Sistem Ekonomi: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Tahukah kamu apa itu sistem ekonomi? Walaupun kamu tidak mengerti atau tertarik kepada bidang ekonomi, tidak bisa dipungkiri bahwa kamu pun termasuk bagian dari ekonomi negara tempatmu tinggal loh. Masing-masing negara pun memiliki sistem ekonomi sendiri, yang digunakan untuk menyelesaikan atau menghadapi masalah dalam bidang ekonomi. Sistem tersebut bergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi di negara tersebut. Mengetahui tentang sistem ekonomi yang dimiliki oleh negara tempatmu tinggal akan sangat berguna bagimu, ketika memutuskan untuk membangun bisnis sendiri. Yuk, kita simak artikel berikut ini akan membahas lebih luas tentang sistem ekonomi!

Pengertian Sistem Ekonomi?

Arti yang konkret dari sistem ekonomi cukup sulit untuk diberikan kebebasan, karena ahli yang berbeda cenderung memiliki pandangan yang berbeda tentang sistem ekonomi itu sendiri. Pada dasarnya, sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisir segala aktivitas ekonomi dalam anggota masyarakat, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, berdasarkan prinsip tertentu, demi mencapai kemakmuran atau kesejahteraan. Untuk dapat menjalankan sistem ekonomi dengan efektif, diperlukan perangkat-perangkat ekonomi, seperti konsumen, produsen, pemerintah, bank dan lain sebagainya.

Fungsi Sistem Ekonomi

Berikut ini yaitu fungsi sistem ekonomi secara umum adalah:

  • Sebagai penyedia dorongan untuk memproduksi barang
  • Berfungsi dalam mengoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian
  • Sebagai pengatur dalam pembagian hasil memproduksi barang di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
  • Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi di dunia pun dibagi-bagi menjadi beberapa jenis. Secara garis besar, terdapat empat jenis sistem ekonomi di dunia, yakni tradisional, komando, pasar dan campuran. Setiap sistem ekonomi ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, serta sub-ekonomi dan kecenderungannya sendiri-sendiri. Yuk, kita kenali lebih lanjut tentang masing-masing jenis sistem ekonomi berikut ini!

Sistem Ekonomi Tradisional

Mari kita mulai dari sistem ekonomi tradisional yang merupakan sistem paling konvensional dan jenis ekonomi paling kuno di dunia. Ada beberapa elemen dari ekonomi tradisional yang ingin dibangkitkan lagi dalam perekonomian yang lebih maju, seperti sistem ekonomi campuran.

Menghargai Tradisi

Ekonomi tradisional masih menghasilkan produk dan jasa yang merupakan hasil langsung dari keyakinan, adat istiadat, tradisi, agama, dll. Sebagian besar daerah di dunia masih berfungsi di bawah sistem ekonomi tradisional. Daerah ini biasanya merupakan pedesaan, negara-negara dunia kedua atau ketiga, dan daerah yang memiliki hubungan dekat dengan tanah, biasanya melalui pertanian. Adapula kelompok-kelompok nomaden kecil, yang meskipun menggunakan perekonomian tradisional, juga sering berinteraksi dengan perekonomian lain untuk menjual, perdagangan, barter, dll.

Minim limbah

Ekonomi tradisional memang tidak menghasilkan keuntungan atau surplus yang dihasilkan oleh ekonomi pasar atau campuran. Dalam ekonomi tradisional, surplus adalah hal yang langka. Negara dunia ketiga dan/atau negara-negara berpenduduk pribumi relatif tidak memiliki sumber daya yang diperlukan. Kalaupun iya, sumber daya tersebut cenderung dikendalikan oleh perekonomian yang lebih kaya, tidak jarang dengan kekerasan. Dalam banyak kasus, surplus apa pun yang didistribusikan, terbuang atau didbayar untuk beberapa pemilik wewenang yang telah diberi kekuasaan.

Keuntungan dan kerugian

Keuntungan yang paling jelas, sudah pasti, adalah terjaganya tradisi dan adat daerah yang mempraktekkan perekonomian ini. Hal ini nyaris tidak terjadi di perekonomian pasar dan campuran. Di samping itu, masing-masing anggota perekonomian tradisional memiliki peran yang spesifik dan jelas, sehingga anggota masyarakat memiliki hubungan yang terjalin erat dan kepuasan sosial.

Di sisi lain, kerugian utamanya adalah bahwa perekonomian tradisional tidak menikmati hal-hal yang dianggap remeh oleh sistem ekonomi lainnya, yakni metode kedokteran barat, fasilitas yang terpusat, teknologi, dll. Namun, tentu saja, hal-hal tersebut tidak menjamin kebahagiaan, perdamaian, stabilitas sosial maupun, yang paling ironis, stabilitas ekonomi.

Sistem Ekonomi Komando

Dalam hal kemajuan ekonomi, sistem ekonomi komando bisa dibilang langkah berikutnya dari perekonomian tradisional. Namun, bukan berarti ia adalah perekonomian yang lebih adil atau merupakan perbaikan yang tepat. Ada berbagai hal yang secara fundamental salah dengan sistem ekonomi komando.

Kontrol yang terpusat

Fitur yang paling penting dari sistem ekonomi komando adalah bahwa sebagian besar dari sistem ekonomi dikendalikan oleh kekuatan terpusat, yakni pemerintah. Perekonomian semacam ini cenderung berkembang ketika sebuah negara yang menganut sistem memiliki sumber daya berharga dalam jumlah yang sangat besar. Pemerintah lalu akan mengatur sumber daya tersebut. Dalam perekonomian ini, seringkali pemerintah akan memiliki semua yang terlibat dalam proses industri, mulai dari peralatan hingga fasilitas.

Keuntungan yang diharapkan

Dari waktu ke waktu, akan mulai terlihat bagaimana perekonomian ini dapat menimbulkan keributan di antara anggota masyarakat. Namun, jika pemerintah membuat kebijakan-kebijakan dengan cerdas, maka ada beberapa potensi keuntungan. Pertama, perekonomian komando mampu menciptakan pasokan yang sehat dari sumber daya milik negara yang menganut sistem itu sendiri. Hal ini, umumnya, dapat memberikan imbalan kepada rakyatnya sendiri dengan harga terjangkau. Namun, karena akhirnya diatur oleh pemerintah, harga ini pun akhirnya akan ditentukan oleh pemerintah. Meskipun begitu, tetap saja tidak terjadi kekurangan pekerjaan karena pemerintah, sama halnya dengan perekonomian pasar, tumbuh bersama dengan anggota masyarakatnya.

Menguasai sesukanya

Menariknya—atau mungkin mudah diduga—pemerintah dalam sistem ekonomi komando hanya ingin mengontrol sumber dayanya yang paling berharga. Hal lain, seperti agrikultur, diserahkan untuk diregulasi dan dikelola oleh rakyatnya. Inilah sifat alami dari sistem ekonomi komando. Pemerintahan komunis termasuk ke dalam kategori ini.

Sistem Ekonomi Pasar

Perekonomian pasar sangat mirip dengan pasar bebas. Pemerintah tidak mengendalikan sumber daya vital, barang berharga atau segmen utama lainnya dari perekonomian. Dengan cara ini, organisasi yang dijalankan oleh anggota masyarakat menentukan bagaimana perekonomian berjalan, bagaimana pasokan yang dihasilkan, apa tuntutan yang diperlukan, dll.

Kapitalisme dan sosialisme

Di dunia ini tidak ada yang namanya sistem ekonomi pasar yang benar-benar bebas. Sebagai contoh, meskipun Amerika mempunyai macam-macam sistem ekonomi sendiri tetapi Amerika adalah bangsa kapitalis. Artinya, pemerintah masih mengatur (atau mencoba untuk mengatur) perdagangan yang adil, program pemerintah, urusan moral, monopoli, dll.

Keuntungan dari kapitalisme adalah adanya ekonomi eksplosif yang dikontrol dengan sangat baik dan relatif aman. Ini akan kontras dengan sosialisme, dimana pemerintah (seperti perekonomian komando) mengontrol dan memiliki industri yang paling menguntungkan dan vital, tetapi memungkinkan sisa pasar untuk beroperasi secara bebas. Hal ini dicapai dengan cara harga diperbolehkan berfluktuasi bebas berdasarkan penawaran dan permintaan.

Pasar ekonomi dan politik

Bisa dibilang keuntungan terbesar dari sistem ekonomi pasar—setidaknya, di luar manfaat ekonomi—adalah terpisahnya pasar dan pemerintah. Hal ini demi mencegah pemerintah menjadi terlalu kuat, terlalu mengontrol dan terlalu mirip dengan pemerintah diktator. Sama halnya dengan pemisahan gereja dan negara telah menjadi hal yang vital bagi keberhasilan sosial negara barat, pemisahan pasar dan negara sangatlah penting untuk memenuhi keberhasilan ekonomi ini. Sistem perekononomian ini pun mendorong terjadinya pertumbuhan yang konstan demi keberhasilannya. Alhasil, cenderung terjadi kemajuan dan inovasi pada kecepatan yang luar biasa.

Sistem Ekonomi Campuran

Sebuah sistem ekonomi campuran (juga dikenal sebagai dual economy) adalah, seperti namanya, merupakan kombinasi dari sistem ekonomi, tetapi terutama mengacu pada gabungan sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando. Ekonomi tradisional tidak biasanya tercampur dengan baik. Dari campur tangan ini, terdapat banyak sekali variasi, namun utamanya sistem ekonomi campuran merupakan pasar bebas, sementara sisanya dikendalikan oleh pemerintah.

Manfaat dari sistem ekonomi campuran

Dalam jenis-jenis sistem ekonomi campuran yang paling umum, pasarnya kurang lebih bebas dari kepemilikan pemerintah, kecuali beberapa area penting. Area-area ini biasanya bukanlah sumber daya yang dikontrol oleh sistem ekonomi komando. Sebagai gantinya, mereka adalah program-program pemerintah, antara lain pendidikan, transportasi, pos, dll. Meskipun begitu, tidak semua sistem ekonomi campuran seperti ini.

Kekurangan dari sistem ekonomi campuran

Meskipun sistem ekonomi campuran dapat menyebabkan hasil yang luar biasa, ia juga memiliki kekurangan yang sama dengan sistem ekonomi lainnya. Contohnya, ketika terjadi peningkatan kekuatan pemerintah. Tidak hanya dalam memaksakan hukum dan kebijakan, tapi dalam memperoleh kontrol, menjadi semakin sulit untuk mendapatkan akses dan perekonomian menjadi kurang fleksibel. Ini adalah kecenderungan yang rawan dalam sistem ekonomi campuran.

Debat penting yang sedang terjadi

Pertanyaan yang sering dipertanyakan sekarang adalah: bisakah terjadi keseimbangan yang sempurna? Di mana seharusnya terdapat regulasi pemerintah selanjutnya? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang nyata. Semuanya sangat subjetkif, sehingga hanya bagian yang relatif kecil dari sebuah populasi dapat setuju dengan status dari sebuah ekonomi campuran. Memang harus ada pemerintahan yang kuat untuk menghindari terjadinya keruntuhan ketika terjadi tekanan yang konstan.

Lalu Bagaimana dengan Perekonomian Indonesia?

Setelah melihat jenis-jenis perekonomian dunia tersebut, tahukah kamu perekonomian mana yang ada di Indonesia? Mengetahui mana sistem ekonomi yang dijalankan oleh negara tempatmu berasal atau tinggal bisa membantumu mengetahui bagaimana cara bersikap secara finansial. Indonesia sendiri sekarang ini merupakan salah satu negara di Asia dengan perekonomian yang tergolong kuat—bahkan menduduki peringkat 16 dunia. Ekonomi Indonesia kini banyak ditopang oleh industri dan perdagangan, dengan fokus mayoritas di sektor ekspor. Mungkin itu sebabnya pula sekarang Indonesia didorong untuk memasuki industri 4.0 dan banyak wirausaha yang bermunculan.

Apakah kamu salah seorang yang ingin mendukung program pemerintah industri 4.0 dan memulai bisnis sendiri? Jangan sampai kamu malah jadi kewalahan mengurus hal-hal administratif ya! Serahkan saja semua pekerjaan sampingan tersebut kepada Jojonomic. Baik administrasi HR maupun manajemen finansial, semua sistem pengelolaanmu bisa menjadi otomatis. Kamu jadi bisa menghemat waktu dan tenaga, sembari database karyawanmu tersimpan rapi dan aman.