Tugas dan Wewenang OJK dalam Industri Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah salah satu lembaga negara yang bersifat independent. OJK ini memiliki peran penting, khususnya bagi kamu para pelaku bisnis. Untuk itulah, di dalam artikel ini akan dibahas terkait Otoritas Jasa Keuangan secara lengkap dimulai dari definisi, hingga tugas dan wewenang yang dimilikinya. Langsung saja kita bahas satu persatu, yuk!

Pengertian Otoritas Jasa Keuangan

Jadi pengertian dari OJK adalah sebuah lembaga negara yang bersifat independent dan memiliki fungsi dan tugas dalam penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap industri jasa keuangan secara terintegrasi.

Berdirinya Otoritas Jasa Keuangan

Adanya OJK di Indonesia, dilatarbelakangi oleh Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan yang telah diresmikan pada 16 Juli 2012.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoCRM hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Sejarah Dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan

Dalam pembentukannya ada lima langkah yang dilalui, sebelum pada akhirnya OJK menjalankan seluruh rangkaian tugasnya secara menyeluruh, antara lain:

15 Agustus 2012

Dibentuk Tim Transisi OJK tahap I yang bertugas untuk membantu para Dewan Komisioner OJK dalam melaksanakan tugas.

31 Desember 2012

OJK secara efektif beroperasi dengan cakupan tugas Pengawasan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank.

18 Maret 2013

Dibentuk Tim Transisi OJK Tahap II yang bertugas membantu Dewan Komisioner OJK yang melasanakan pengalihan fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan dari BI.

31 Desember 2013

Otoritas Jasa Keuangan sepenuhnya menjalani tugasnya dalam mengawasi kinerja perbankan.

01 Januari 2015

OJK mulai meluaskan pengawasannya ke industry Non-Bank, yaitu pengaturan dan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Mengenai sejarah, sekarang akan dibahas latar belakang dari dibentuknya OJK ini.

Latar Belakang Dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan

Latar belakang pembentukan OJK adalah karena adanya kebutuhan dalam hal penataan beberapa lembaga pelaksana yang bertugas, mengatur, dan memberikan pengawasan di sektor jasa keuangan. Mengacu pada pengertian OJK di atas, berikut ini adalah beberapa hal yang melandasi pembentukan Otoritas Jasa Keuangan:

Amanat Undang-Undang

Adanya amanat Undang-undang untuk melakukan pembentukan lembaga pengawasan di sektor jasa keuangan yang mencakup perbankan, modal, dan Non-Bank, serta badan-badan lain yang melakukan pengelolaan dana masyarakat.

Perkembangan Industri Jasa Keuangan

Adanya globalisasi dan inovasi dalam sistem keuangan serta kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, membuat industri keuangan menjadi sangat dinamis, kompleks, dan saling terhubung.

Untuk itulah diperlukan sebuah lembaga yang bisa menaungi itu semua dan bertindak secara objektif.

Konglomerasi Lembaga Jasa Keuangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konglomerasi adalah keutuhan yang terjadi dari bermacam-macam unsur. Hal ini berarti, dengan adanya konglomerasi membuat lembaga jasa keuangan di Indonesia menjadi satu kepaduan.

Untuk itulah pengawasan perlu dilakukan terhadap lembaga jasa keuangan yang memiliki beberapa anak perusahaan di bidang jasa keuangan yang berbeda kegiatan usaha (konglomerasi). Sebagai contoh, Bank punya anak perusahaan di bidang jasa asuransi, pembiayaan, sekuritas, dan dana pensiun.

Perlindungan Konsumen

Semakin kompleksnya layanan jasa keuangan tentu permasalaha dan pelanggaran di industri ini juga semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan fungsi edukasi, perlindungan konsumen dan pembelaan hukum terhadap konsumen dari pihak-pihak terkait.

Sebab, mau bagaimana pun di dalam proses transaksi, konsumen harus diprioritaskan. Karena, feedback dari konsumen sangat penting bagi perkembangan bisnis seseorang.

Tujuan Didirikannya Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Lebih jelasnya bisa kamu lihat dari poin-poin berikut ini:

  1. Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.
  2. Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
  3. Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Tugas dan Fungsi Otoritas Jasa Keuangan

Fungsi yang dimiliki oleh OJK adalah untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Sedangkan, tugasnya adalah untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor IKNB. Untuk lebih rincinya, kamu bisa melihat tugas dari OJK pada poin penjelasan di bawah ini ya!

Sektor Perbankan

Dalam sektor perbankan, OJK memiliki fungsi sebagai berikut ini:

  • Melakukan pengaturan industri perbankan maupun bank.
  • OJK juga bertugas untuk melakukan penelitian untuk mendukung pengembangan sistem dalam pengawasan bank maupun pengaturan bank.
  • Selain itu, juga bertugas untuk melakukan pembinaan, pemeriksaan dan pengawasan bank.
  • Menyusun ketentuan dan sistem pengawasan bank.
  • Melakukan penegakan hukum melalui peraturan yang ada dalam bidang perbankan.
  • Melaksanakan resolusi dan remedial bank yang mempunyai keuangan tidak sehat.
  • OJK juga memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan secara investigasi dan secara khusus pada penyimpangan yang mengandung unsur pidana pada bidang perbankan.
  • Mengembangkan pengawasan perbankan.
  • Melaksanakan tugas dari Dewan Komisioner
  • Serta memberikan bimbingan evaluasi dan teknis pada bidang perbankan.

Pasar Modal

OJK juga mempunyai tugas di bidang pasar modal antara lain sebagai berikut:

  • Melaksanakan protokol manajemen pada krisis pasar modal.
  • Menyusun peraturan pelaksanaan bidang pasar modal.
  • Merumuskan norma, standar, prosedur dan pedoman kriteria pada bidang pasar modal
  • Menetapkan ketentuan akuntansi sektor pasar modal.
  • Melaksanakan penegakan hukum pada bidang pasar modal.
  • Menganalisis pengawasan dan pengembangan pasar modal.
  • Merumuskan prinsip-prinsip dalam pengelolaan investasi, lembaga efek, transaksi dan tata kelola emiten maupun perusahaan publik.
  • Menyelesaikan keberatan yang telah diajukan pada pihak yang akan dikenakan sanksi dari Bursa efek, OJK, penjaminan dan kliring, penyelesaian dan lembaga penyimpanan.
  • Melakukan pengawasan atau pembinaan pada pihak yang sudah memperoleh persetujuan, izin usaha, dan pendaftaran OJK.
  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoTimes hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)

Ketiga yaitu sektor keuangan non-bank. Jika dibuat menjadi poin-poin penting maka tugasnyanya adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan rumusan kebijakan pada bidang IKNB.
  • Melakukan penegakan pada peraturan di sektor IKNB.
  • Menyusun peraturan pada bidang IKNB.
  • Bisa juga untuk melaksanakan protokol manajemen pada krisis IKNB.
  • Melaksanakan kebijakan IKNB sesuai ketentuan perundang-undangannya.
  • Melakukan pengawasan dan pembinaan pada pihak yang sudah memperoleh persetujuan, izin usaha, dan pendaftaran dari OJK.
  • Memberikan bimbingan evaluasi dan teknis pada bidang IKNB.
  • Melakukan perumusan norma, standar, prosedur dan kriteria di sektor IKNB.
  • Melaksanakan tugas lain dari Dewan Komisioner

Asas-asas Otoritas Jasa Keuangan

Dari tugas yang sudah disebutkan di atas, OJK juga memiliki asas-asas yang berlaku. Berikut ini adalah beberapa asas dalam pelaksanaan tugas Otoritas Jasa Keuangan.

Asas Independensi

Seperti yang telah disebutkan pada pengertian OJK, lembaga negara ini bekerja secara independen dalam mengatur jasa keuangan di Indonesia. Untuk itulah, indenpendensi berperan penting di dalam pelaksanaan tugas Otoritas Jasa Keuangan.

Asas Kepastian Hukum

Dalam pembentukan dan penyelenggaraan lembaga OJK berlandaskan pada hukum dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Asas Kepentingan Umum

OJK dibentuk dan menjalankan tugasnya mengacu kepada kepentingan umum (konsumen). Dengan kata lain, dalam pelaksanaan tugas OJK harus melindungi dan membela kepentingan konsumen.

Asas Keterbukaan

OJK memberikan akses terbuka kepada masyarakat apabila ingin memberikan informasi yang jujur dan tidak diskriminatif terkait dengan adanya pelanggaran di sektor jasa keuangan.

Asas Profesionalisme

OJK terdiri dari individu-individu yang profesional sehingga dalam pelaksaan tugas dan wewenangnya OJK harus berlandaskan asas profesionalisme.

Asas Akuntabilitas

Segala tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh OJK adalah untuk kebaikan konsumen dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Asas Integritas

Dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya, OJK harus berpegang teguh kepada nilai-nilai moral dan norma yang berlaku.

Wewenang Otoritas Jasa Keuangan

Selain tugas, Otoritas Jasa Keuangan juga memiliki wewenang yang meliputi membuat sekaligus menetapkan kebijakan pelaksanaan tugas OJK. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan  juga harus membuat sekaligus menetapkan peraturan tentang pengawasan dalam industri jasa keuangan.

Selanjutnya wewenang Otoritas Jasa Keuangan adalah mengatur struktur infrastruktur dan struktur organisasi, pengelolaan kekayaan maupun kewajiban. Dalam pelaksanaannya, OJK berhak mengatur tata cara penetapan pengelolaan statuter pada lembaga jasa keuangan.

Selain itu, ada juga kewajiban untuk membuat sekaligus menetapkan peraturan mengenai tata cara pemberian sanksi berdasarkan pada peraturan undang-undang yang ada di sektor jasa keuangan. Sebagai informasi tambahan, Otoritas Jasa Keuangan memegang kendali atas pemeriksaan, pengawasan, penyelidikan, tindakan lain pada lembaga jasa keuangan dan perlindungan konsumen.

Dengan demikian, lembaga ini juga punya otoritas atas pemberian sanksi administratif bagi pihak yang telah melanggar undang-undang pada sektor jasa keuangan. Terakhir, Otoritas Jasa Keuangan juga memiliki wewenang untuk memberikan atau mencabut pengesahan izin usaha, penetapan lain pada peraturan undang-undang dalam sektor jasa keuangan.

Nah, Jojonomic punya aplikasi keren yang bisa membantumu untuk mengelola keuangan perusahaan lho! Aplikasi dengan nama JojoExpense ini bisa meningkatkan efisiensi manajemen pengeluaran perusahaan hingga 76% lho!

JojoExpense

Masih banyak lagi, lho fitur-fitur keren yang ditawarkan! Untuk itu, ayo coba demonya dan rasakan sendiri manfaat yang akan kamu dapatkan. Selamat mencoba!