Sejarah Utang Indonesia dan Situasinya Kini

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang hutang indonesia. Tema satu ini mulai banyak dikenal masyarakat karena merupakan isu yang sering diperbincangkan pada pemilu sebelumnya.

Mulai dari jumlahnya yang sangat tinggi hingga istilah seperti rasio hutang sering kita dengar dibanyak media.Kali ini kita akan membahas tentang hutang indonesia secara khusus dan penggunaan utang sebagai modal secara umum yang dilakukan semua negara. Baik negara adidaya sekalipun. Langsung saja kita mulai Pembahasannya.

Utang Indonesia

Utang menurut kamus besar bahasa indonesia adalah uang yang dipinjam dari orang lain, yang dalam hal ini tidak hanya orang tetapi organisasi atau instansi keuangan internasional.

Hutang Indonesia seperti yang dilansir website resmi kementerian keuangan pada februari 2018 berjumlah Rp3,958,6 triliun. Hutang Indonesia pada Mei 2019 lalu berada pada nominal  Rp5.153 triliun dan pada bulan juni 2019 berada di nominal Rp4.570,17 triliun.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi Travelonomic hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Faktor eksternal utama yang mempengaruhi besar kecil nominal hutang Indonesia adalah kurs dolar Amerika terhadap rupiah. Presentase kenaikan hutang indonesia pada periode Mei-Juni berkisar antara 7,5-8,1% dibandingkan pada tahun sebelumnya pada perioden yang sama.

Alasan Indonesia Berutang

Dikutip dari website resmi keuangan bahwa alasan Indonesia berhutang karena belanja negara lebih besar dari pada Pendapatan negara saat ini. Pendaanaan yang besar dibutuhkan indonesia dalam membangun infrastruktur seperti jalan dan infrastruktur lainnya yang dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat luas.

Hal ini dirasa perlu mengingat indeks infrastruktur Indonesia yang masih jauh dibandingkan negara lain. Seperti Cina, Thailand, India, Vietnam, Malaysia dan Brazil.

Selain itu dana tersebut dibutuhkan Indonesia dalam membangun sumber daya manusianya. Pembangunan sumber daya manusia saat ini masih tergolong rendah ketimbang negara setaranya (peers), yang meskipun mengalami peningkatan setiap tahunnya tetapi masih tetap tertinggal secara umum dalam hal pembangunan sumber daya.

Rasio Utang

Rasio utang negara dilihat dari perbandingan antara jumlah utang yang dimiliki suatu negara dengan pendapatan Produk Domestik bruto (PDB) negara pada periode yang sama. Menurut menteri keuangan republik Indonesia pada tahun 2019 akan masih terjaga dengan angka dibawah 30 persen atau 29,5 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Agar memudahkan kamu dalam memahami tentang hutang Indonesia. Ada baiknya kamu mengetahui tentang produk domestik bruto atau sering disingkat dengan PDB.

Produk domesti bruto adalah semua nilai pasar atas barang dan jasa yang ada diproduksi oleh suatu negara dalam masa satu periode. Barang dan Jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang berada di Indonesia juga masuk kedalam perhitungan PDB.

PDB ini merupakan salah satu komponen dalam menghitung pendapatan nasional Indonesia. Di Indonesia sendiri ada empat jenis pendapatan yang masuk dalam perhitungan pendapatan nasional. Apa saja jenisnya langsung saja kita bahas sebagai berikut.

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto atau Gross National Product adalah nilai pasar terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada diluar negeri. Tetapi tidak termasuk hasil barang dan Jasa yang diproduksi oleh perusahaan asing yang berada di Indonesia.

Pendapatan Nasional Netto (PNN)

Net National Income atau pendapatan nasional netto didapat dari pengurangan net national product atau product national bersih dikurangi dengan pajak tidak langsung.

Pendapatan Perseorangan

Pendaptan perseorangan atau personal income adalah pendapatan yang didapat dan diterima oleh setiap orang dalam masyarakat. Jenis pendapatan ini tidak hanya pendapatan yang didapat dengan melakukan kegiatan yang menghasilkan jenis pendapatan  perseorangan, tetapi juga pendapatan yang yang didapat seseorang tanpa melakukan kegiatan apapun.

Pendapatan yang Siap Dibelanjakan

Pendapatan yang siap dibelanjakan atau lebih dikenal degan istilah Disposible Income (DI) adalah jenis pendapatan yang dapat langsung digunakan dalam pembelian barang ataupun pembayaran terhada penggunaan jasa. Jika ada sisa maka akan digunakan sebagai dana untuk berinvestasi.

Sejarah utang Indonesia

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoPayroll hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Setelah kita bersama-sama membahas tentang rasio utang, PDB dan jenis pendapatan negara lainnya. Selanjutanya kita akan membahas sejarah hutang di Indonesia. Indonesia sudah memiliki utang sejak era Presiden Suharto dan terus ada hingga era Presiden Jokowi yang masih berkuasa saat ini.

Pada era Presiden Suharto tahun 1998 Indonesia memiliki rasio utang terhadap pendapatan produk bruto sebesar 57,7 persen. Di era Presiden BJ. Habibie tahun 1999 rasio utang Indonesia berada pada angka 85,4 persen. Selanjutnya di era Presiden Abdurahman wahid ditahun 2001 rasio utang Indonesia berada di level 77,2 persen.

Pada tahun 2004 era Presiden Megawati Soekarno Putri rasio utang sebesar 56,5 persen. Masa pemerintahan Presiden SBY rasio utang Indonesia berada pada posisi 24,7 persen. Saat ini di era Presiden Jokowi rasio hutang tahun 2018 berada di 29,91 persen.

Krisis Moneter 1998

Rasanya tidak lengkap jika kita membahas utang Indonesia tanpa membahas krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Krisis moneter yang terjadi di tahun 1998 tidak hanya terjadi pada Indonesia saja. Tetapi dialami oleh seluruh negara asia tenggara plus korea selatan.

Pada bulan Juni 1997 rasanya krisis ekonomi yang melandah Thailand jauh dari pintu gerbang Indonesia. Indonesia memiliki surplus perdangangan lebih dari 900 juta US-dollar. Cadangan devisa Indonesia pun saat itu sangat tinggi yaitu 20 Miliar US-dollar dengan sistem perbankan yang baik.

Ditahun yang sama banyak perusahaan yang melakukan pinjaman dalam bentuk dolar. Hal ini karena dianggap lebih murah, karena saat itu posisi rupiah mengalami penguatan dibanding dolar.

Maret 1998 utang Indonesia tercatat sebesar 138 Miliar US-dollar yang hampir setengahnya adalah utang swasta sebesar 72,5 miliar US-Dollar yang dua pertiga utang tersebut adalah utang jangka pendek. Utang jangka pendek yang harus dibayarkan sebesar 20 Miliar US-Dollar, sedangkan cadangan devisa negara saat itu hanya tersisa 14,4 Miliar US-Dollar.

Hal ini menyebabkan ketidakpercayaan pasar terhadap kekuatan nilai tukar rupiah. Nilai tukar ditahun 1997 ditutup di level Rp4.850/US-dollar terjun ke level Rp17.000/Us-dollar pada Februari 2018.

Anjloknya rupiah membuat pasar uang dan pasar modal rontok, surat utang pemerintah turun ke level “Junk” atau sampah, 70 persen perusahaan mengalami kebangkrutan, dan PHK besar-besaran terjadi dimana-mana.

Keadaan Fundamental Ekonomi Indonesia

Saat ini pertumbuhan keadaan ekonomi Indonesia masih bisa dibilang terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat pada tahun 2018 sebesar 5,15 persen. Tingkat kemiskinan yang dibawah 10 persen dan inflasi masih terjagi di angka 3,13 persen.

Utang Indonesia yang diambil oleh pemerintah tidak hanya digunakan dalam urusan konsumtif seperti pembiayaan operasional. Pembangunan struktur, pelayanan kesehatan, dan program ketahanan pangan tidak bisa ditunda lagi. Karena jika terjadi penundaan, maka biaya yang diperlukan akan semakin besar dan mahal. Penundaan terhadap program fundamental tersebut jika dibiarkan, hanya akan menimbukan kerugian yang lebih besar di hari mendatang.

Indonesia dianggap disiplin dan konsisten dalam menjaga APBNnya. Hal ini dikonfirmasi oleh lima lembaga pemeringkat dunia S&P, Moody, Fitch, JCR, dan R&I yang memberikan predikat kepada Indonesia sebagai negara layak investasi (Investment Grade).

Investment Grade adalah rating yang diberikan kepada perusahaan atau pemerintah terhadap kelayakan investasinya. Apakah perusahaan atau pemerintah tersebut memiliki resiko yang relatif rendah dari potensi gagal bayar.

Salah satu cara penting perusahaan menjaga iklim ekonomi secara umum adalah dengan menjaga rasio utangnya dan pengeluarannya.

JojoExpese adalah aplikasi yang memudahkan kamu dalam mengelola pengeluaran perusahaan kamu. Aplikasi ini memungkinkan kamu melakukan proses reimbursement secara otomatis. Dilengkapi dengan fitur yang dapat mendeteksi potensi kecurangan. Selain itu selama kamu memiliki smartphone dan jaringan internet, dengan aplikasi ini kamu dapat mengontrol keuangan perusahaanmu dari mana saja.