Hal yang Wajib HR Ketahui tentang Offboarding

Pernahkah terbersit dalam benakmu sebagai seorang HR untuk melakukan offboarding pada karyawan di perusahaanmu? Pastilah hal ini bukan hal yang mudah bagi seorang HR, namun terkadang hal tersebut perlu dilakukan demi kebaikan perusahaan di masa mendatang.

HR harus hati-hati dalam tindakannya melakukan offboarding, karena isu ini bisa menjadi hal yang sensitif jika tidak dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Alih-alih HR berpikir telah melakukan yang terbaik untuk perusahaan, justru nama perusahaan bisa tercoreng ketika offboarding dilakukan dengan cara yang kurang profesional tanpa penilaian yang objektif. Bukankah begitu?

Sebenarnya, keputusan dilakukannya tindakan offboarding bukanlah kebijakan HR semata. Tentu saja, ada pihak lain yang turut andil dalam hal ini seperti atasan karyawan tersebut atau bahkan pimpinan perusahaan. Akhirnya, HR pun sebagai orang yang bertugas untuk mengatur manajemen karyawan menjadi pelaksana untuk melakukan offboarding.

Penyebab Terjadinya Offboarding

Sebuah kebijakan yang dibuat oleh perusahaan tentu saja dilakukan atas banyak pertimbangan di antara manajemen sebuah perusahaan. Dan hal tersebut sangat berkaitan dengan sebab atau alasan yang membuat kebijakan tersebut akhirnya dilakukan.

Nah, berikut ini beberapa penyebab yang mungkin dijadikan pertimbangan oleh pihak manajemen perusahaan sebelum melakukan offboarding terhadap karyawannya:

Performa Kerja Karyawan Menurun

Dalam pelaksanaan proses kerja, terkadang karyawan mengalami penurunan performa kerja. Karyawan tidak semangat dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan. Karyawan pun menjadi lalai dari tanggungjawab pekerjaannnya.

Selanjutnya, karyawan tidak melakukan pekerjaannya dengan baik seperti biasanya atau dengan kata lain kurang produktif. Ia menunda-nunda pekerjaan dan tidak fokus saat bekerja. Belum lagi, perilakunya yang tidak disiplin dan datang terlambat ke kantor.

Mungkin saja, karyawan tersebut mengalami burnout sehingga performanya terus menurun dari waktu ke waktu. Ia merasa lelah secara fisik maupun mental. Dalam keadaan tertekan tersebut, ia pun tidak bisa maksimal dalam bekerja.

Tidak Tercapainya Target yang Diminta oleh Perusahaan

Perusahaan biasanya memiliki target yang harus dicapai oleh para karyawannya. Entah itu dalam hal yang sifatnya uang atau pun target lain yang berkaitan dengan kemajuan perusahaan. Target-target inilah yang menjadi acuan dalam menilai key performance indicator para karyawannya.

Jika karyawan berhasil mencapai key performance indicator yang diinginkan oleh perusahaan, maka karyawan tersebut patut diberi apresiasi atas pekerjaan yang telah dilakukannya. Namun, apabila karyawan gagal memenuhi target tersebut, HR bisa mempertimbangkan untuk melakukan offboarding kepada karyawan tersebut.

Karyawan Melakukan Korupsi di Perusahaan

Korupsi merupakan hal yang sangat merugikan perusahaan, apalagi jika nilainya sangat besar. Hal tersebut bahkan bisa memicu kebangkrutan perusahaan di masa mendatang. Perbuatan ini harus segera diselesaikan.

HR bukan hanya perlu melakukan offboarding kepada karyawan yang terbukti melakukan korupsi, namun ia juga harus memastikan bahwa karyawan tersebut membayar ganti rugi atas uang yang ia korupsi. Jika perlu, perusahaan bisa mengambil jalur hukum untuk menindaklanjuti perbuatan pelaku. Sehingga pelaku pun bisa jera atas perbuatan yang telah dia lakukan.

Terjadinya Tindakan Asusila di Kantor

Melakukan tindakan asusila di kantor merupakan hal yang sangat tidak pantas. Hal ini dapat mencoreng nama baik perusahaan di mata klien atau pun masyarakat umum. Apalagi, jika berita ini sampai viral dan tersebar di berbagai macam media.

Berita macam ini akan dengan cepat menyebar ke seluruh antero nusantara. Hanya butuh beberapa jam untuk membuat berita ini jadi trending topic di mana-mana. Citra baik yang selama ini telah dibangun dengan susah payah, kemudian tercoreng oleh perilaku oknum tertentu yang tidak baik berimbas pada karyawan lainnya yang dinilai sama saja.

HR bisa dengan mudah melakukan offboarding pada kasus ini, namun mengembalikkan nama baik perusahaan bukanlah hal yang mudah untuk PR perusahaan tersebut. PR pun harus melakukan strategi untuk membuat citra perusahaan kembali baik.

Adanya Keterlibatan Karyawan dalam Kasus Hukum

Selain tindakan korupsi dan asusila, jika ada karyawan yang terjerat kasus hukum HR juga bisa melakukan offboarding pada karyawan tersebut. Tentu saja, tidak ada perusahaan mana pun yang ingin memperkerjakan pelaku kriminal.

Kasus yang marak terjadi dan diberitakan oleh media biasanya berkaitan dengan pembunuhan. Banyak karyawan yang perilakunya baik namun ternyata adalah seorang pembunuh. Hal ini bisa menyebabkan ketakutan di antara karyawan lainnya.

Karyawan yang terjerat kasus hokum itu pun, tentu saja harus menjalani proses pemeriksaaan yang tidak sebentar. Dan jika terbukti bersalah, dia juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Wah, seram juga ya jika sampai ada kasus seperti ini di kantormu.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Offboarding

Menurut kalian, kira-kira hal apa sajakah yang perlu kalian perhatikan sebelum melakukan offboarding? Jika belum tahu jawabannya, mari kita cari tahu dalam bahasan berikut ini. Dijamin kalian tidak akan bingung dalam praktiknya.

Melakukan Evaluasi Kinerja

Sebelum melakukan offboarding, HR perlu melakukan evaluasi kinerja terlebih dahulu. Mengapa demikian? Agar penilaian dilakukan bisa dipertanggungjawabkan dengan data hasil evaluasi kinerja. Pada evaluasi kinerja tersebut, HR dapat mengetahui masalah apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh karyawan dan hal-hal apa saja yang sebaiknya diperbaiki. Jika kamu masih bingung untuk bagaimana melakukan evaluasi kinerja yang baik dan benar, kamu bisa membaca artikel berikut ini sebagai bahan acuan.

Memberi Kesempatan Kedua untuk Karyawan

HR bisa mempertimbangkan untuk memberi kesempatan kedua bagi karyawan yang akan di offboarding untuk memperbaiki diri dari hasil evaluasi kinerja sebelumnya. Tentu saja kebijakan ini perlu dipertimbangkan dengan baik, dan karaywan tersebut memang benar-benar layak menerima kesempatan kedua tersebut.

Jika memang, setelah diberi kesempatan kedua tersebut ia bisa meningkatkan kualitas kerjanya. HR mungkin perlu membicarakan lebih lanjut kepada pihak manajemen untuk membatalkan offboarding. Namun, jika setelah diberi kesempatan kedua karyawan tidak melakukan perbaikan maka sebaiknya HR segera melakukan offboarding dan mencari kandidat lain yang lebih tepat untuk posisi tersebut.

Cara yang Tepat Saat Melakukan Offboarding

Lalu, bagaimana sih cara yang tepat saat melakukan offboarding kepada karyawan? Yuk, kita bahas agar kamu tidak salah saat melakukan offboarding.

Bicara dengan Bahasa yang Sopan dan Santun

Saat menyampaikan kepada karyawan bahwa kamu akan melakukan offboarding, pakailah bahasa yang sopan dan santun agar karyawan tersebut tidak merasa tersinggung dengan apa yang kamu sampaikan. Mulailah dengan menanyakan kabar kesehatan karyawan atau suasana hatinya.

Selanjutnya, kamu bisa memulai dengan permohonan maaf karena terpaksa melakukan hal tersebut dan menjelaskan berbagai macam pertimbangan yang telah disepakati oleh pihak manajemen perusahaan.

Hargai Privasi Karyawan

Sebaiknya kamu membicarakan hal ini empat mata saja, antara kamu dan karyawan tersebut. Jangan sampai kamu melibatkan oranglain. Karena hal ini bisa membuatnya malu jika sampai terdengar oranglain.

Kamu harus bisa menghargai privasi atau keburukan yang ada dalam diri karyawan tersebut agar tidak menyebar kepada karyawan lainnya.

Ungkapkan Alasan yang Logis dan Objektif

Jangan lupa ungkapkanlah alasan yang logis dan objektif disertai data yang telah kamu kumpulkan sebelumnya. Data tentang key performance indicator dan hal-hal yang berkaitan atau bahan pertimbangan kamu melakukan offboarding.

Hal tersebut sangat penting agar karyawan tersebut tidak berpikir bahwa alasan offboarding yang diutarakan oleh HR itu mengada-ngada atau tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, karaywan pun bisa dengan rendah hati menerima keputusan HR tersebut.

Berikan Waktu kepada Karyawan untuk Berpamitan

Setelah kamu berbicara dengan karaywan tersebut, berikan ia waktu untuk berpamitan dengan rekan kerja lainnya. Selain itu, berikan juga waktu kepadanya untuk membereskan barang-barang yang ada di kantor. Jika perlu, kamu bisa mengadakan farewell party untuk melepas kepergiannya dari perusahaan.

Berikan Kompensasi Upah

Meski sudah dipecat dari perusahaan, kamu harus tetap memberikan gaji atau tunjangan lainnya sebagai hak yang harus diterima oleh karyawan tersebut. Bahkan jika perlu, kamu bisa berdiskusi dengan para pihak manajemen perusahaan untuk memberinya pesangon.

Sungguh topik yang sangat menarik ya, semoga kamu bisa melakukan offboading sesuai dengan tips yang sudha dibahas diatas ya. Jika kamu memiliki banyak permasalahan yang berkaitan dengan administrasi atau manajemen karyawan, kamu bisa menggunakan aplikasi software HR yang dibuat oleh Jojonomic untuk membantu kamu dalam mengelola perusahaan. salah satu produk HR dari Jojonomic sendiri adalah JojoExpense. Dengan JojoExpense, pengeluaran perusahaan tercatat dengan baik dan terhindar dari penipuan keuangan. Ayo buruan coba!