Training Need Analysis Hasilkan Sumber Daya Manusia Terbaik

Tahapan selanjutnya dari proses rekrutmen pegawai adalah dengan melakukan training atau pelatihan, tapi jauh sebelum itu tim HR akan merancang training need analysis. Tujuannya agar dapat membuat karyawan baru yang telah diterima dapat memahami pekerjaannya dan mendapatkan pengetahuan secara komperhensif setelah menjalaninya.

HR akan merancang skenario terbaik agar training berjalan secara lancar tanpa hambatan, analisis yang dilakukan biasanya tentang materi, tempat, waktu serta tehnik pembelajaran. Berbagai elemen tersebut harus bisa membawa dampak positif kepada karyawan baru.

Karena setelah dilakukannya pelatihan para karyawan baru ini juga akan di evaluasi sehingga menghasilkan informasi seberapa berhasilkah training yang kali ini dilakukan. Evaluasi yang terjadinya juga dimaksudkan sebagai bekal kedepannya untuk menyelenggarakan pelatihan yang lebih baik dan bisa semakin menanamkan misi perusahaan.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoTimes hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Setiap perusahaan pasti perlu melakukan pelatihan kepada karyawan baru sebagai modal mereka nantinya menjalani pekerjaanya. Lalu sudah merupakan kewajiban bagi HR untuk melakukan training need analysis agar pelatihan yang akan diselenggarkan, pelatihan juga menjadi sarana pengenalan seluruh hal yang berhubungan dengan perusahaan.

Perlunya Dilakukan Training Need Analysis

Ketika membahas TNA ini anda harus memahami pengertian dasar dari kebutuhan. Menurut Eggland dan Gilley kebutuhan adalah kesenjangan dari situasi yang diharapkan atau diinginkan. Itu berarti kebutuhan adalah jarak yang memisahkan titik awal dari tujuan.

Training need analisis adalah cara memenuhi kebutuhan sehingga tercapainya situasi yang diharapkan, secara mudah TNA bisa diartikan sebuah metode untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan disini adalah berhubungan dengan kualitas karyawan baru.

Karena ketika karyawan baru dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan maka harapan perusahaan akan tercapai. Sedangkan analisis disini berguna untuk memahami situasi serta jenis pelatihan seperti apa yang paling cocok bagi perusahaan.

Karena setiap jenis perusahaan akan memiliki kompentensinya sendiri dalam karyawan yang dibutuhkan. Maka dari itu pelatihan yang dilakukan harus memiliki sangkut paut dengan perusahaan dan tidak keluar dari visi serta misinya.

Apa saja fungsi melakukan training need analysis?, pertama adalah agar mendapatkan informasi tentang pengetahuan, kemampuan serta passion karyawan terhadap pekerjaannya. Kedua memberi penjelasan terbaik agar cara kerja dari karyawan masuk terhadap standar perusahaan dan secara aktual.

Keempat adalah menambah kepercayaan stakeholder bahwa perusahaan memang melakukan pelatihan kepada setiap karyawan sehingga seluruh pegawai didalamnya sangat layak dan produktif. Terakhir sebagai bahan laporan untuk evaluasi kedepannya.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Tahapan Dalam Menjalani TrainingNeed Analysis

TNA memiliki tahapannya sendiri untuk bisa menghasilkan pelatihan yang layak bagi karyawan baru. Tahapan ini merupakan analysis secara terperinci berbagai point penting yang bisa dipakai saat pelatihan nanti.

Analysis Dari Organisasi

Analysis organisasi adalah riset tim kerja mana yang paling cocok untuk dipakai untuk training karyawan. Biasanya ditentukan dari kebutuhan perusahaan atau dilihat dari tim kerja yang paling berkompeten dan dapat mudah membing-bing pegawai baru.

Karena tidak semua organisasi didalam perusahaan memang cocok dipakai untuk pelatihan, contohnya saja tim kerja yang berhubungan dengan pencegahan resiko didalam perusahaan. Karena pekerjaanya sangat penting organisasi tersebut tidak bisa sembarangan dipakai untuk pelatihan karyawan.

Maka analysis organisasi bisa dibilang sebuah strategi untuk menentukan kapan serta dimana tempat terbaik untuk menyelenggarkan pelatihan. Dalam hal ini HR harus berkonsultasi dengan pihak manajemen agar memberikan lokasi terbaik.

Analysis Pekerjaan

Analysis ini lebih kepada siapa saja yang harus dimasukan didalam daftar peserta pelatihan. Tujuannya tidak lain agar memperbaiki mutu dari karyawan tersebut, seringkali dalam perusahaan karyawan lama dilatih ulang untuk menerima jabatan baru ataupun untuk memperbaiki pekerjaanya yang buruk. Ternyata training need analysis bukan dipergunakan hanya untuk karyawan baru saja.

Sedangkan riset yang diperlukan adalah standarisasi dari pekerjaan, untuk karyawan baru mungkin hanya sebatas materi pekerjaan yang akan dilakukan. Berbeda dengan karyawan lama yang diminta untuk memperbaiki kinerjanya ketika di training ulang.

Biasanya mereka juga diminta untuk menjelaskan kesalahan apa saja yang dilakukan agar bisa membuat tindakan antisipasinya. Sebenarnya perusahaan yang melakukan pelatihan ulang pegawainya, merupakan tanda tidak mau kehilangan pegawai yang bahkan banyak melakukan kesalahan. Pelatihan ulang juga diberikan untuk mempermudah mengemban jabatan baru bagi karyawan.

Analysis Yang Dilakukan Pada Setiap Individu

Setelah mendapatkan hasil dari analysis  pekerjaan lalu tahapan TNA selanjutnya adalah melakukan riset kepada individu. Setiap individu didalam perusahaan dilihat kemampuan serta hasil kerja yang diberikannya kepada perusahaan. Jika minimal ia mampu mengerjakan sesuai standar maka karyawan tersebut lolos kualifikasi dan tidak perlu masuk kedalam program training need analysis.

Tapi jika hasil berkata lain, hasil pekerjaan yang diberikan malah kurang dari standar yang telah ditentukan oleh perusahaan maka ia perlu melakukan perbaikan dengan pelatihan ulang. Analysis individu adalah tahapan akhir yang dilakukan dalam TNA.

Metode Analysis Yang Biasanya Dilakukan

  1. Observasi

Dengan metode observasi pihak HR dan manajemen bisa langsung melihat dilapangan aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Sehingga mereka juga bisa mendapatkan data yang lebih konkrit  dan valid dari hasil pekerjaannya.

  1. Survei

Metode survei memang sangat cocok untuk memperoleh data TNA, selain lebih efisien untuk jumlah karyawan yang sangat banyak. Survei juga memberikan hasil yang lebih cepat, tapi setiap point pertanyaan didalamnya haruslah jelas agar tidak memberikan hasil yang memusingkan dan malah tidak bernilai sedikitpun bagi training need analysis.

Wawancara Dengan Individu

Wawancara disini lebih seperti konseling, HR akan lebih mudah menilai dari sesi wawancara ini. Karena bisa dengan jelas melihat langsung melalui interaksi yang dilakukan selama wawancara dan pertanyaan yang diajukan merupakan validasi dari survei agar lebih memastikan hasil jawabannya.

training need analysis memang harus bisa membuat perusahaan menjadi lebih maju, kehadiran karyawan yang kurang baik lalu kinerja menurun semuanya bisa diatasi dengan TNA. Pendekatan yang dilakukan juga akan sangat efisien sehingga tidak mengganggu pekerjaan.

Dalam proses TNA sendiri kehadiran menjadi perhitungan utama, HR bisa mempermudah menyediakan laporan absensi dengan melalui perangkat lunak jojotimes. Jojotimes sendiri adalah suatu software yang bisa mengetahui aktivitas karyawan karena memanfaatkan GPS serta sistem pengenalan wajah.

Penyimpanan database dengan basis digital di cloud akan membuat seluruh data penting anda sangat aman dan tersimpan rapih hingga waktunya digunakan. Laporan yang anda buat setiap bulannya bisa dilakukan secara otomatis dan tidak perlu lagi anda repot mengerjakannya.

Kebijakan cuti maupun perizinan lainnya bisa disesuaikan dengan perangkat lunak ini karena memiliki kecerdasan buatan yang handal. Semua kemudahan serta keefisienan itu bisa anda rasakan dengan memasang demo jojotimes sekarang juga di perusahaan atau bisnis. Melakukan training need analysis dengan bantuan jojotimes dengan hasil yang cepat.