Mengenal Lebih Dekat Bahaya Micromanagement di Suatu Perusahaan

micromanagement

Tidak banyak orang memahami apa sebenarnya micromanagement tersebut. Istilah yang satu ini jarang didengar orang dan sering kali tidak banyak dipahami, baik oleh karyawan bahkan oleh perusahaan sendiri. Sehingga kecenderungan secara tidak sengaja melakukan micromanagement di dalam perusahaan sering kali merupakan hal yang tidak terhindarkan. Oleh sebab itu ada baiknya mengetahui akan hal yang satu ini dan mencoba untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Supaya lebih jelasnya, berikut ini beberapa informasi tentang micromanagement. Mulai dari arti kata tersebut, bahayanya, serta bagaimana ciri dari terjadinya micromanagement di dalam perusahaan secara umum.

Tentang Micromanagement

Dari arti katanya, micromanagement ini bisa berarti suatu proses pengaturan dengan skala yang kecil. Berasal dari kata mikro yang artinya merupakan skala kecil dan digabungkan oleh kata manajemen yang artinya pengaturan. Sehingga dalam sebuah perusahaan, hal ini bisa diartikan sebagai pengaturan dalam skala yang cukup kecil. Misalnya pengaturan yang dilakukan oleh seorang manajer terhadap bawahannya secara langsung. Sehingga dapat diketahui apa yang menjadi halangan dalam tim yang dipimpinnya untuk berkembang serta mencari tahu mana solusi paling tepat untuk diterapkan.

Adapun sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya buruk, tetapi di satu sisi hal ini juga tidak sepenuhnya baik. Menerapkan pengaturan jenis ini memberikan beberapa kelemahan sekaligus kelebihan. Bila bekerja dengan cara tersebut tentu ada banyak kelemahan dari sisi pimpinan perusahaan itu sendiri yang susah untuk membagi dan mendelegasikan tugas pada bawahan lain yang dipercaya. Sehingga akhirnya kerja tidak menjadi optimal dan malah tidak menjadi efisien.

Di satu sisi melakukan micromanagement ini juga bisa berarti membawa perubahan yang positif baik bagi atasan maupun pada bawahannya. Karena melakukan hal tersebut merupakan salah satu langkah yang baik dalam memahami apa yang menjadi kalangan di tingkat bawahan oleh para atasan. Sehingga dalam mencari solusi dan penyelesaian akan lebih optimal karena bisa melihat sendiri apa yang paling tepat serta paling sesuai dengan masalah yang terjadi.

Bahaya Micromanagement

Sekalipun melakukan micromanagement ini memiliki sisi baik, tetapi ternyata cukup banyak juga bahaya yang akan dihadapi perusahaan manakala hal ini terjadi berlarut-larut. Ada baiknya suatu supervisi mempercayakan tugas-tugas pada disiplin yang berkaitan untuk mendapatkan pengawasan dan penugasan yang jauh lebih baik dan optimal. Jika terus menerus melakukan hal tersebut, maka ada resiko dan bahaya yang mungkin terjadi, seperti misalnya berikut ini:

• Tidak Ada Transfer Ilmu
Melakukan sistem pengaturan yang demikian akan membuat susahnya terjadi transfer ilmu antara karyawan yang lebih senior kepada juniornya. Hal ini karena kecenderungan ingin menyelesaikan sendiri dan tidak percaya pada yang lebih muda. Dengan anggapan bahwa karyawan dengan kemampuan yang ada di bawah tidak cukup kompeten untuk pekerjaan yang diberikan.

• Kehilangan Kepercayaan
Sistem ini juga beresiko menghilangkan kepercayaan bawahan terhadap atasannya. Dimana saat atasan terlalu banyak mengatur dan ikur campur maka timbul rasa yang kurang nyaman. Akibatnya bisa berupa kehilangan kepercayaan antara satu dan yang lain.

• Minim Loyalitas
Dengan melakukan sistem ini maka secara tidak langsung juga menghilangkan potensi loyalitas karyawan pada atasannya. Karena bawahan akan berpikir bahwa sangat sulit mendapatkan kepercayaan dari perusahaan sehingga akhirnya merasa malas mengikuti apa yang diinginkan oleh perusahaan.

• Target Yang Tidak Realistis
Umumnya dalam melakukan micromanagement banyak target yang tidak realistis dikunci untuk memberikan peningkatan pendapatan perusahaan. Sehingga hal ini bisa membuat apa yang direncanakan perusahaan tidak berjalan secara optimal.

• Mengurangi Kreativitas
Dengan sistem ini juga bisa membuat karyawan terhalang kreativitasnya. Sehingga tidak ada inovasi menarik dan terobosan baru. Semua tergantung pada keinginan atasan saja dan sistem akan berjalan dengan cara yang sama. Tidak ada evaluasi yang jelas untuk meningkatkan kinerja maupun produktivitas karyawan.

Ciri Micromanagement Dalam Perusahaan

Tentunya setelah mengetahui apa saja kelemahan dari sistem manajemen yang mikro ini maka sebaiknya ketahui apa saja ciri-ciri yang mengarah pada kondisi tersebut. Tak jarang banyak perusahaan tidak sadar bila bahaya tersebut sedang mengintai perusahaan mereka. Terlebih jika banyak yang merasa biasa saja saat pengontrolan tidak terjadi secara efektif dan sistematis. Oleh sebab itu ketahui berikut ini beberapa ciri-ciri terjadinya micromanagement di dalam sebuah perusahaan.

  • Lebih banyak mengutamakan detail daripada gambaran penuhnya, sehingga banyak berfokus pada detail saja dan melupakan apa yang menjadi visi dan misi perusahaan dalam pekerjaan yang dilakukan.
  • Tidak ada keinginan untuk mendelegasikan pekerjaan terhadap orang lain yang bisa membantu. Sehingga sering kali tugas dan pekerjaan hanya dilakukan seorang diri saja, padahal tugas yang ada bisa jadi masih menumpuk dan cukup banyak. Akhirnya hal ini dipandang tidak efektif dan efisien dalam mengupayakan hasil kerja yang lebih maksimal

  • Berfokus pada kesalahan orang lain saja, apabila atasan mulai cenderung melihat kesalahan terlalu detail maka bisa jadi hal ini menunjukkan ciri-ciri berupa terjadinya micromanagement dalam perusahaan tersebut. Karena itu sebisa mungkin selalu lakukan evaluasi pada seluruh tingkatan jabatan yang ada dalam perusahaan, supaya tidak terjadi hal yang demikian atau serupa.
  • Tidak ada komitmen yang baik, umumnya saat mulai terjadi kondisi ini maka mulai susah untuk mendapatkan komitmen dari karyawan sepenuhnya. Hal ini karena karyawan sudah merasa jenuh menjalankan rutinitas pekerjaan yang sama dan tetap setiap harinya. Yang mana pada akhirnya hal ini menyebabkan produktivitas kantor juga menurun secara tidak disadari.
  • Terlalu ikut campur dalam mengambil keputusan, dimana hal ini membuat tidak banyak variasi solusi masalah dan keputusan penting perusahaan yang bisa dikendalikan secara lebih optimal. Ikut campur terlalu banyak pada akhirnya bisa menimbulkan ketidaksinkronan antara hal yang satu dan yang lain.

Dengan penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa penting sekali memilih sistem manajemen perusahaan yang tepat. Sehingga nantinya tidak memberikan masalah yang berarti bagi para karyawan dan perusahaan itu sendiri. Sama halnya dalam perusahaan juga memerlukan pengaturan sumber daya yang tepat dan sesuai. Salah satunya untuk mempermudah proses tersebut yaitu melalui JojoTimes. Dimana software tersebut akan bekerja menyimpan dan mengolah data karyawan sepenuhnya sehingga mudah untuk melihat dan melakukan akses terhadap data-data tersebut kapan saja dan dimana saja.

Tentunya manfaat yang cukup banyak tersebut bisa didapatkan berkat fitur-fitur terbaik yang dimiliki oleh JojoTimes. Misalnya saja fitur Mobile Check In and Check Out, Biometric Face Recognition, maupun Automated Approval Process yang bisa membawa perusahaan ke perubahan yang lebih baik. Oleh sebab itu jangan biarkan perusahaan mengalami penurunan produktivitas dan tidak tersistem optimal. Percayakan segera pada JojoTimes dengan lakukan coba gratis yang bisa memberikan bukti nyata untuk perusahaan Anda. Tunggu apa lagi, yuk segera pakai JojoTimes!