Strategi Retensi Karyawan Paling Tepat untuk Perusahaanmu

struktur organisasi perusahaan

Mencari karyawan terbaik untuk mengisi suatu posisi di perusahaan adalah hal sulit. Karyawan baik bukan hanya yang bisa memberikan kontribusi pada karyawan tapi juga sesuai dengan budaya perusahaan. Mempertahankan karyawan agar tidak berpaling keperusahaan lain saat ini adalah sebuah tantangan.

Faktanya, berdasar catatan dari Wall Street Journal, tingkat turnover karyawan yang tinggi dapat menghabiskan biaya “dua kali gaji karyawan untuk menemukan dan melatih pengganti.” Tidak hanya ada dampak finansial, tingkat turnover yang tinggi juga dapat menurunkan basis pengetahuan pada perusahaanmu dan menurunkan kinerja dan moral.

Jika kamu tidak mau perusahaanmu mengalami semua hal negatif tersebut, kamu harus bisa melakukan strategi retensi karyawan terbaik dengan tepat. Perusahaan harus mempunyai sebuah strategi yang membuat para karyawan mereka menjadi loyal dan betah terhadap organisasi perusahaan. Bagaimana cara melakukan strategi retensi karyawan? Mari kita lihat langkah-langkah!

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoTimes hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Rentensi Dimulai dari Rekrutmen

Wall Street menyarankan kamu untuk tidak hanya memastikan mereka punya keterampilan yang tepat tapi juga mereka bisa cocok dengan budaya yang ada diperusahaan, rekan kerja hingga tingkat manajer.

Hal ini juga disampaikan oleh Dan Pickett, CEO Nfrastructure “retensi dimulai dari sejak awal, dari proses aplikasi hingga penyaringan pelamar hingga memilih siapa yang akan diwawancarai.” Ia juga menekankan pada mengidentifikasi aspek budaya dan strategi apa yang ingin kamu tekankan. Pastikan juga karyawan terlibat dalam kesuksesan perusahaan.

Nfrastructure sendiri adalah salah satu contoh perusahaan global yang sukses menerapkan retensi perusahaannya yang mencapai 97%.

Berikan Manfaat yang Tepat

Manfaat dan fasilitas memainkan peranan penting dalam hal kebahagiaan, keterlibatan dan juga kesehatan karyawan. Tetapi tentu saja, manfaat yang perusahaan bisa tawarkan pada karyawan bisa lebih dari hanya sekadar perawatan kesehatan atau cuti sakit berbayar.

Kamu juga bisa menawarkan manfaat lain, seperti memberikan kompenasasi finansial lainnya untuk karyawan yang melebihi dari target perusahaan atau juga masa kerja dengan perusahaan dalam periode waktu yang telah kamu tentukan. Menurut data 88% perusahaan menilai cara pemberian kompensasi atau bonus lainnya menjadi strategi retensi karyawan yang paling efektif.

Hal ini membuat karyawan merasa apa yang mereka lakukan untuk perusahaan dihargai dengan sangat baik.

Bersikap Terbuka dan Transparan

Banyak karyawan yang memilih untuk mencari pekerjaan dan perusahaan baru adalah komunikasi yang berjalan di perusahaan tidak berjalan dengan baik. Hal itu membuat rasa kebersamaan antara karyawan dan manajemen tidak tumbuh.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoTimes hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Oleh sebab itu menciptakan komunikasi terbuka antara manajemen dengan para karyawan dapat membantu menumbuhkan rasa kebersamaan dan tujuan bersama. Melakukan rapat rutin di mana para karyawan bisa menawarkan idenya dan mengajukan pertanyaan serta membuat “kebijakan pintu terbuka” yang mendorong para karyawan untuk berbicara terus terang dengan manajer mereka membantu untuk membuat karyawan merasa dihargai dan masukan mereka didengarkan.

Bentuk Budaya dan Lingkungan yang Nyaman

Pernahkan kamu masuk suatu ruangan dan merasa tidak aman dan nyaman? Bayangkan jika kamu harus bekerja di tempat seperti itu selama delapan jam setiap harinya.

Para karyawan ingin merasa aman dan nyaman di tempat kerja mereka. Itulah mengapa penting kantor kamu punya ventilasi yang baik, penerangan yang memadai, dan suhu yang nyaman.

Merancang lingkungan kantor yang nyaman adalah lebih dari sekadar estetika; perhatian yang cermat pada desain dapat memberikan dorongan bagi kebahagiaan karyawan.

Kamu juga perlu mempunyai budaya yang cocok dengan industri yang kamu jalani, melibatkan karyawan dan memotivasinya. Kamu juga perlu menemukan cara untuk mengkomunikasikan visi dan misi kamu dan temukan budaya yang otentik di perushaanmu.

Jenjang Karir

Jenjang karir yang jelas menjadi salah satu alasan mengapa seseorang harus bertahan dalam pekerjaan yang ia jalani dalam waktu yang cukup lama.

Tentunya karyawan juga enggan bertahan lama-lama di perusahaan jika tidak ada sinyal mengenai kenaikan jabatan, padahal ia telah bekerja pada posisi tersebut di waktu yang cukup lama.

Di sini kamu bisa memberdayakan konsultan karir untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan para karyawan kamu. Tentunya, selain lamanya waktu mereka bekerja, performa mereka dalam divisi juga harus jadi pertimbangan.

Adakan Ulasan

Mengadakan ulasan atau evaluasi menjadi strategi rentensi karyawan yang paling utama. Kamu dapat mengadakan pertemuan yang diadakan dalam rentan waktu tertentu.

Pertemuan ini juga bisa digunakan sebagai cara untuk menetapkan tujuan dan bagaimana tujuan ini akan dicapai. Dalam diskusi ini kamu juga bisa menanyakan tentang bagaimana dan apa saja yang mereka butuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Hal yang perlu kamu perhatikan di sini adalah ini sebuah diskusi bukan ceramah.

Lakukan Pengawasan Manajerial

Hal yang mungkin tidak disadari oleh para perusahaan adalah para karyawan pergi meninggalkan manajer bukan perusahaan.

Pernahkah kamu bertanya pada mereka yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan pindah?

Kebanyakan hal pertama yang akan dijawab tentang manajemen atau bos, bukan produk, pelanggan, atau rekan kerja.

Orang-orang mengikuti siapa yang mereka pimpin. Manajer yang buruk menciptakan hal negatif dan kekacauan di sekitar.

Jadi, selain hal teknik dari posisi yang perlu kamu latih, kamu juga perlu menambhakan perihal “soft skill”. Ini berarti kamu perlu juga mengajarkan tentang bagaimana mendorong dan memotivasi berbagai tipe orang, sifat kepribadian, manajemen konflik, manajemen stres, manajemen krisis, dan sebagainya.

Ingatlah bahwa karyawan kamu bukan robot otomatis, hanya ikut-ikutan untuk menerima gaji. Mereka peduli di mana mereka bekerja, bagaimana mereka bekerja, dan dengan siapa mereka bekerja.

Jadilah Brand yang Mereka Bisa Banggakan

Jadilah perusahaan yang dikenal luas oleh publik dengan deretan hal-hal positif, dan dikenal karena keterlibatannya dalam hal-hal sosial.

Temukanlah cara agar bisnis kamu bisa membentuk reputasi ini. Misalnya, buat peraturan tentang ramah lingkungan terkait limbah.

Karyawan akan bersemangat akan hal ini mereka akan berpikir bekerja untuk perusahaan dengan citra yang positif sebagai manfaat yang serius.

Apresiasi Pencapaian Karyawan

Ini menjadi bagian yang terpenting jika kamu mau karyawan terbaikmu tidak pergi. Kamu harus menghargai segala bentuk pencapaian yang karyawan kamu raih.

Caranya?

Hal yang sederhana yang mungkin sering kamu abaikan adalah seperti ucapan kecil dari terim kasih.

Jika ingin lebih, kamu juga bisa memperkenalkan mereka pada klien baru, mensponsori mereka dalam sebuah acara/ konfrensi industri, opsi saham, atau memberikan hadiah.  Bagaimana pun kamu memberikan penghargaan untuk karyawan kamu, memuji mereka karena telah berhasil mencapai sasaran kinerja adalah cara yang paling efektif untuk mereka merasa pantas berada di perusahaan kamu.

Kesimpulannyadari strategi retensi karyawan, untuk meningkatkan retensi karyawan adalah dengan membuat karyawan merasa bahagia dan dihargai. Tidak melulu soal besarnya pesangon tapi bagaimana mereka merasa dihargai dan keberadaannya dibutuhkan oleh perusahaanmu.

Hal yang perlu kamu ketahui juga tentang retensi karyawan adalah ini program jangka panjang berkelanjutan yang di dalamnya ada proses keterkaitan dan pengalaman karyawan.

JojoTImes

Cara yang bisa kamu pilih dalam proses rentesi karyawan adalah dengan melibatkan teknologi digital dalam perjalanan bisnismu terutama bagian HR. Salah satunya adalah dengan menggunakan software HR yang kian berkembang salah satunya Jojonomic dengan salah satu produk unggulan adalah JojoTimes.

JojoTimes memberikan perusahaan kamu kemudahan mengotrol karyawan secara real time. Segalanya telah terdigitalisasi, tidak hanya masalah absensi saja tapi juga masalah pengajuan cuti juga bisa lebih mudah dengan JojoTimes.