6 Persiapan Mendekati Masa Pensiun

mendekati masa pensiun

Mendekati masa pensiun dapat menjadi hal yang mendebarkan bagi beberapa orang. Anggapan bahwa masa pension sebagai masa kekhawatiran mungkin berangkat dari sudut pandang ekonomi dan sosial. Tak ada salahnya selama kita melakukan persiapan untuk menyambut masa pensiun itu.

Agar masa pensiun dapat dijalani dengan nyaman dan menyenangkan, memang ada hal-hal yang perlu dipersiapkan. Namun, sebelum itu kita harus terlebih dahulu memahami tentang pensiun itu sendiri.

Mengenal Tentang Pensiun

Terminologi pensiun merujuk kepada berhentinya seseorang dari bekerja untuk suatu institusi, baik pemerintah maupun swasta. Keputusan berhenti ini bisa disebabkan karena usia atau permintaan sendiri. Bedakan antara pensiun dengan pemutusan hubungan kerja. Faktor utama dalam pensiun adalah usia yang telah mencapai lanjut usia.

Usia pensiun, sebagaimana pemerintah tetapkan dalam PP nomor 45 tahun 2015, adalah 56 tahun. Batas usia ini kemudian ditambah sejak januari 2019 menjadi 57 tahun. Batas usia ini bisa bertambah atau berkurang tergantung kinerja dan peran yang bersangkutan di perusahaan.

Karyawan juga dapat mengajukan pensiun dini dengan syarat telah mencapai batas minimal pengabdian. Batas pengabdian dalam dunia kerja yang dimaksud yakni selama lebih kurang 15 – 20 tahun. Meski begitu, sebelum 15 tahun, bisa saja karyawan menyiapkan diri ketika mendekati masa pensiun.

Demikian pengaturan untuk PNS atau ASN. Sedangkan, untuk pengaturan pensiun bagi karyawan swasta, tidak ada batasannya. Undang-undang Ketenagakerjaan tidak mengatur secara pasti usia pensiun. Pengaturan tersebut biasanya disepakati dalam kontrak kerja perusahaan dengan karyawan tersebut.

Persiapan Mendekati Masa Pensiun

Seperti halnya masa-masa transisi lain dalam kehidupan, mendekati masa pensiun juga tak dapat dianggap remeh. Ini karena ada banyak hal yang berubah, bahkan hilang, ketika memasuki  usia pensiun. Kehilangan ini, ketika tidak dapat dihadapi dengan baik, dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik ataupun mental.

Oleh karena itu, persiapan mendekati masa pensiun sudah selayaknya dilakukan.  Persiapan tersebut antara lain sebagai berikut.

1.      Menyiapkan Rencana Kegiatan

Tidak bisa dipungkiri bahwa satu hal yang paling terasa saat pensiun adalah kekosongan akibat tidak adanya kegiatan kerja. Kekosongan ini dapat menimbulkann ketidakjelasan dan kegelisahan pada diri  yang bersangkutan.

Bersantai setelah begitu lama bekerja memang menyenangkan. Namun, melanjutkannya untuk waktu berbulan-bulan dapat menjadi sangat menyiksa dan menimbulkan kegalauan. Rutinitas yang hilang menjadikan pikiran dapat melambung tak tentu tujuan. Ini dapat menikkan tingkat stress dan depresi.

Oleh karena itu, jauh sebelum memasuki masa pensiun, sebaiknya sudah menentukan terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan. Meskipunn, memang sudah tidak membutuhkan pemasukan karena jaminan masa pensiun sudah ada. Akan tetapi, dorongan untuk aktualisasi diri akan selalu menyertai sampai tutup usia nanti..

2.      Menyiapkan Rencana Pemasukan

Mendekati masa pensiun, pemasukan dapat  menjadi hal yang menghadirkan kegelisahan. Ini karena anggapan bahwa setelah masa kerja selesai, tidak ada lagi sumber penghasilan. Apalagi karena saat itu hidup harus terus berjalan dan tentu saja membutuhkan biaya untuk itu.

Meskipun tidak dapat dikatakan benar, tapi pernyataan tersebut juga tidak dapat dinyatakan salah sepenuhnya. Ini karena, memasuki masa pension, orang memang tak lagi bekerja seperti sebelumnya. Sehingga, ia tak lagi mendapatkan upah atau gaji dari pekerjaannya tersebut.

Untuk itu, agar tetap memiliki pemasukan, orang harus memiliki sumber penghasilan lainnya. Sumber penghasilan itu  bisa saja didapat dari investasi, bisnis, jaminan hari tua, dan jaminan pension yang telah disiapkan sejak lama. Bahkan, meski sudah tak lagi bekerja di perusahaan, pensiunan masih dapat bekerja menawarkan jasa dn pengalaman secara personal.

mendekati masa pensiun

3.      Menyiapkan Investasi

Menabung untuk hari tua sudah tidak lagi dapat diandalkan. Ini karena inflasi akan menggerogoti tabungan secara perlahan tapi pasti. Untuk meniadakan dampak inflasi tersebut, cara terbaik tentu bukan menabung, tapi investasi.

Ada beberapa investasi ideal yang dapat disiapkan untuk hari tua. Misalnya emas, properti, saham, atau reksadana. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang penting adalah memulainya dengan segera, dan melakukannya secara rutin. Apalagi komponen waktu dalan dunia investasi adalah sesuatu yang sangat penting.

Namun, tetap perlu diingat tentang prinsip-prinsip investasi. Diantaranya adalah untuk tidak meletakkan seluruh telur dalam 1 keranjang yang sama. Karena, ini akan menyebabkan risiko yang dihadapi sangat terpusat. Sekali tempat investasi tersebut kolaps, semua modal akan menghilang dalam sekejap.

Ingat juga untuk berhati-hati dalam memillih investasi. Terutama yang menawarkan imbal hasil tinggi atau HYIP (High Yield Investment Program). Inga bahwa semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang menyertai. Jauh lebih baik memilih berdasarkan faktor keamanannya, daripada hanya berharap kepada imbal hasilnya saja.

4.      Menyiapkan Bisnis

Bisnis bisa menjadi sumber penghasilan yang ideal untuk para pensiunan. Malah, tak jarang orang mengajukan pensiun dini untuk keperluan mengurus bisnisnya. Kesibukan dan penghasilan yang didapatkan dari menjalankan bisnis dapat menjadi pengganti terbaik dari  kegiatan yang berkurang.

Namun, perlu diperhatikan bahwa menjalankan bisnis tidaklah mudah. Orang biasanya membutuhakan waktu yang lama untuk mengerti seluk beluk bisnis. Belum lagi untuk  melatih otot bisnisnya agar lebih kuat. Maka, menyiapkan bisnis seharusnya sudah dilakukan sejak lama sebelum mendekati masa pensiun.

mendekati masa pensiun5.      Menyiapkan Ilmu

Mendekati masa pensiun, kekuatan dan ketahanan tubuh sudah sangat berkurang dibanding pada masa kejayaan. Yang tertinggal hanyalah pengetahuan, pengalaman, dan kebijaksanaan. Akan sangat sulit bagi pensiunan untuk mencoba mencari pekerjaan yang layak. Pertimbangan fisik tentu menjadi faktor yang utama.

Namun, ada lowongan lagi yang dapat dijalankan oleh seorang pensiun, yakni sebagai seorang konsultan. Seorang pensiunan dapat menawarkan pengalaman dan kebijaksanaan yang dimilikinya untuk membantu orang lain. Terutama di bidang yang ia sangat ahli di dalamanya.

Untuk itu, hendaknya kita tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Jangan dibatasi oleh masa pendidikan formal yang hanya sampai perkuliahan. Belajar setelah selesai pendidikan tinggi juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan jaringan dan lingkungan sosial. Ini akan sangat bermanfaat nanti saat mendekati masa pensiun.

6.      Menyiapkan Generasi Mendatang

Menginjak usia pensiun, tentu potensi untuk mencapai sebuah prestasi tertentu menjadi agak sedikit redup. Meski bukan tidak mungkin, tapi generasi muda jelas lebih memiliki keunggulan waktu, energi, dan antusiasme. Oleh karena itu, tentu akan sangat baik jika dapat menyiapkan penerus yang kompeten, terutama bagi para pemimpin perusahaan.

Seleksi Generasi Mendatang

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih generasi mendatang adalah masalah karakter dan integritasnya. Dalam perusahaan, kita dapat melihat kinerja dan kedisiplinan karyawan. Karyawan yang memiliki kinerja dan disiplin yang baik sangat cocok untuk naik pangkat dalam perusahaan.

Dengan fitur-fitur terbaik, JojoTimes merupakan aplikasi terbaik untuk mengukur dan menilai kinerja dan disiplin karyawan. Melalui teknologi biometrik dan geolokasi, JojoTimes mengevaluasi secara akurat disiplin dan kinerja karyawan. Laporan pun dapat disusun secara cepat dan otomatis.

solusi mengatur pensiunCoba demo gratisnya disini dan bayangkan keuntungan untuk perusahaan Anda. Dengan JojoTimes, tak perlu cemas dengan perusahaan ketika mendekati masa pensiun. Karena, perusahaan berada di tangan-tangan terbaik.