Pengertian Tutup Buku hingga Tujuannya bagi Perusahaan

Apakah kalian tahu tentang istilah tutup buku? Bagi orang yang berkecimpung di dunia bisnis atau bekerja sebagai akuntan, ini bukanlah hal yang asing.

Tetapi buat kamu sebagai pengusaha yang mungkin tidak memiliki basic di bidang akuntansi ini merupakan hal yang baru. Sebelum membahas mengenai dasar yang digunakan tutup buku. Alangkah baiknya kita mengetahui dulu apa itu pengertian tutup buku tersebut.

Ayo! Perhatikan artikel berikut dibawah ini.

Apa itu Tutup Buku?

Kita akan mulai dari pengertian. Pengertian tutup buku adalah kegiatan yang dilakukan di bagian keuangan untuk meng-cut off atau menutup pelaporan di akhir periode. Kegiatan tutup buku dilakukan pada dua tahap, yaitu pada akhir bulan dan pada akhir tahun.

Konsep dasar tutup buku adalah pemindahan nilai saldo akhir setiap akun-akun di Neraca menjadi saldo awal untuk bulan atau tahun berikutnya.

Sedangkan nilai saldo akhir setiap akun-akun di laba rugi akan ditutup dan dipindahkan ke akun laba tahun berjalan (current year earnings) setiap bulannya.

Kemudian, laba tahun berjalan akan ditutup dan dipindahkan ke laba ditahan (retained earnings) pada akhir tahun setelah tutup buku akhir tahun.

Tutup buku akhir bulan dan tahun ini harus bahkan wajib dilakukan dengan alasan sebagai berikut:

  • Melihat nilai akhir dari laporan neraca sehingga berbagai pihak seperti direksi, pemodal, dan pihak ketiga dapat melihat posisi keuangan dan kekayaan perusahaan.
  • Lalu, melihat nilai akhir dari laporan laba rugi sehingga berbagai pihak seperti direksi, pemodal, dan pihak ketiga dapat melihat kinerja keuangan perusahaan yang dimaksud.
  • Membentuk saldo awal di bulan atau tahun baru atas suatu akun-akun neraca dari saldo akhir bulan atau tahun sebelumnya.
  • Menganalisis rasio keuangan
  • Membagi-bagikan dividen dari laba ditahan setelah tutup buku akhir tahun.
  • Sebagai langkah cut-off data keuangan. Cut-off digunakan juga untuk data keuangan yang dikerjakan dalam software akuntansi.

Penyusun laporan keuangan harus membuat jurnal tutup buku akhir bulan (dikenal sebagai jurnal penutup) sebagai berikut:

  1. Penutupan saldo pendapatan
    [D] Pendapatan
    [K] Ikhtisar laba/ rugi
  2. Penutupan saldo beban
    [D] Ikhtisar laba/ rugi
    [K] Beban
  3. Penutupan ikhtisar laba/ rugi
    [D] Ikhtisar laba/ rugi
    [K] ModalModal ini dapat berupa laba tahun berjalan di mana nilainya berasal dari profit/ loss yang terbentuk dari laporan laba/ rugi.

Selanjutnya ketika tutup buku akhir tahun, akun laba tahun berjalan ini harus dibalik ke akun laba ditahan. Akun laba ditahan inilah yang akan digunakan untuk pembagian dividen atau keuntungan bagi pemegang saham atau pemodal.

Kemudian, setelah membahas pengertian tutup buku, kita akan bahas bahwa kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu tutup buku bulanan dan tutup buku tahunan.

Berikut ini adalah fungsi tutup buku tahunan dan tutup buku bulanan.

Tutup Buku Akhir Bulan

Pertama adalah tutup buku akhir bulan, fungsinya sebagai pemindahan periode akuntansi dari periode sebelumnya menuju ke periode yang berada didepannya.

Selain itu juga, tutup buku bulanan berfungsi sebagai pembentuk jurnal (jika menggunakan software atau program) akan otomatis terbentuk jurnal, diantaranya adalah membentuk jurnal penyusutan aset dan jurnal revaluasi valuta asing (jika perusahaan ekspor/impor).

Tutup Buku Akhir Tahun

Hanya berfungsi sebagai penutup periode tahunan atau tahun berjalan dan membuat jurnal pembalik diantara laba ditahan beserta laba tahun berjalan.

Tutup buku tahunan sebenarnya tidak membentuk jurnal penyusutan aset dan revaluasi tidak seperti kamu melakukan tutup buku bulanan.

Itulah sebabnya kenapa pada saat melakukan tutup buku tahunan tanpa melakukan tutup buku bulanan terlebih dahulu maka sama sekali tidak akan terbentuk jurnal penyusutan. Seperti halnya jika kamu melakukan tutup buku bulanan.

Maka perlu untuk diingat bahwa sebelum melakukan tutup buku tahunan,  terlebih dahulu urut-urutannya adalah harus melakukan tutup buku bulanan terlebih dahulu pada bulan Desember. Setelah itu baru tahapan selanjutnya adalah menutup buku tahunan.

Pada kebanyakan akuntansi, tutup buku akhir bulan dan tahunan dapat langsung dilakukan secara otomatis tanpa harus membuat jurnal secara manual. Proses tutup buku akhir bulan dan tahun ini dilakukan secara umum berada pada menu Tutup Buku.

Konsep Dasar Apa Saja yang berasal dari Tutup Buku?

Dalam praktik atau pengaplikasiannya, ada konsep yang perlu kamu ketahui dalam kegiatan tutup buku, yaitu:

  • Memindahkan nilai dari saldo-saldo akhir dari setiap akun-akun neraca menjadi saldo awal untuk bulan atau tahun berikutnya.
  • Menutup saldo akhir akun laba rugi  ke akun laba tahun berjalan (Current Year Earnings).
  • Menutup dan memindahkan akun laba tahun berjalan kepada akun laba ditahan (Retained Earnings).

Tujuan Tutup Buku

Mengapa tutup buku wajib dilakukan? Sebagai pembisnis kalian harus tahu tujuan dari dilakukannya tutup buku. Berikut ini uraian tujuan dilakukannya tutup buku.

Pelaporan Keuangan

Hal ini dimaksudkan agar dapat mengetahui bagaimana keadaan keuangan perusahaan. Tutup buku yang dilakukan secara berkala akan mempermudah apabila sewaktu-waktu pihak eksternal maupun internal perusahaan.

Biasanya mereka meminta data keuangan perusahaan, misalnya pemodal, untuk pajak, dan direksi.

Mengetahui Laba Rugi

Kamu perlu memastikan bahwa perusahaan yang dikelola baik-baik saja. Salah satu cara mengetahui keadaan perusahaan ialah dengan melihat tutup buku.

Dalam tutup buku kamu dapat mengetahui status keuangan pada periode tertentu. Apakah dalam periode tersebut perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan.

Mengetahui Saldo Akhir

Sebagai pemilik perusahaan sangat penting bagi kamu untuk mengetahui nilai saldo akhir yang dimiliki perusahaan. Hal ini akan membuatmu lebih memahami secara detil perkembangan bisnis yang kamu kelola.

Selain itu, kamu dapat juga mengetahui apakah target pemasukan atau pendapatan di bulan atau tahun tersebut tercapai atau tidak.

Nilai saldo akhir dalam neraca juga akan membuat berbagai pihak seperti direksi dan pemilik saham mengetahui jumlah keuangan dan kekayaan milik perusahaan.

Menganalisis Keuangan Perusahaan

Tutup buku yang dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tertentu misalnya perbulan, atau tiga, enam bulan, bahkan pertahun akan mempermudah berbagai pihak menganalisis, khususnya pemilik perusahaan.

Kamu dapat menganalisis setiap saldo akhir dari tutup buku yang lalu dan tutup buku berikutnya, apakah mengalami penurunan atau kenaikan.

Penting bagi kamu untuk memperhatikan setiap laporan akhir pada semua periode tutup buku. Menganalisis setiap pelaporan yang dibuat akan membuatmu mengetahui posisi keuangan perusahaan, maju mundurnya perusahaan.

Kamu juga dapat segera mengecek kesalahan atau menganalisis mengapa perusahaan mengalami kerugian. Analisis yang mendetil dan komprehensif akan membuat kamu meningkatkan inovasi dan kreasi demi berkembangnya perusahaan dari tahun ke tahun.

Membentuk Saldo Awal dan Rapihnya Pembukuan

Kemudian, tutup buku selain bertujuan untuk mempengaruhi saldo akhir juga memiliki tujuan untuk membentuk saldo awal. Membentuk saldo awal ini dilakukan di bulan atau tahun yang baru atas suatu akun-akun neraca dari saldo akhir sebelumnya.

Berikutnya, tutup buku yang dilakukan secara berkala juga dapat membantu merapikan pembukuan. Sehingga perusahaan akan mendapatkan pembukuan yang terbaru atau ter-update.

Selain tujuan yang sudah dijabarkan di atas, tutup buku juga memiliki tujuan lainnya yaitu sebagai langkah cut-off data keuangan perusahaan. Kemudian akan membagi deviden dari laba ditahan setelah tutup buku akhir tahun.

Fungsi dari Tutup Buku Sendiri Antara Lain:

Lalu, tutup buku memiliki fungsi tersendiri yaitu:

Mencari Selisih dengan Cepat

Semakin kamu sering melakukan, tutup buku di periode yang telah ditentukan akan mempermudah kamu dalam mencari selisih atau perbedaan antara pembukuan dengan bukti fisik.

Pelaporan Keuangan

Maksudnya adalah tutup buku untuk mendapatkan hasil akun akhir periode tutup buku dilakukan. Sehingga ketika akan dibuat laporan keuangan tinggal memasukkan nilai akhir dari masing-masing akun yang sudah ditutup.

Rapinya Pembukuan

Terakhir, tutup buku digunakan untuk merapih-kan pembukuan. Sehingga akan didapatkan pembukuan yang update dan terbaru.

Bicara soal pengertian tutup buku hingga tujuannya, secara tidak langsung akan bicara juga soal pengelolaan keuangan perusahaan.

Untuk memudahkan pekerjaanmu dalam hal pencatatan keuangan, khususnya cash advance dan reimbursement kamu bisa gunakan JojoExpense dari Jojonomic.

Aplikasi dan software ini bisa memudahkan kamu untuk mencatat arus keuangan. Kamu dapat melakukannya secara digital dimana saja dan kapan saja. SEhingga efisiensi kerjamu akan meningkat, bahkan hingga 76%, selamat mencoba!