9 Cara SEO on Page Paling Mudah dan Mendasar

cara seo on page

Cara SEO bagi beberapa orang mungkin terkesan agak rumit. Karena, selain harus memiliki kemampuan menulis yang baik, juga dituntut untuk mengerti algoritma mesin pencari. Sementara itu, algoritma mesin pencari terkadang berubah mengikuti kebiasaan manusia. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki ahli SEO di dalamnya.

Ini karena content marketing atau blog marketing merupakan salah satu sarana digital marketing yang terbaik. Orang biasanya mencari informasi atau review serta melakukan klarifikasi via mesin pencari. Semakin baik letak blog tersebut di mesin pencari, semakin orang mudah percaya terhadap isi berita tersebut.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas 10 cara SEO paling mudah dan mendasar (berdasar YOAST). Perlu Anda pahami bahwa penulisan SEO memiliki 2 pembagian besar, yaitu: keterbacaan dan penyematan kata kunci (keyword)

1.      Keterbacaan

Terminologi keterbacaan merujuk kepada mudah atau tidaknya artikel tersebut dibaca oleh pengunjung web. Artikel yang mudah dibaca akan membuat pengunjung merasa betah membaca dan berada di halaman web tersebut. Ini meningkatkan ikatan antara pengunjung dengan web dan menumbuhkan kepercayaan (trust).

Agar artikel di halaman web yang pelanggan kunjungi tersebut mudah dibaca, ada 4 aturan yang harus dipenuhi.

perbandingan cara SEO1.      Menggunakan Heading, Sub-Heading, Paragraf, dan Bullet/Numbering

Membaca merupakan satu kegiatan yang melelahkan mata. Apalagi jika membaca melalui layar computer, laptop, ataupun smartphone. Oleh karena itu, dalam menyusun artikel cara SEO, penulis harus memberikan jeda mata untuk beristirahat. Caranya? Yaitu dengan menggunakan heading, sub heading, paragraf, dan bullet/numbering.

Penggunaan 4 unsur tulisan ini juga bertujuan supaya pembaca lebih mudah menangkap inti atau gagasan pokok. Baik gagasan pokok keseluruhan, per bab, sub-bab, ataupun paragraf. Pembaca yang menangkap gagasan inti dengan baik akan lebih betah membaca dan berdiam di halaman tersebut. Pembaca juga akan menganggap artikel tersebut lebih relevan dan menyenangkan.

2.      Letak Heading atau Sub-Heading Berjarak Kurang dari 300 Kata

Heading atau sub-heading yang terlalu jauh menjadi tidak efektif lagi keberadaannya. Pembaca terpaksa membaca dengan jarak yang cukup lama sebelum bisa mendapatkan jeda. Ini tentu melelahkan dan tidak menyenangkan bagi mata pengunjung.

Idealnya, dalam cara SEO, setiap 300 kata atau kurang wajib terletak heading atau sub-heading. Selain untuk estetika dan lebih muda dibaca, juga lebih mudah mencari gagasan inti dari sub bab tersebut. Ini akan meningkatkan retensi pembaca.

cara seo on page diagram3.      Panjang Paragraf Kurang dari 4 Baris

Paragraf yang lebih dari 4 baris akan melelahkan bagi mata pembaca. Selain itu, semakin panjang paragraf, biasanya pembaca akan kesulitaan untuk menemukan ide atau gagasan pokoknya. Gagasan pokok yang tidak jelas akan mengurangi minat membaca.

Untuk itu, paragraf dalam cara SEO, hendaknya diatur antara 3 – 4 baris maksimal. Dengan demikian akan memberikan jarak ideal untuk membaca, ataupun mencari ide pokoknya.

4.      Panjang 1 Kalimat Kurang dari 20 Kata

Prinsipnya adalah semakin sederhana sebuah kalimat, semakin mudah untuk dipahami, dan semakin disukai pembaca. Sebaliknya, semakin panjang, menjadi sulit dibaca dan dipahami. Pengunjung pun tak mau terlalu berpikir keras untuk memahami hal yang rumit, apalagi melalui layar.

Oleh karena itu, pertahankan agar jumlah kata dalam 1 kalimat kurang dari 20 kata. Semakin pendek semakin baik dalam cara SEO. Yang penting, ide yang ingin diungkapkan dapat tersampaikan dengan tepat.

5.      Font Tepat dan Ukuran Huruf antara 12 – 14

Meski kelihatan sepele, sebenarnya ini sangat penting untuk cara SEO. Font yang dipilih untuk layar memang berbeda karakteristiknya dengan font untuk cetak. Meskipun aplikasi pengolah kata saat ini sudah memuat default font yang aplikatif untuk keduanya. Untuk bahan bacaan di layar, font yang dapat digunakan antara lain arial, georgia, verdana, dan sebagainya.

Ukuran huruf pun juga termasuk penting. Berdasarkan pengalaman, ukuran huruf terbaik untuk bacaan di layar adalah 13 – 14. Ukuran 12 sudah sangat minimal, dan akan ditinggal pembaca jika dikecikan lagi. Jika lebih dari 14, ukuran menjadi terlalu besar dan tidak nyaman untuk menggeser layar terus-menerus.

2.      Penempatan Kata Kunci

Kata kunci  merupakan kata atau frasa yang diketikkan oleh pengunjung di mesin pencari. Penempatan kata kunci sangat penting dalam cara SEO karena ini akan berkaitan dengan algoritma mesin pencari. Penempatan kata kunci yang tepat meningkatkan kemungkinan halaman terindeks dan menempati halaman pertama hasil penelusuran.

6.      Kata Kunci di Heading, Sub-Heading, Permalink, dan Paragraf Awal

Kata kunci  yang kita bidik harus ada pada 4 unsur artikel tersebut. Ini akan membantu mesin pencari memahami bahwa artikel kita benar-benar penting dan berkaitan dengan kata kunci tersebut. Dengan demikian, mesin pencari dapat menempatkan artikel kita di  halaman-halaman awal.

Yang perlu diingat, penempatan kata kunci tetap harus mementingkan keterbacaan atau pemahaman pembaca. Jangan hanya meletakkan kata kunci secara amburadul dan berantakan.

komponen cara SEO7.      Keyword Density antara 1 – 2%

Istilah keyword density berarti kepadatan kata kunci alias seberapa banyak kata kunci dibandingkan keseluruhan artikel. Cara SEO yang baik adalah menempatkan sebanyak 1 – 2% kata kunci di artikel tersebut. Penempatan ini harus tersebar di beberapa sub-heading.

Semakin kecil density, semakin artikel tersebut dianggap tidak berkaitan dengan topik kata kunci. Sedangkan, density yang terlalu besar, dapat menyebabkan artikel tersebut dianggap spam. Karena, mesin pencari menganggap artikel ini hanya “menyampah” kata kunci saja,dan tidak benar-benar memberi informasi.

8.      Panjang Kata Kunci antara 2 – 5 kata

Keyword yang kita bidik sebaiknya memiliki panjang antara 2 – 5 kata. Semakin sedikit, biasanya persaingan akan semakin sulit dan topik menjadi terlalu luas. Semakin panjang, persaingan memang sedikit, tapi volume pencarian juga sangat minim.

Untuk itu, content writer perlu mencari kata kunci yang tepat. Lebih baik menggunakan long tail  keyword tentunya.

9.      Latent Semantic Index

LSI (Latent Semantic Index) merujuk kepada daftar kata/frasa yang memiliki hubungan semantik dengan kata kunci. Kata ini dapat berupa sinonim, atau daftar terkait dengan kata kunci.

Misal ketika pengunjung mengetikkan “lamaran kerja”, akan ada daftar kata kunci yang dianjurkan oleh mesin pencari. Daftarnya bisa berupa “cara membuat lamaran kerja”, “jasa membuat lamaran kerja”, dan semacamnya.

LSI ini perlu disematkan dalam artikel. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting ia ada. Entah di awal, tengah, atau akhir artikel.

Mempekerjakan Ahli SEO

absen ahli  cara SEOBagi  perusahaan ingin mempekerjakan ahli SEO, sistem monitoringnya mudah, yaitu dengan menggunakan JojoTimes. Dengan fitur biometerik dan geolokasi yang canggih, perusahaan dapat memantau kinerja karyawannya dengan efektif. Sumber daya perusahaan pun dapat digunakan secara efisien.

Coba demonya secara gratis di sini. Kini, tak perlu lagi khawatir dengan cara SEO perusahaan Anda.