Tahapan yang Biasanya Dilalui dalam Pendanaan Startup

Mencari pendanaa

Jika kamu ingin membangun sebuah startup ada beberapa faktor yang akan menjadikan startup yang kamu bangun memiliki masa depan yang bagus. Utamanya faktor-faktor ini adalah ide dan inovasi yang ditawarkan startup yang kamu bangun sebagai solusi sebuah permasalahan. Tetapi tidak hanya itu saja yang akan menjamin perkembangan startup kamu.

Tentunya dalam membangun dan mengembangkan sebuah startup dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pembiayaan atau modal sebuah startup sangat menentukan bagaimana kelanjutan dari startup tersebut. Untuk memudahkan kita dapat membagi dalam beberapa tahapan sebuah startup mendapatkan dananya. Apa saja tahapan tersebut? Yuk kita bahas!

Modal Awal Startup

Modal awal

Sebuah startup tentunya memerlukan modal awal, modal awal ini yang nantinya akan kamu alokasikan untuk memulai startup yang kamu bangun. Modal awal ini biasanya dialokasikan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan, baik itu perangkat keras atau lunak, perlengkapan penunjang, membuat dokumen legal, hingga menggaji karyawan. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan dana awal ini, seperti dijelaskan di bawah ini.

Bootstrapping

Cara yang paling mudah dalam mendapatkan dana adalah memakai tabungan sendiri/menggabungkan uang dari beberapa rekanan yang ikut membangun startup yang akan kamu rintis.

Menggunakan uang sendiri sebagai modal awal merintis startup dikenal dengan istilah bootstapping. Bootstrapping sendiri adalah pendanaan awal yang paling ideal dan logis jika kamu ingin merintis sebuah startup. Jika diibaratkan hal ini bisa dilakukan sebagai sebuah batu loncatan sebelum start up yang kamu rintis siap untuk scale up.

Hanya saja ada kekurangan dari cara ini, karena kamu harus mengumpulkan uang terlebih dahulu maka jangka waktu yang diperlukan akan lama. Selain itu kekuatan finansial kamu atau rekanan kamu juga bisa saja tidak mencukupi modal awal yang sudah diperhitungkan sehingga kamu butuh waktu lebih lama lagi untuk memulai project start up kamu.

Investor Pitching

Investor pitching adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan modal awal startup yang cukup besar. Selain itu kamu juga bisa melakukan hal ini walaupun startup yang ingin kamu rintis belum berjalan, alias kamu memaparkan konsep dan ide.

Tetapi mencari dana modalm awal tanpa mempunyai startup yang sudah berjalan akan sangat sulit. Kamu harus dapat benar-benar meyakinkan investor kamu bahwa apa yang akan kamu mulai akan menghasilkan sesuatu dan memastikan uang investor tersebut dapat kembali atau bertambah.

Meyakinkan orang lain untuk mempercayakan uangnya kepada kita bukanlah sebuah perkara muda, ada pertanggungjawaban yang harus kamu penuhi jika kamu berhasil melakukan pitching dengan investor dna biasanya berhubungan dengan pembagian saham/hasil usaha yang nantinya akan didapatkan oleh startup yang akan kamu rintis.

Crowd Founding

Cara ini sebenarnya sangat abu-abu untuk diterapkan, tetapi tidak ada salahnya dimasukkan di sini sebagai bentuk pengetahuan.

Crowd founding adalah cara mendapatkan modal awal dengan melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana ini biasanya dilakukan secara online.

Mekanisme penggalangan dana ini yang pertama harus kamu lakukan adalah memeperkenalkan konsep dan ide yang kamu punya kepada masyarakat, untuk mereka yang tertarik, mereka dapat mendanai startup kamu secara sukarela. Biasanya mereka yang mendanai akan diberikan penghargaan dengan menyebutnya sebagai contributor atau tergantung kesepakatan. Tetapi cara ini masih belum banyak dilakukan karena memiliki beberapa kelemahan, yaitu

  • Karena mempresentasikan ide kepada khalayak public, akan ada risiko dimana ide yang kamu presentasikan diambil oleh orang lain kemudian dimodifikasi.
  • Tidak ada benefit langsung untuk penyumbang, agak sulit untuk mendapatkan dana besar dan cepat dengan cara ini.
  • Tidak semua populasi ingin menyumbangkan kepada ide yang kamu punya, apapun rasionalisasinya.

Biasanya dalam melakukan crowd founding, mereka yang membutuhkan akan membuka sebuah halaman di sebuah situs crowd founding dan mempresentgasikan ide mereka tersebut di situs itu. hal ini dilakukan dengan harapan mereka yang melihat/menyumbang akan menyebarkan hal tersebut dan dapat menggugah orang lain.

Mendapatkan Pendanaan Startup Tambahan untuk Modal Pengembangan

cari modal

Jika startup yang kamu buat sudah berjalan, saatnya mencari tambahan modal untuk melakukan pengembangan, ada beberapa tahapan yang akan dilalui dalam fase ini hingga startup yang kamu rintis bisa melakukan IPO. Berikut ini tahapannya.

Seed Capital

Seed capital adalah pengembangan paling kecil, ini adalah sebuah tahap pertama dalam pendanaan startup. Perkiraan besaran pendanaan ini adalah Rp500 juta s.d. Rp2,5 miliar. Pada tahapan ini biasanya sebuah start up masih dalam tahap pencarian potensi produk dan riset pasar yang lebih mendalam

Sumber pendanaan pada tahap ini biasanya berasal dari orang terdekat founder atau venture capital yang memang berfokus memberikan pendanaan pada tahap awal

Angel Investor

Tahap ini adalah tahapan dimana sebuah startup mulai dilirik oleh penanam modal yang berasa dari kalangan diluar kenalan founder. Dikatakan sebagai angel investor karena mereka sudah tahu potensi startup yang ditamankan modal oleh mereka, tanpa harus repot-repot melakukan pitching. Fase ini paling cepat dicapai dalam 6 bulan.

Biasanya sebuah startup sudah memasarkan produknya secara luas, dan sudah melakukan interaksi dengan pamakai. Jika memang sangat berdampak, pada tahap ini biasanya startup juga mulai mendapatkan perhatian dari media.

Seri A / Venture Capital

Tahapan ini adalah tahapan dimana starup yang kamu rintis sudah memiliki pengguna yang sangat besar, selain itu biasanya dalam tahapan ini produk starup yang kemu mulai sudah memiliki cir khas tersendiri.

Venture capital sendiri artinya adalah investor, tetapi investor pada saat ini sudah bukan berbentuk perorangan, tetapi ada juga perusahaan atau korporasi yang rela menaruh uangnya pada startup yang kamu rintis, besaran dana yang diberikan untk tahakan ini berkisar dari Rp10 miliar hingga Rp33 miliar

Seri B / Bridge Loans

Fase ini biasanya ada di tahun ke 2-4 sebuah startup, dengan adanya basis pengguna potensial, startup kamu pastinya sudah menghasilkan keuntungan. Biasanya modal yang didapatkan dalam Seri B ini digunakan untuk ekspansi besar-besaram dalam menjalankan model bisnisnya agar dapat menarik pengguna yang lebih luas.

Pendanaan pada fase ini perkiraannya adalahg Rp22 miliar hingga Rp80 miliar. Tidak banyak perusahaan startup Indonesia yang dapat mencapai tahap ini.

IPO (Initial Public Offering)

Langkah terakhir adalah melakukan penawaran kepada public dengan melakukan IPO di bursa saham.

Pada tahap ini startup kamu sudah melakukan jual beli sahan di bursa saham sehingga diharuskan membuat laporan keuangan public secara berkala. Tahapan ini adalah tahapan yang paling rumit dan memakan waktu, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tahapan ini adalah 5-10 tahun.

Jika kamu merintis sebuah startup maka kamu harus dapat mengelola modal startup dan keuangannya dengan baik, salah satu caranya adalah menggunakan manajemen keuangan yang telah terintegrasi dengan sistem, sehingga kamu bisa melihat alokasi dana yang digunakan untuk reimbursement, disbursement, atau cash in advance. Lakukan hal ini dengan menggunakan JojoExpense

JojoExpense Mempermudah Pengelolaan dan Pengawasan Perusahaan menjadi Lebih Efisien.

Jojonomic mempunyai sebuah solusi untuk membantu mempermudah pengelolaan perusahaan anda. Anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan penghitungan terkait dengan cash advance. Semua dapat dilakukan dan disajikan dengan perangkat lunak JojoExpense.

Anda dapat mengelola seluruh anggaran perusahaan melalui ponsel anda. Menyetujui atau menolak reimbursement atau cash advance kapanpun dimanapun. Hingga memantau penggunaan budget karyawan.

Untuk invoice berjumlah kecil yang berkaitan dengan cash advance, reimbursement, dan disbursement anda tidak perlu repot mengumpulkan bukti pembayaran yang terkadang dapat tercecer. JojoExpense hanya membutuhkan foto dari bukti pembayaran tersebut dan anda dapat langsung mengajukan cash advance, reimbursement, atau disbursement.

Dengan JojoExpense anda tidak perlu khawatir akan adanya penipuan keuangan. JojoExpense dapat mendeteksi percobaan penipuan reimbursement atau cash advance, berkat Intellegence OCR dan Real Time Geo-Tagging.

Anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan pemindaian berkas dan pengawasan yang bertele-tele. Cukup terhubung dengan internet dan anda dapat melakukan pengawasan pada perushaan anda.

Tunggu apa lagi? Download perangkat lunak JojoExpense versi demo JojoExpense di Jojonomic untuk mencoba. Tingkatkan efisiensi dan produktifitas perusahaan anda dengan JojoExpense seperti banyak rekanan kami yang telah terbantu dan mencobanya!

Solusi kami telah membantu lebih dari 300+ perusahana rekanan kami seperti: PT. Pertamina (Persero), PT. ISS Indonesia, dan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.