasarkan bentuk dan tingkat pekerjaan. Setiap tingkat jabatan atau pekerjaan memiliki resiko pekerjaam, tingkat kesulitan dan pastinya tanggung jawab yang berbeda. Maka, jabatan pun menentukan besar-kecilnya gaji yang didapatkan karyawan.

Pendidikan

Pengetahuan menjadi hal yang penting dalam sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang dituntut harus memiliki softskill haruslah memiliki pengetahuan yang juga mumpuni. Maka dari itu penggolongan gaji karyawan menurut pendidikan juga menjadi satu hal yang sangat diperhatikan oleh perusahaan.

Selalu ada prasyarat minimal pendidikan untuk memegang jabatan tertentu. Pendidikan memang menjadi salah satu hal yang diperhitungkan dalam angka gaji seorang karyawan, terutama pada awal karyawan masuk.

gaji karywan

Kompetensi

Kemampuan pekerjaan seorang karyawan bisa dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar yang dipersyaratkan untuk suatu jabatan. Prasyarat tersebut yang biasanya dicari oleh suatu perusahaan untuk bidang pekerjaan tertentu.

Jika karyawan memiliki kemampuan atau keahlian dengan aspek diatas maka perusahaan akan memperhartankan karyawan tersebut sebagai salah satu aset berharga perusahaan.

Hal itu yang akan membuat nilai seorang karyawan akan tinggi di mata perusahaan dan akan diberikan imbalan atau gaji yang memang sepadan dengan keahlian yang.

Sebaliknya, karyawan yang tidak berkompeten akan menurunkan produktivitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan mempertimbangkan faktor kompetensi karyawan untuk menentukan besaran gaji yang layak ia peroleh.

Masa Kerja

Lamanya masa kerja karyawan pada suatu perusahaan juga menjadi salah satu penentu besaran gaji yang diberikan perusahaan. Karyawan yang memiliki lama kerja cukup lama dianggap sebagai karyawan yang loyal akan pekerjaannya. Jenis karyawan seperti ini yang biasanya memiliki tingkat keberhasilan dan proses pelaksanaan bisnis yang tinggi.

Pengalaman yang cukup lama yang dimiliki oleh karyawan dalam bidang tertentu akan memilliki nilai lebih dalam suatu pekerjaan. Tak heran masa kerja turut berkontribusi pada besar-kecil gaji yang ditawarkan perusahaan untuknya.

Selain cara indikator diatas, terdapat beberapa indiakator lainnya dalam menentukan gaji karyawan. Bagi HR hal ini bisa menjadi pertimbangan tambahan dalam penentuan besaran gaji karyawan.

Nilai Pekerjaan di Pasaran

Kamu bisa melihat nilai sebuah pekerjaan yang akan kamu buat di lini perusahaan mu di bursa kerja. Pada sejumlah bursa kerja kamu bisa menemukan nilai sebuah pekerjaan yang berdasarkan dengan kualifikasi pendidikan atau pengalaman.

Setiap perusahaan kemungkinan menawarkan gaji yang beragam untuk jenis pekerjaan yang sama, tetapi kamu bisa menarik kisaran atau angka rata-ratanya.

Selanjutnya terkait besaran nilai pekerjaan dengan besaran gaji karyawan juga tergantung dengan faktor geografis atau lokasi pekerjaan. Hal ini dilihat dari lokasi pekerjaan yang berada di tengah kota, kota besar, kota kecil atau berada di sentra bisnis. Perusahaan yang berkantor di Jakarta umumnya menerapkan gaji lebih tinggi

gaji karywanKesesuaian dengan Skala Upah

Biasanya perusahaan sudah memiliki skala upah yang ditetapkan diawal. Skala upah ini digunakan perusahaan sebagai bagian dari cara perusahaan untuk menekan biaya pengeluaran yang terlalu besar. Jika gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan hasil yang di keluarkan oleh karyawan maka perusahaan akan mengalami kerugian.

Kamu bisa membandingkan rata-rata gaji pokok yang ada di pasaran dengan sistem skala upah yang berlaku di perusahaan. Gaji pokok yang terlalu besar melebihi kisaran skala upah akan membebani keuangan perusahaan, selain itu juga akan merusak proporsionalitas upah sehingga menimbulkan hubungan kerja yang tak sehat antar karyawan.

Kontribusi bagi perusahaan

Hal yang paling tepat dalam menentukan gaji karyawan adalah dengan menilai seberapa besar posisi pekerjaan itu berkontribusi terhadap perusahaanmu dalam  membayar untuk apa yang perusahaanmu peroleh. Jika pekerjaan itu sangat menentukan kinerja perusahaan secara keseluruhan, tentukan berapa kompensasi yang pantas.  

Kamu juga bisa mengamati dan menilai kecapakan individual karyawan melalui masa percobaan (probation), sejauh mana karyawan tersebut menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Jika karyawan yang bersangkutan memiliki kinerja personal di atas rata-rata, bisa diandalkan dan  berdampak pada kenaikan produktivitas perusahaan, maka perusahaan bisa menegosiasikan ulang gaji pokoknya.

JojoTImes

Perusahaan Jojonomic menawarkan aplikasi penggajian yang mudah, efiesien dan akurat. Aplikasi JojoPayroll yang dimiliki Jojonomic memberikan solusi penggajian perusahaan yang bebas masalah, kelola di ujung jari mu, kapan saja di mana saja. solusi penggajian berbasis cloud mendukung bisnis anda terintegrasi dengan sistem akuntansi anda dan sistem terintegrasi transfer bank real-time.