Cara Menghitung Turnover Rate Karyawan

Turnover, atau yang bisa juga disebut sebagai pergantian karyawan merupakan keinginan karyawan untuk mengundurkan diri, berpindah, atau keluar dari perusahaan. Turnover disebabkan oleh alasan pribadi maupun keputusan perusahaan. Namun kebanyakan, karyawan keluar karena ingin mendapatkan jenjang karir yang lebih baik.

Perusahaan tentu saja tidak bisa meghindari turnover meskipun perusahaan berusaha untuk menjamin karyawan dan memberikan lingkungan bekerja yang positif. Turnover tentu saja dapat merugikan perusahaan, karena banyak biaya yang telah dikeluarkan untuk perekrutan karyawan yang dilakukan. Masalah lain yang ditimbulkan oleh turnover adalah menurunnya tingkat produktifitas perusahaan yang disebabkan oleh kehilangan karyawan sampai dengan adanya pengganti karyawan yang baru. Bacalah artikel ini sampai habis karena akan membantu kamu bagaimana cara menghitung turnover rate karyawan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Turnover

Banyak hal yang menyebabkan karyawan mengundurkan diri dari perusahaan dibawah ini merupakan penyebab terjadinya turnover, yaitu:

Usia

Karyawan yang berusia lebih muda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengundurkan diri. Tingkat turnover yang cenderung tinggi pada karyawan berusia muda disebabkan karena mereka masih memiliki keinginan untuk mencari tahu pekerjaan seperti apa yang cocok dengan dirinya.

Jangka Waktu Kerja

Pengunduran diri lebih banyak terjadi pada karyawan yang memiliki masa kerja lebih singkat. Interaksi dengan rekan-rekan sekitar dan kurangnya sosialisasi awal merupakan keadaan yang memungkinkan untuk terjadinya turnover.

Beban kerja

Karyawan bisa melakukan turnover apabila perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu banyak. Atau memberikan tugas yang tidak disesuaikan dengan kapasitas karyawan tersebut. Akibat beban kerja yang terlalu berat dan diluar dari kapasitas karyawan tersebut dapat mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja.

Faktor lingkungan

Lokasi yang menarik akan meningkatkan rasa Bahagia bagi karyawan, demikian juga dengan lingkungan kerja yang dapat berpengaruh pada turnover karyawan. Jika perusahaan memiliki lingkungan bekerja yang toxic dan tidak sehat, tentu saja akan banyak karyawan yang melakukan pengunduran diri.

Kepuasan Kerja

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat turnover dipengaruhi oleh kepuasan kerja seseorang.

Kepuasan gaji

Kepuasan gaji karyawan dapat menjadi salah satu penyebab turnover, namun persepsi karyawan terhadap perlakuan tidak adil dalam hal kompensasi menjadi penyebab lebih kuat dalam pengunduran diri karyawan.

Faktor organisasi

Didapatkan bahwa ketika pendatang baru memiliki profil nilai mendekati profil nilai organisasi, maka kemungkinan untuk tetap bertahan di tempat kerja lebih besar.

Rumus Menghitung Turnover Rate Karyawan

Ada berbagai macam cara untuk menghitung turnover rate karyawan, dibawah ini akan dijelaskan rumus-rumus yang dapat digunakan untuk menghitung turnover rate karyawan.

Rumus Menghitung Persentase Turnover Rate Karyawan

Jika kamu belum mengetahui jumlah rata-rata karyawan pada perusahaan, jumlah rata-rata karyawan dapat diketahui dengan menambahkan jumlah karyawan yang dipekerjakan perusahaan pada awal periode tertentu dan jumlah karyawan yang dipekerjakan perusahaan pada akhir periode tertentu, dan hasilnya dibagi 2.

Ini berarti bahwa untuk menghitung tingkat turnover karyawan, Anda sebenarnya membutuhkan 3 variabel:

  • Jumlah karyawan yang meninggalkan (secara sukarela atau tidak sukarela ) perusahaan
  • Jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan pada awal periode tertentu.
  • Jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan pada akhir periode tertentu.

Cara Menganalisa Turnover Rate

Perusahaan seringkali bigung apa penyebab dari meningkatnya angka turnover rate dalam kurun waktu tertentu. Untuk lebih memahami pergantian karyawan pada perusahaan, yang harus dilakukan adalah menjawab tiga pertanyaan:

Siapa karyawan yang pergi?

Apabila tingkat turnover suatu perusahaan lebih rendah dari rata-rata karyawan perusahaan, sebaiknya perusahaan perlu untuk melakukan identifikasi mengenai siapa saja yang meninggalkan perusahaan. Terlebih apabila karyawan terbaik perusahaan juga memutuskan untuk pergi dari perusahaan, maka perusahaan perlu untuk mengambil tindakan segera.

Jika perusahaan tidak segera mengambil tindakan, maka citra perusahaan akan dianggap buruk. Tetapi disisi lain, jika karyawan yang pergi merupakan karyawan yang memiliki kinerja yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan, tentu perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dengan menikmati keterlibatan karyawan, produktivitas, dan keuntungan yang lebih baik.

Kapan mereka pergi?

Mencatat dan memperhitungkan kapan karyawan meninggalkan perusahaan bisa sangat berguna. Contohnya, jika perusahaan melihat dan memperhitungkan jumlah tingkat pengunduran diri karyawan baru dalam satu tahun. Bedasarkan data tersebut perusahaanmu dapat mengkaji banyak hal yang perlu untuk diperbaiki. Pertama, hal ini dapat memberi tahu perusahaan apakah metode rekrutmen yang dimiliki berhasil.

Jika sejumlah besar karyawan baru mengundurkan diri karena mereka merasa bahwa tugas pekerjaan mereka berbeda atau lebih rumit dari apa yang mereka harapkan, mungkin perusahaan harus mempertimbangkan untuk meninjau deskripsi pekerjaan yang ditawarkan.

Investasikan lebih banyak waktu dan uang untuk mengembangkan proses orientasi karyawan baru. Jika karyawan pergi karena ketidakcocokan budaya atau lingkungan perusahaan. Perusahaan juga dapat mempertimbangkan untuk menawarkan program pekerjaan lainnya seperti jam kerja yang fleksibel.

Mengapa mereka pergi?

Ketika perusahaan menyadari mengapa karyawan mengundurkan diri, perusahaan dapat mengubah gaya manajemen atau kebijakan perusahaan sebagai tanggapan. Mengadakan wawancara pengunduran diri adalah cara yang bermanfaat. Karena perusahaan dapat melihat apakah karyawan-karyawan yang mengundurkan diri memberikan alasan yang sama untuk pergi, atau apakah mereka menawarkan saran yang berguna untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Misalnya, karyawan sering mengatakan jika mereka memutuskan untuk mengundurkan diri karena masukan dan upaya mereka sering tidak dihargai dan didengarkan. Jika perusahaan seringkali mendengar komentar semacam ini dalam wawancara keluar atau ulasan kinerja, SDM harus bekerja dengan manajer untuk mempertimbangkan perubahan proses penilaian kinerja.

Turnover rate karyawan dapat mengungkap masalah tersembunyi dalam organisasi. Tingkat turnover yang tinggi adalah tanda peringatan yang tidak boleh Anda abaikan. Tinjau proses rekrutmen Anda, ubah rencana kompensasi dan tunjangan Anda atau sertakan kebijakan perencanaan suksesi. Pada akhirnya, jika perusahaan memberi respons dan menghitung turnover rate karyawan secara aktif, tentu saja hal ini akan meningkatkan kinerja perusahaan dan mempertahankan karyawan yang kompatibel.

Meskipun turnover rate pada suatu perusahaan banyak penyebabnya, perusahaan perlu untuk mencegah kenaikan angka pengunduran diri pada karyawan dengan memperbaiki manajemen dan pengelolaan karyawan yang lebih efisien dan menguntukngkan kedua belah pihak.

Jika turnover rate perusahaanmu meningkat karena manajemen karyawan yang buruk, terlebih karena absen yang sering tidak tercatat sehingga mempengaruhi pesangon yang diterima oleh karyawan. Jangan khawatir, JojoTimes dapat menjadi solusi perusahaan untuk mengatasi persoalan absensi. Karena dengan JojoTimes, kamu dapat memantau aktivitas karyawan remote, mendeteksi “late comers” dan “early leavers”, serta otomatisasi tugas administrasi HR.

Serahkan kebutuhan administratif kamu pada proses-proses otomatis dan biarkan karyawan Anda fokus pada tugas-tugas yang lebih penting yang akan membantu perusahaan Anda tumbuh secara eksponensial. Yuk gunakan JojoTimes!