Mengenal Positioning Dalam Persaingan Bisnis

Saat memulai bisnis, banyak pelaku bisnis yang seringkali melupakan poin Positioning bisnisnya. Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

Sehingga, konsumen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Positioning perlu dilakukan oleh perusahaan setelah memutuskan segmen mana yang dipilih.

Dalam strategi pemasaran dikenal 3 tahap yang perlu direncanakan ketika meluncurkan produk baru, yaitu segmenteing, targeting dan positioning. Segmenting merupakan membagi pasar menjadi beberapa kelompok berdasarkan demografis (jenis kelamin, usia), geografis (tempat), dan lainnnya.

Kemudian setelah itu targetting, yaitu mentargetkan dengan lebih spesifik sesuai dengan segmen yang dipilih misal segemennya berdasarkan jenis kelamin, maka targetnya bisa laki-laki atau perempuan. Kemudian usia, maka targetnya bisa usia balita, remaja, dewasa atau lansia.

Ketika sudah ditentukan segmen dan target maka selanjutnya adalah positioning.

Apa Itu Positioning?

Positioning adalah strategi pemasar dalam membedakan jasanya dengan para pesaingnya, khususnya dalam benak konsumen. Misal saja, kalau ada kata “moving forward” dibenak kalian terfikir apa? honda, toyota, suzuki atau apa? Yaa Toyota.

Kalau jamunya orang pintar? Tolak angin, orang pintar minum tolak angin. Sementara, contoh posisi pasar pada produk jasa yaitu seperti  “Malaysia is truly Asia” selogan yaitu selogan pariwisata Malaysia.

Dalam hal ini Malaysia ingin membuat kesan dalam benak wisatawan bahwa segala sesuatu yang ada di Asia, semuanya terdapat di Malaysia, dengan kata lain dengan mengunjungi Malaysia akan memperoleh apa saja yang ada di Asia.

Nah, strategi-strategi tersebut merupakan strategi positioning, sehingga kalau orang mau mencari jamu masuk angin maka langsung tertuju tolak angin, kalau orang ingin mencari air mineral maka tertujunya aqua.

Itu bisa terjadi karena produk-produk tersebut sudah memiliki positioning yang kuat di benak masyarakat. Dan sudah terbilang susah untuk dihilangkan.

Apa itu positioning dalam strategi pemasaran produk jasa?

Istilah positioning adalah sebagai suatu upaya penempatan atau menggerakkan suatu produk ke suatu tingkatan yang diinginkan dan sesuai dengan perhatian konsumen.

Lalu apa tujuan dari positioning? Tujuannya adalah untuk membedakan produk dan jasanya suatu perusahaan dari para pesaing, dan produknya melekat dalam benak masyarakat.

Dalam teorinya positioning untuk mendapatkan hati masyarakat mengandalkan unsur komunikasi, komunikasi dengan para konsumen.

Positioning merupakan konsep psikologis, konsep psikologis yang digunakan oleh perusahaan agar produknya dapat diterima oleh konsumen. Konsep psikologis digunakan agar konsumen  lebih memilih produknya dibandingkan dengan produk pesaing.  

Manfaat Produk

Produk dikaitkan dengan kegunaan tertentu, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Contoh, produk obat sakit maag X mengklaim bahwa obatnya dapat menyembuhkan maag dengan lebih cepat dan aman.

Sedangkan produk Y juga mengklaim hal serupa, namun dengan penambahan manfaat tertentu. Padahal terdapat kesamaan kandungan obat yang mereka gunakan.

Harga dengan Kualitas Terbaik

Strategi positioning melalui harga tidak selalu identik dengan harga yang lebih murah saja, tapi juga dengan memberi harga yang pantas sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan.

Memposisikan produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada produk sejenis milik kompetitor ditambah dengan kualitas yang lebih baik akan membuat positioning produk akan lebih kuat tertancap di hati para konsumen.

Menurut Pemakai

Strategi ini biasanya membutuhkan pencitraan dari brand ambassador atau model yang ditunjuk untuk mewakili iklan perusahaan. Contohnya produk minuman berenergi yang memposisikan diri bahwa produknya dikonsumsi oleh atlet dan tokoh terkenal.

Produk lain yang biasanya menggunakan strategi ini adalah produk kecantikan, obat tradisional, atau makanan. Setiap tokoh atau public figure yang dipilih biasanya akan membawa citra tersendiri untuk produk yang dipasarkan.

productKategori Produk

Ketika produk diposisikan sebagai leader dalam suatu kategori produk. Biasanya bisnis yang menggunakan strategi ini hanya mengkhususkan pada satu produk walaupun memiliki beberapa varian atau tipe produk.

Contohnya sebuah kebun binatang yang mengklaim sebagai tempat edukasi selain wisata. Kebun binatang tersebut mencoba menjadi pembeda dari tempat wisata lainnya.

Strategi positioning kebun binatang yang akan membuat konsumen akan selalu ingat, kalau mau belajar sambil berekreasi, maka kebun binatang tersebut adalah tempat rujukan yang tepat.

Positioning produk begitu penting karena merupakan titik awal untuk menentukan strategi pengembangan merek. Setelah menentukan positioning produk, tahap selanjutnya adalah menentukan diferensiasi untuk menciptakan kredibilitas.

Dengan kredibilitas ini akan semakin memperkuat merek yang dimiliki.

Kriteria Posisi Pasar (Positionining)

Dalam menentukan posisi pasar terdapat empat kriteria berdasarkan Hermawan Kertajaya yaitu:

Customer (Konsumen)

Didasarkan atas kajian konsumen, posisi pasar (positioning) harus diasumsikan secara positif oleh konsumen dan menjadi alasan dalam pembelian yang mereka lakukan.

Hal tersebut akan terjadi apabila posisi pasar (positioning) mendiskripsikan nilai (value) yang diberikan pada konsumen dan nilai tersebut benar-benar merupakan sebuah asset bagi konsumen.

Karena posisi pasar (positioning) mendiskripsikan nilai (value) yang unggul, maka posisi pasar (positioning) akan menjadi penentu yang sangat penting bagi konsumen pada ketika mereka memutuskan untuk membeli.

Company (Perusahaan)

Didasarkan atas kajian pada kapabilitas serta kekuatan internal perusahaan (company), maka posisi pasar (positioning) harus mencerminkan kekuatan serta keunggulan kompetitif perusahaan.

Jangan hingga perusahaan merumuskan posisi pasar (positioning) tatapi ternyata tidak bisa memenuhi dan melakasanakan janjinya. Hal tersebut sangat berbahaya alasannya yaitu bisa saja konsumen pada akibatnya akan berasumsi bahwa perusahaan telah mengingkari kesepakatan dan berbohong.

Jika sudah menyerupai itu dapat dipercaya bahwa reputasi perusahaan akan hancur dimata konsumen. Oleh alasannya yaitu itu dalam merumuskan posisi pasar (positioning) perusahaan harus dengan pertimbangan yang sangat matang.

Competitor (Pesaing)

Berdasarkan atas kajian keadaan competitor (pesaing), maka posisi pasar (positioning) harus memiliki sifat unik sehingga bisa dengan mudah mendiferensiasikan diri dan memiliki perbedaan khusus apabila dibandingkan dengan produk pesaing.

Jika posisi pasar (positioning) unik maka laba akan didapat mengingat posisi pasar (positioning) tersebut tidak akan mudah ditiru oleh para pesaing. Bila tidak mudah ditiru maka posisi pasar (positioning) akan berkelanjutan dalam jangka yang panjang.

Tapi perlu diingat bahwa keuningan yang harus diciptakan bukan hanya pada produk melainkan pada semua komponen perusahaan.

Change (Perubahan)

Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis, posisi pasar (positioning) harus berkelanjutan serta selalu relevan dengan perubahan dalam lingkungan bisnis.

Seperti perubahan persaingan, perubahan sosial budaya, sikap konsumen dan sebagainya. Hal tersebut berarti bahwa jikalau posisi pasar (positioning) dan perangkatnya sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lingkungan bisnis.

Maka dengan cepat perusahaan harus merubahnya, dengan cara melaksanakan perubahan dalam strateginya.

JojoExpenseSebuah proses positioning produk yang dilakukan oleh sebuah bisnis tentunya membutuhkan perencanaan anggaran keuangan untuk mendukungnya.

Dalam hal ini, Anda akan membutuhkan sistem akuntansi pengelola keuangan yang bisa Anda andalkan untuk membuat perencanaan keuangan yang baik.

JojoExpense adalah fitur yang menghilangkan kebutuhan untuk merekap penerimaan kertas manual dan mempersingkat waktu pemrosesan hingga 70%. Hemat waktu dan hemat biaya. Ayo tunggu apa lagi buaruan coba!