Tantangan yang dihadapi oleh HR di Era Digital

Generasi Y dan sebentar lagi Generasi Z telah memasuki dunia kerja. Mereka mempunyai karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka menginginkan fleksibilitas, menyukai tantangan dan inovasi, ingin diperlakukan spesial dan egaliter, dan lebih menitikberatkan ke intagible benefit, dibandingkan insentif yang sifatnya materi.

Apabila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, tantangan yang dihadapi oleh divisi HR zaman sekarang tentu sangat berbeda. Perbedaan yang paling terasa adalah tingginya kebutuhan terhadap internet. Salah satu contoh paling sederhana adalah rekrutmen karyawan. Dulu, untuk bisa mendapatkan pekerjaan, kandidat harus melamar dengan datang langsung ke alamat perusahaan yang dituju. Sekarang, kandidat bisa melamar hanya dengan apply melalui internet.

Maka mau tak mau perusahaan dan bisnis harus merespon dengan mengubah budayanya agar bisa menyesuaikan dengan era yang telah berubah ini. Contoh yang nyata adalah Maybank Indonesia, mereka mengaku sekarang telah mentransformasi budaya perusahaan yang lebih mengakomodasi generasi milenial.

Itu sebabnya mereka punya akun Instagram internal yang dikelola tim culture yaitu Happy Maybankers. Tidak hanya di sana, mereka juga membuat berbagai program yang akan membuat generasi milenial lebih nyaman dan loyal. Misalnya yang menurut saya menarik adalah Top Management bertemu dengan karyawan di berbagai cabang untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka, dalam situasi yang informal. Literasi digital sebenarnya harus dipahami oleh semua bagian, dan pastinya akan berbeda-beda kebutuhannya di divisi dan level yang berbeda. Misalnya di level manajemen puncak, mereka harus memahami transformasi digital yang mengubah semua lini organisasi. Manajemen puncak juga harus memahami era digital, membuat disrupsi digital tak bisa dielakkan dan menghantam bisnis model yang ada saat ini.

Di divisi pemasaran misalnya, tantangan mereka lain lagi. Mereka harus melek pada kanal digital yang banyak dipakai audiens dan konsumennya, baik itu sebagai kanal komunikasi atau transaksi. Mereka harus lihai mengelola anggaran yang dimiliki, berapa persen akan menggunakan kanal digital, dan kanal mana saja, untuk tujuan apa. Kebutuhan terhadap internet ini menandai bahwa kini kita telah masuk ke era digital. Divisi HR pun memiliki berbagai tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan agar tetap bisa relevan di dunia bisnis. Kira-kira apa saja tantangan tersebut, simak sebagai berikut:

  1. Perubahan Manajemen

Tidak hanya berfokus kepada pelatihan profesional dan pengembangan HR, perubahan manajemen merupakan tantangan khusus bagi divisi Human Resource (HR). World Federation of Personnel Management Associations  WFPMA mengemukakan bahwa hal ini menjadi alasan utama mengapa HR terus berupaya membantu bisnis untuk berkembang. Fokus pada pelatihan diperlukan untuk mengembangkan kompetensi tambahan dalam menangani perubahan manajemen.

  1. Pengembangan Kepemimpinan

Tantangan terbesar kedua dalam Human Resource Management yang perlu menjadi langkah stategis adalah pengembangan kepemimpinan. Profesional HR diharapkan dapat memberikan struktur dasar, proses, sarana, dan sudut pandang untuk membuat pilihan terbaik dan mengembangkan kelanjutan kepemimpinan dari organisasi. WFPMA melaporkan bahwa pengembangan kepemimpinan telah diidentifikasi sebagai langkah strategis dalam hal:

  • Mempertahankan karyawan yang tepat,
  • Budaya organisasi dapat mendukung kinerja perusahaan dalam memperkuat posisi pasar,
  • Jajaran manajer dipersiapkan untuk mengambil alih kelanjutan kepemimpinan sehingga organisasi dapat bertahan dalam jangka panjang.
  1. Pengukuran Efektifitas HR

Bagaimana perubahan dapat terjadi tanpa sarana yang tepat untuk mengukur efektifitas HR? Seperti divisi yang lainnya, divisi HR juga perlu mengukur pencapaian manajemen serta pengaruh positif yang diberikan untuk mencapai tujuan perusahaan. WFPMA mengatakan bahwa menggunakan sarana pengukuran untuk menentukan efektivitas kinerja HR adalah awal dari perubahan peran HR, dari fungsi administratif menjadi HR sebagai sarana fungsi strategis dalam organisasi.

  1. Pesatnya Kemajuan Teknologi

Era digital sangat erat kaitannya dengan kemajuan teknologi. Meski sebenarnya merupakan sebuah hal positif, tak dapat dipungkiri bahwa yang namanya perubahan selalu menjadi tantangan tersendiri. Selama teknologi terus mengalami perkembangan, selama itu pula divisi HR harus terus melakukan adaptasi. Hal tersebut bisa dimulai dengan beralih menggunakan software seperti Sleekr HR. Prosesnya yang bersifat otomatis akan sangat mengurangi paperwork dan membantu Anda menyelesaikan pekerjaan administratif lebih cepat, mulai dari mengurus data absensi, gaji karyawan, cuti, hingga menghitung pajak dan melaporkannya. Anda pun bisa memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal lain yang lebih krusial.

  1. Mencari Talent Terbaik

Menurut survei dari XpertHR, rekrutmen karyawan akan menjadi salah satu tantangan terbesar divisi HR pada tahun 2018 ini. Hal ini juga disetujui oleh Stan Kimer, pemilik Total Engagement Consulting by Kimer, sebuah perusahaan konsultasi karir. Seiring dengan semakin banyaknya karyawan dari generasi baby boomer yang mulai memasuki masa pensiun, perjuangan untuk mencari karyawan terbaik akan semakin menantang. Generasi milenial diprediksi akan mendominasi lapangan pekerjaan. Bahkan kabarnya generation z juga akan mulai memasuki lingkungan kerja pada tahun 2018 ini. Sudah saatnya Anda mencari tahu lebih banyak tentang kedua generasi tersebut agar bisa menarik talenta terbaik untuk perusahaan Anda.

  1. Cyber Security

Sepanjang tahun 2017 lalu, Anda mungkin sudah cukup sering mendengar berita tentang berbagai kebocoran data di beberapa perusahaan. Tahun ini, isu tersebut masih akan menjadi tantangan tersendiri, tak terkecuali di divisi HR. Survei dari XpertHR bahkan menunjukkan sebanyak 64% responden menganggap keamanan data dan ancaman cyber security sebagai hal yang sangat menantang. Namun, Anda tak perlu mengkhawatirkan apa pun jika sudah menggunakan software Sleekr HR. Seluruh data yang ada di Sleekr HR dienkripsi dengan standar kelas dunia. Infrastrukturnya di-host dan dikelola dalam pusat data Amazon, yang menggunakan teknologi Amazon Web Services (AWS). Selain itu, data juga selalu di-backup rutin setiap hari dan setiap minggu. Jika terjadi sesuatu pada server, aplikasi dan data akan dapat berfungsi kembali dalam hitungan menit.

  1. Perencanaan Karyawan oleh Divisi HR

Dengan tren karyawan dan demografis yang selalu berubah, perencanaan karyawan (workforce planning) menjadi salah satu tantangan terbesar HR di era digital sekarang. Kini, lingkungan kerja global terus mengalami perubahan, membuat pelaku bisnis khususnya divisi HR dihadapkan oleh berbagai isu kritis seperti meningkatnya penggunaan teknologi. Apabila tidak disikapi dengan pikiran terbuka, hal tersebut bisa mengancam keberlangsungan bisnis karena artinya perusahaan menolak untuk melakukan perubahan. Karenanya, dibutuhkan suatu perencanaan yang matang. Terlebih, karyawan di perusahaan Anda pasti tak berasal dari satu golongan atau generasi. Gap antar generasi inilah yang harus dijembatani. Penggunaan software seperti Sleekr HR mampu membantu menangani hal tersebut. Karena berbasis cloud, Sleekr HR akan memudahkan karyawan untuk melakukan kolaborasi dari mana pun dan kapan pun. Tak hanya itu, cara ini juga bisa menjadi momen bonding bagi karyawan. Karyawan millennial dapat membantu karyawan dari generasi lebih tua dalam memahami penggunaan teknologi tersebut.

Setiap orang memang tidak bisa mencegah terjadinya perubahan. Akan tetapi, kita selalu bisa mengontrol sikap dan reaksi terhadap perubahan tersebut. Tantangan divisi HR yang hadir di era digital akan membantu perusahaan Anda untuk beradaptasi dan menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu JojoTimes adalah solusi untuk meningkatkan kinerja tim hingga 100% dengan sistem monitoring aktivitas real-time, anti-fraud dan pengelolaan administrasi HR otomatis. JojoTimes solusi untuk semua kebutuhan Mobile HR. Dengan JojoTimes Anda dapat memantau aktivitas karyawan remote, mendeteksi “late comers” dan “early leavers”, serta otomatisasi tugas administrasi HR. ayo tunggu apalagi silakan gunakan JojoTimes untuk mendukung efektivitas perusahaan anda.