Prinsip Manajemen Yang Memiliki 4 Tujuan Penting

prinsip manajemen

Prinsip manajemen pada dasarnya merupakan suatu dalil yang merupakan bagian dari proses menggerakkan banyak orang serta menggerakkan berbagai fasilitas. Umumnya proses penggerakkan ini terjadi agar seseorang mau melakukan berbagai perbuatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki. Jadi di dalam proses pergerakan ini sudah seharusnya ada pedoman yang mendasari segala perbuatan atau tindakan bagi seseorang. Dengan adanya pedoman inilah maka semua orang diharapkan dapat bertindak dengan tepat.

Manajemen sendiri sebenarnya merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Italia yaitu maneggiare. Arti dari istilah asing dari Italia tersebut adalah mengendalikan. Kemudian kata asing tersebut digunakan di dalam bahasa Perancis dengan istilah manus yang berarti tangan. Kata manus sendiri dalam bahasa Latin lebih mengacu kepada istilah mengendalikan kuda. Selanjutnya istilah yang awalnya berupa maneggiare ini terus diadopsi ke dalam beberapa bahasa hingga akhirnya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah management. Istilah management ini memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Di Indonesia sendiri istilah manajemen merupakan kata serapan dari management dan memiliki arti dasar yang sama dengan mengendalikan atau mengatur.

Tujuan Prinsip Manajemen

Adapun prinsip manajemen ini sebenarnya memiliki beberapa tujuan yang spesifik. Beberapa di antara tujuan tersebut yaitu antara lain sebagai berikut.

1. Memberikan pengarahan.

Dengan adanya berbagai pedoman yang ditanamkan pada anggota organisasi maka tiap anggota akan bertindak sesuai dengan adanya pedoman tersebut. Jadi setiap orang di dalam organisasi bisa tahu dengan jelas arah dari segala hal yang dilakukannya. Kondisi ini akan mendukung organisasi sehingga dapat lebih mudah mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Tanpa adanya arahan maka setiap orang di dalam suatu organisasi akan bekerja secara sendiri-sendiri. Bahkan bisa saja setiap orang tidak tahu mengenai tujuan dari apa yang dilakukannya. Tentu saja kondisi ini akan membuat kinerja organisasi menjadi kurang efektif dan kurang efisien. Bahkan organisasi bisa menjadi berantakan karena tidak adanya arahan. Oleh karena itu adanya arahan dan pedoman bagi organisasi dan perusahaan sangatlah penting. Arahan ini juga harus dikomunikasikan dengan baik pada para tenaga kerja di suatu perusahaan.

2. Mengurangi ketidakpastian.

Seorang manajer dalam membuat sistem manajemen tentunya disertai dengan pandangan jauh ke depan. Berbagai hal yang mungkin saja bisa terjadi ke depannya juga akan diperkirakan sehingga tidak menjadi penghambat bagi jalannya suatu organisasi. Berbagai perubahan yang akan terjadi juga turut menjadi ramalan atau prediksi bagi seorang manajer sehingga setiap keputusan diambil dengan berdasar pada berbagai macam pertimbangan tersebut. Perencanaan pada suatu organisasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan segala hal yang mungkin saja bisa menghambat jalannya organisasi. Segala ketidakpastian yang bisa terjadi diantisipasi semaksimal mungkin agar tidak sampai menghambat jalannya organisasi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pedoman yang kuat dan dapat membuat organisasi bisa terus menjalankan misinya dalam rangka mencapai tujuan.

3. Meminimalisir pemborosan.

Segala pekerjaan yang terarah dan terencana sudah tentu akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Demikian pula di dalam suatu perusahaan tentunya para tenaga kerja bisa menjalankan tugas dan pekerjaannya masing-masing dengan baik. Segala arahan yang telah menjadi pedoman bagi terlaksananya suatu tindakan ini tentu menimbulkan adanya biaya pengeluaran. Oleh karena itu sudah seharusnya arahan ini ada sehingga segala perbuatan yang dilakukan setiap tenaga kerja di perusahaan bersifat efektif dan efisien. Dengan demikian maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan bisa ditekan. Pemborosan bisa diminimalisir karena tidak adanya inefisiensi di dalam perusahaan.

4. Menetapkan tujuan.

Adanya pedoman bagi suatu perusahaan tentu akan membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkannya. Tujuan bersama dari para tenaga kerja yang menjadi anggota di suatu perusahaan juga dapat tercapai dengan lebih mudah. Hal ini bisa saja terjadi karena adanya perilaku atau tindakan yang dilakukan dengan berdasar pada pedoman dan harapan dari perusahaan sehingga tujuan bisa segera tercapai. Pada akhirnya pedoman yang telah ditetapkan ini bisa juga memiliki fungsi sebagai kontrol dan evaluasi terhadap kinerja anggota perusahaan. Dengan adanya pengontrolan dan evaluasi inilah maka setiap anggota dari suatu perusahaan dapat mengerti kesalahannya dalam bekerja serta dapat mencegahnya agar tidak sampai terulang lagi. Dengan demikian maka setiap anggota pekerja bisa memaksimalkan peran dan tugasnya masing-masing dan bisa bekerja sama mendukung perusahaan untuk bisa mencapai tujuan utama.

Unsur Prinsip Manajemen

Pada dasarnya sebuah rencana dan sasaran menjadi hal yang penting di dalam prinsip manajemen. Rencana atau yang juga disebut dengan istilah plan merupakan skema yang dibuat dan dijadikan sebagai dokumen untuk mencapai tujuan. Umumnya perencanaan ini meliputi jadwal dan sumber daya serta berbagai tindakan penting lainnya yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan. Sedangkan sasaran sebenarnya merupakan hal yang ingin dicapai oleh seseorang ataupun oleh grup ataupun sebuah organisasi. Sasaran seringkali disebut juga dengan istilah tujuan. Sasaran ini akan memandu manajemen hingga timbul suatu keputusan dan terjadi tindakan. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai kriteria untuk mengukur suatu hal atau pekerjaan.

Sasaran dan rencana pada dasarnya saling berhubungan dan keduanya ini sangat penting bagi suatu organisasi atau perusahaan. Sebuah perencanaan sudah tentu dibuat bila sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi sudah ditentukan. Jadi sebuah perencanaan akan dibuat mengikuti penetapan tujuan atau sasaran dari organisasi. Misalnya saja sebuah perusahaan memiliki sasaran tepat yaitu konsumen. Maka segala perencanaan akan dibuat dengan tujuan utama yaitu meraih konsumen. Kedua hal ini menjadi hal penting dalam proses manajemen karena suatu sistem manajemen dibuat untuk mempermudah organisasi dalam mencapai sasaran dan menjalankan rencana. Oleh karena itu prinsip manajemen dari sebuah organisasi haruslah jelas dan tepat agar apa yang dilakukan organisasi dapat berjalan sesuai dengan rencana sehingga bisa semakin tepat sasaran.

Prinsip manajemen pada dasarnya membantu agar segala sesuatu yang direncanakan dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan. Demikian juga halnya pembayaran payroll perusahaan hendaknya diatur sedemikian rupa pula. Salah satunya melalui penggunaan produk yang sesuai, misalnya yaitu JojoPayroll. Dengan produk ini maka perusahaan dapat mencetak slip gaji otomatis, memastikan pemotongan pajak yang tepat dan benar. Selain itu lebih mudah pula untuk menentukan tunjangan serta gaji karyawan otomatis sesuai jumlah kehadiran mereka.

Semua manfaat ini berkat berbagai macam fitur yang tersemat di dalam JojoPayroll. Beberapa fitur tersebut termasuk fitur Automatic Prorate for New Joiners, Customized Allowance Component, Allowance by Organization Chart, Customized Deduction Component, Multiple Deduction Type, serta fitur-fitur menarik lainnya. Oleh sebab itu segera saja beralih pada produk ini dan dapatkan coba gratis sekarang juga. Beralihlah pada sistem payroll yang lebih baik dan sistematis hanya bersama dengan JojoPayroll.