Untung Rugi Mutasi Kerja

mutasi kerja

Mayoritas karyawan ketika mendapatkan informasi tentang mutasi, akan merasa bahwa ia dibuang. Mutasi kerja dianggap sebagai suatu hukuman atau  strategi yang dilakukan perusahaan untuk mematikan karir pekerja secara halus. Padahal, tidak demikian halnya.

Artikel ini akan membahas mutasi  kerja, kedudukannya di mata hokum, dan untung rugi mutasi kerja bagi karyawan ataupun perusahaan..

1.      Pengertian Mutasi Kerja

Secara harfiah, mutasi berarti pergantian giliran. Secara istilah, mutasi kerja berarti kegiatan memindahkan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang setara dalam organisasi yang sama. Kegiatan pemindahan ini berlaku horizontal, sehingga tak disertai dengan peningkatan tanggung jawab, kekuasaan, dan gaji. (Kadarman: 1997)

Dengan demikian, mutasi tidaklah sama dengan promosi atau demosi. Dalam promosi, ada peningkatan jabatan, tanggungjawab, dan imbalan. Sedangkan, dalam demosi ada penurunan kekuasaan, gaji, dan tanggung jawab. Mutasi lebih cocok disebut rotasi, dimana yang terjadi adalah pergantian atau perputaran jabatan.

mutasi kerja
ilustrasi mutasi kerja

2.      Macam-Macam Mutasi

Berdasarkan kepentingan yang mendasarinya, mutasi dibedakan ke dalam 4 jenis:

  1. Mutasi Produksi

Tujuannya untuk peningkatan kegiatan produksi atau produktivitas

  1. Mutasi Penggantian

Tujuannya untuk mengganti karyawan yang sudah terlalu lama di departemen tersebut. Bisa juga untuk membantu karyawan lama keluar dari tekanan pekerjaan di departemen itu.

  1. Mutasi Remedial

Tujuannya untuk memperbaiki kesalahan akibat mutasi yang sebelumnya tidak memberikan hasil yang diharapkan.

  1. Mutasi Multifungsi

Tujuannya agar menghasilkan karyawan yang multitalent dan multitasking. Dengan mutasi ini karyawan diharapkan memiliki pengalaman serta pengetahuan yang luas dan bervariasi.

3.      Tujuan Mutasi Kerja

Perusahaan memindahkan karyawan, tentu memiliki pertimbangan-pertimbangan yang ditujukan untuk kemajuan perusahaan. Pertimbangan-pertimbangan ini antara lain sebagai berikut.

  1. Untuk mengoptimalkan produktivitas karyawan tersebut. Dengan mutasi, kinerja karyawan tersebut diharapkan meningkat setelah pindah ke tempat yang tepat.
  2. Mendorong dan memelihara semangat kompetisi dari karyawan baik di lingkungan lama ataupun baru.
  3. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan akibat terlalu lama di lingkungan kerja yang sama terus-menerus.
  4. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan.
  5. Merangsang karyawan untuk semakin termotivasi mendapatkan promosi ke jenjang yang lebih tinggi.
  6. Menciptakan keseimbangan antardivisi atau antardepartemen terkait kebutuhan tenaga ahli dan terampil di divisi atau departemen tersebut.
  7. Menyesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatan pekerja

Dari pertimbangan-pertimbangan di atas, demi perusahaan yang semakin maju, mutasi adalah sesuatu yang wajar dan perlu.

4.      Ketentuan Mutasi Menurut Undang-Undang

Ketentuan pemindahan tugas kerja ini diatur oleh negara melalui Undang-undang Ketenagakerjaan tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa penempatan tugas kerja merupakan hak perusahaan. Jadi perusahaan memiliki kebebasan untuk menetapkan siapa bekerja di mana di bagian apa.

Meski begitu, untuk menghindari kesewenang-wenangan terhadap pekerja, undang-undang mengamanahkan beberapa syarat. Syarat tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Asas penempatan tenaga kerja adalah bebas, obyektif, terbuka, adil, dan setara tanpa adanya diskriminasi
  2. Tujuan penempatan adalah untuk mendapatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Tepat ini maksudnya sesuai dengan keahlian, keterampilan, minat, bakat,dan kemampuan.
  3. Penempatan ini tetap harus memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hokum.
  4. Pnempatan tenaga kerja harus dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan kesempatan kerja, dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan nasional maupun daerah.

Untuk lebih jelasnya, silakan dilihat di pasal 32 Undang-undang Ketenagakerjaan. Selain itu di  pasal 35 juga disinggung tanggung jawab dari pelaksana penempatan tenaga kerja.

Tanggung jawab ini yaitu dengan memberikan perlindungan sejak proses rekrutmen sampai penempatan tenaga kerja. Perlindungan yang dimaksud meliputi kesejahteraan, keselamatan, serta kesehatan tenaga kerja, baik secara fisik ataupun mental.

mutasi kerja5.      Keuntungan Mutasi Kerja

Mutasi kerja memberikan keuntungan, baik bagi karyawan ataupun perusahaan. Bagi karyawan, keuntungannya antara lain sebagai berikut.

  1. Menimbulkan semangat baru

Perubahan suasana diketahui mampu memberikan pengaruh terhadap semangat manusia. Orang yang berada di suasana yang sama terus-terusan, lama-lama akan merasakan kejenuhan dan kebosanan. Ini, tentu saja, akan menurunkan semangat kerja dan produktivitas.

  1. Menambah pengalaman, memperluas pengetahuan

Seringkali ilmu didapati tidak hanya di bangku sekolah dan kuliah, tapi juga dalam proses kehidupan. Termasuk di dunia kerja ini, yakni dengan cara mutasi.

  1. Membuka kesempatan ke jenjang karir yang lebih tinggi.

Tempat baru selain memberikan tantangan baru, juga membuka kesempatan untuk naik jabatan. Karena, bisa jadi di tempat baru tesebut membutuhkan keahlian dan keterampilan yang karyawan tersebut miliki.

Bagi perusahaan, keuntungan mutasi kerja antara lain sebagai berikut.

  1. Meningkatnya semangat karyawan, meningkatkan produktivitas, yang akhirnya menaikkan output dan income.
  2. Terdapat lebih banyak karyawan yang menguasai bidang yang berbeda. Ini membuat perusahaan lebih mudah melakukan substitusi jika ada kebutuhan. Tak perlu lagi membuka lowongan kerja baru yang akan memperlambat laju perusahaan.
  3. Pemerataan antarcabang semakin nyata. Yang sebelumnya mungkin kurang, dapat menjadi surplus dengan kehadiran karyawan baru yang membawa perubahan. Transfer ilmu antarcabang atau departemen juga memberikan hasil yang memuaskan.

Dengan alasan tersebut, tak jarang perusahaan dengan sengaja mengadakan mutasi secara periodik tanpa alasan apapun.

mutasi kerja6.      Kerugian Mutasi Kerja

Selain berdampak positif, mutasi juga dapat memberikan dampak negatif. Bagi karyawan, dampak negatif tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Semangat kerja menurun, bahkan dapat hilang. Ini jika ternyata tempat baru tidak sesuai dengan ekspektasinya. Apalagi jika karyawan tersebut sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru. Belum lagi jika mutasi tersebut membuatnya jauh dari keluarga.
  2. Produktivitas menurun. Ini terjadi jika di tempat baru karyawan tersebut dituntut mempelajari keterampilan baru. Bagi pembelajar yang lambat, mungkin akan membutuhkan waktu beberapa lama. Hal ini tentunya akan memperlambat produktivias kerja.
  3. Karir mandek. Hasil kontraproduktif ini terjadi ketika setelah jangka waktu tertentu, karyawan semakin merasa terbebani. Tekanan beban pekerjaan ini dapat menghambat karir.

Bagi perusahaan, dampak negatif mutasi kerja antara lain sebagai berikut.

  1. Turunnya income akibat menurunnya semangat kerja karyawan.
  2. Perusahaan jadi kesulitan mencari tenaga pengganti ketika ada karyawan yang berhalangan. Karena karyawan yang baru dimutasi tersebut tak juga menguasai keterampilan yang dibutuhkan di departemen itu.
  3. Cabang atau departemen yang sudah baik bisa jadi memburuk jika mutasi tak berhasil dengan baik. Karyawan bisa saja memilih untuk resign, membuat perusahaan kehilangan salah satu tenaga kerja terbaiknya.

mutasi kerja7.      Solusi Memudahkan Pertimbangan Mutasi

Salah satu pertimbangan mutasi adalah karakter dan kedisiplinan karyawan. Untuk memonitor ini secara otomatis dan digital, JojoTimes sangat cocok digunakan. JojoTimes memiliki fitur biometrik dan geolokasi yang mampu memonitor karyawan secara onlines sekalipun.

mutasi kerja mudah dengan JojoTimesIni akan memudahkan perusahaan mendapatkan laporan kehadiran, mengevaluasi kinerja, dan menyusun rencana mutasi kerja. Dengan satu aplikasi mudah dan cepat, perusahaan dapat mengoptimalkan seluruh potensinya. Coba demo aplikasinya secara gratis di link ini.