Trik dan Tips Menghadapi Pengajuan Cuti Oleh Karyawan

menghadapi pengajuan cuti

Menghadapi pengajuan cuti tentu merupakan hal yang sering kali harus dihadapi oleh tim HRD perusahaan. Di masa sekarang ini para karyawan yang hidup di era milenial rupanya memiliki pemahaman yang berbeda terutama dalam memandang cuti dan pekerjaan. Karyawan di zaman sekarang ini seolah cenderung tidak sungkan untuk mengajukan cuti. Sekalipun tidak ada hal yang bersifat mendesak dan pekerjaan masih menumpuk banyak di kantor.

Kebanyakan cuti dilakukan untuk keperluan rekreasi karena adanya keinginan para karyawan untuk memperoleh keseimbangan antara pekerjaan dan kebahagiaan batinnya. Untuk itu banyak karyawan sekarang ini yang berusaha untuk memuaskan batinnya salah satunya dengan mengajukan cuti untuk rekreasi. Akan tetapi di satu sisi karyawan yang melakukan pengajuan cuti untuk hal yang tidak mendesak ini pada akhirnya mengganggu produktivitas perusahaan. Sehingga kinerja perusahaan menjadi tidak optimal.

Jika hal ini tidak dihadapi dengan benar maka akan semakin banyak karyawan yang melakukan hal serupa. Apalagi jika tidak pernah ada efek jera. Tentunya lambat laun hal ini akan bersifat merugikan perusahaan akibat efek proses operasional perusahaan yang menjadi terhambat. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa tips yang bisa dilakukan perusahaan untuk menghadapi pengajuan cuti oleh para karyawan. Pemahaman mengenai cuti juga sudah seharusnya dipahami dulu secara lebih rinci oleh perusahaan, agar ke depannya cuti karyawan tidak menjadi suatu permasalahan internal bagi perusahaan.

Ketentuan cuti

Cuti bukanlah hal yang dapat dilakukan secara sembarangan. Cuti bisa dilakukan jika karyawan memenuhi beberapa ketentuan atau syarat sehingga cuti itu bisa disetujui oleh pihak pimpinan perusahaan. Karyawan mengajukan cuti kebanyakan untuk kebutuhan pribadinya seperti rekreasi dan hal lainnya. Namun banyak pula karyawan yang mengajukan cuti karena hal atau kondisi lainnya yang seolah memaksanya untuk meninggalkan pekerjaannya sejenak. Seperti misalnya saat karyawan sedang sakit.

Tentunya karyawan berhak untuk beristirahat di rumah pada saat sedang sakit dan memang membutuhkan waktu istirahat. Karyawan yang sedang sakit tentu boleh menggunakan haknya untuk beristirahat sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan oleh dokter. Cuti hamil dan melahirkan juga tentu bisa diberikan pada ibu hamil yang sedang bekerja dan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan persalinannya. Tentu saja ada beberapa ketentuan mengani cuti yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan yang memang harus berhenti bekerja untuk sementara waktu.

Cuti juga bisa diberikan pada seorang karyawan yang telah bekerja selama setahun secara terus-menerus. Namun lama cuti minimal adalah sebanyak 12 hari. Sedangkan untuk cuti besar bisa diberikan pada karyawan yang telah bekerja selama bertahun-tahun lamanya. Ada pula istilah cuti bersama yang memang diberikan oleh Menteri tenaga kerja untuk setiap karyawan di tanah air. Bagaimanapun juga kebijakan dari perusahaan turut berpengaruh pada ketentuan dan lamanya cuti untuk para karyawannya.

Alasan Karyawan Cuti

Umumnya beberapa karyawan memiliki alasan tersendiri sehingga mengajukan cuti pada pimpinan perusahaan. Di antaranya berikut ini beberapa alasan yang sering kali digunakan untuk mengajukan cuti.

  • Karyawan mengajukan cuti karena ia sedang mendapatkan musibah sakit. Alasan sakit ini bahkan menjadi alasan yang dominan bagi para karyawan yang mendadak mengajukan cuti untuk beberapa hari. Dengan diperolehnya izin cuti maka karyawan tersebut bisa beristirahat sampai kondisinya pulih kembali.
  • Alasan lainnya juga bisa saja karena keperluan mendadak, sebaiknya selidiki lebih dulu benar tidaknya alasan tersebut. Karena alasan ini bisa saja digunakan karena sedang tidak ingin bekerja. Apabila ijin cuti semacam ini terjadi terus menerus, maka hal ini bisa merusak kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut.
  • Selain itu karyawan mengajukan cuti juga bisa karena sedang berduka. Ditinggal oleh orang tua atau saudara kandung memang bisa menimbulkan duka yang dalam bagi seorang karyawan. Biasanya perusahaan memberikan izin 1 hingga 3 hari untuk karyawan yang sedang kehilangan keluarga inti dan sedang berkabung. Peristiwa duka memang bisa membuat semangat kerja seorang karyawan menjadi turun sehingga pekerjaannya menjadi tidak efektif. Oleh karena itu banyak perusahaan yang memberikan kebijakan pada karyawannya untuk cuti karena alasan berduka. Adapun hal ini berkaitan dengan hal kemanusiaan sehingga cuti umumnya diberikan sekaligus bersamaan dengan ungkapan duka dari perusahaan.
  • Cuti juga bisa diajukan untuk beberapa kepentingan yang bersifat mendesak seperti misalnya mengurus SIM atau KK atau dokumen pribadi lainnya. Beberapa hal tersebut tampaknya mendesak dan penting sehingga sudah seharusnya perusahaan memberikan izin cuti pada karyawannya. Namun bila karyawan hendak menggunakan izin cuti untuk sekedar berlibur maka keputusan bergantung pada kebijakan perusahaan.

Tips Menghadapi Pengajuan Cuti

Beberapa karyawan tampaknya tidak peduli dengan kebijakan dan peraturan kerja sehingga ia mengajukan cuti sesuka hatinya. Alasan apa pun bisa menjadi dasar baginya untuk mengajukan permohonan cuti hanya karena hari itu enggan bekerja. Tampaknya perusahaan perlu bersikap waspada terhadap karyawan yang memiliki pola seperti ini. Sekalipun cuti merupakan hak seorang karyawan namun alangkah baiknya bila hak cuti ini digunakan sebagaimana mestinya.

Misalnya saat menghadapi seorang karyawan yang selalu berbohong dan membuat alasan yang sengaja dibuat-buat untuk tidak masuk kerja. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah bagi karyawan tersebut sekaligus dapat menurunkan kinerjanya. Untuk menghadapi kondisi ini maka seharusnya perusahaan mempelajari lebih dulu pengajuan cuti tersebut. Apabila dirasa tidak memiliki dasar yang kuat, maka perusahaan berhak untuk tidak mengabulkan cuti tersebut.

Penolakan ajuan cuti sudah seharunya disertai dengan kondisi yang memungkinkan bagi pimpinan perusahaan untuk bisa menghubungi karyawan tersebut sewaktu-waktu. Sebaiknya pastikan bahwa karyawan tersebut tidak menghadapi suatu kendala dalam melakukan pekerjaannya sehingga ia selalu memiliki semangat kerja. Bentuk perhatian seperti ini tentu akan memotivasi karyawan sehingga ia tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan.

Dari informasi di atas cukup jelas bahwa mengatur cuti karyawan perusahaan memang membutuhkan usaha yang bisa jadi cukup kompleks. Apalagi jika semua dilakukan manual, tentu sangat menghabiskan waktu dan tenaga. Oleh sebab itu jangan biarkan perusahaan Anda bekerja secara tidak efisien, sudah saatnya menggunakan teknologi yang lebih baik yaitu JojoTimes. Dimana dengan bantuan software yang satu ini maka perusahaan akan lebih mudah mengatur dan mencatat cuti karyawan. Bahkan berkat fitur yang terintegrasi dengan kehadiran karyawan setiap harinya, software ini mampu memantau karyawan yang cuti tanpa ijin dengan mudah.

Masih banyak pula fitur-fitur menarik JojoTimes termasuk fitur Biometric Face Recognition, Integrated Attendance System, Mobile Leave Request and Approval, serta lain sebagainya. Dengan fitur inilah maka perusahaan Anda akan lebih efektif dan efisien. Karena itu tidak perlu ragu lagi, yuk segera lakukan coba gratis JojoTimes untuk perusahaan Anda. Dapatkan manfaat pengaturan cuti karyawan yang lebih mudah dan tertata rapi. Sehingga perusahaan tidak merugi dan semakin professional.