Unicorn: Usaha Rintisan dengan Valuasi Nilai yang Besar

Kalau kamu mengikuti dan memperhatikan setiap agenda di masa pemilu kemarin, kamu pasti tahu isu unicorn. Kata tersebut ramai diperbincangkan setelah salah satu calon presiden mempertanyakan istilah tersebut.

Sebetulnya, istilah ini mungkin bukan istilah yang baru. Hanya saja, semakin populer dan familiar di kalangan masyarakat pasca tokoh-tokoh negara memperbincangkannya. Kalau kamu sendiri sudah tahu apa itu unicorn?

Artikel ini akan mencoba membahas apa itu unicorn. Nantinya, ini bukan hanya akan menjadi pengetahuanmu, tapi juga akan menjadi bekal, siapa tahu kamu mau mendirikannya. Untuk itu, baca artikel ini sampai selesai ya!

Pengertian Unicorn

Kamu pernah dengar nama Achmad Zaky, Nadiem Makariem, atau William Tanuwijaya? Nama-nama ini akan sering terdengar kalau kamu tengah membicarakan unicorn. Tapi, kita tidak akan membahas mereka, kita akan bahas soal model bisnis atau perusahaan yang mereka kelola.

Istilah unicorn, pertama kali dikenalkan oleh pendiri Cowboy Ventures, dalam tulisannya yang berjudul Welcome to The Unicorn Club. Di dalamnya dijelaskan bahwa unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai sebesar 1 miliar dolar Amerika.

Sedangkan istilah startup diartikan sebagai perusahaan yang baru didirikan. Perusahaan tersebut masih berada dalam proses pengembangan dan penelitian lebih lanjut, khususnya untuk menemukan pasar yang tepat.

Adapun valuasi nilai, merupakan nilai ekonomi dalam sebuah bisnis. Tujuannya untuk mengukur seberapa besar potensi yang dimiliki bisnis tersebut.

Sebetulnya, ada tingkatan lebih tinggi dari unicorn. Hal tersebut mengacu pada valuasi nilai perusahannya. Satu tingkat diatas unicorn adalah decacorn, perusahaan rintisan dengan valuasi nilai sebesar 10 miliar dolar Amerika. Serta hectocorn dengan valuasi nilai 100 miliar dolar Amerika.

Baca juga tentang Ekonomi Kreatif

Perjalanan Start up dan Unicorn

Bicara unicorn,  memang tidak akan jauh dari bicara startup. Hal ini karena sebetulnya unicorn adalah startup, yang membedakan adalah valuasi nilainya. Jika secara definisi diartikan sebagai perusahaan rintisan, tapi ternyata akhir-akhir ini ada beberapa pergeseran arti.

Startup bukan lagi sekadar perusahaan rintisan yang masih berkembang. Namun ia merupakan industri yang dapat menciptakan inovasi baru. Inovasi tersebut secara lebih spesifik, harus bisa memberikan suatu solusi terhadap masalah yang ada.

Sebagai perusahaan rintisan, umumnya startup membutuhkan banyak biaya untuk pengembangan dan penelitian. Pendanaan itu bisa didapat startup dari berbagai sumber, seperti kredit usaha atau investor.

Saat semakin berkembang, kualitas produk dapat dibuktikan, dan produk semakin dipercaya oleh masyarakat, maka nilai valuasi perusahaan akan bertambah. Pada saat itulah startup dapat dikatakan sebagai unicorn.

Metode Perhitungan Valuasi Nilai Unicorn

Banyak bicara valuasi nilai, sebetulnya bagaimana sih kita dapat mengetahui valuasi nilai suatu perusahaan? Bagaimana cara menghitung valuasi nilai tersebut. Berikut akan coba kita bahas.

Sebetulnya, perhitungan valuasi nilai sebuah startup atau unicorn dengan bisnis biasa tidak jauh berbeda. Hanya saja, sebagai perusahaan rintisan, ada beberapa hal yang membedakannya, yaitu belum adanya keuntungan yang menjadi dasar perhitungan.

Untuk itu, ada beberapa variabel yang ada di bisnis konvensional, tapi tidak ada di perhitungan bisnis startup atau unicorn. Variabel untuk menghitung valuasi nilai mereka adalah sebagai berikut:

  • Jumlah dan nominal transaksi
  • Jumlah pengguna
  • Teknologi produksi yang dimiliki
  • Kualitas dan kompetensi tim
  • Kompetitor yang ada

Istilah Valuasi Pre-Money dan Post Money

Jika kamu akan menghitung valuasi nilai dari sebuah startup atau unicorn, kamu akan sering mendengar dua istilah yang baru kita sebut di sub judul, yaitu pre money dan post money.

Singkatnya, valuasi pre money merupakan “harga” dari sebuah start up, saat belum mendapatkan investasi. Sedangkan valuasi post money adalah kebalikannya. Dengan kata lain merupakan “harga” start up pasca investasi.

Contoh

Untuk membuat kamu lebih paham dan punya gambaran, berikut akan kita bahas cara perhitungan ini melalui contoh.

Valuasi nilai start up saat iniRp. 75.000.000.000Dinamakan sebagai valuasi pre money
Investasi baru dari investorRp. 25.000.000.000
TOTALRp. 100.000.000.000Dinamakan sebagai valuasi post money

Jika sudah menemukan valuasi nilai pre dan post money, selanjutnya adalah menghitung saham yang mungkin didapat oleh investor. Caranya adalah sebagai berikut,

Saham yang didapat investor :        Rp.   25.000.000.000               = 25%

Rp. 100.000.000.000

Kelebihan Bisnis Unicorn

Saat ini, di Indonesia, tercatat ada empat unicorn, dan ratusan startup. Keempat unicorn tersebut adalah perusahaan-perusahaan baru yang memberikan inovasi dan banyak membantu masyarakat Indonesia.

Mereka adalah Bukalapak, situs jual beli online. Bisnis yang serupa dengannya juga adalah tokopedia. Kemudian ada gojek, sebagai unicorn yang awalnya bergerak di bidang transportasi, serta traveloka, yang bisa didefinisikan dari namanya.

Sebetulnya apa sih keuntungan atau kelebihan dari bisnis berbasis startup atau unicorn? Berikut akan kita bahas kelebihannya, yang mungkin akan membuatmu tertarik untuk mendirikannya juga.

Membuka Lapangan Pekerjaan

Sebagaimana bisnis-bisnis lainnya, bisnis startup atau unicorn juga akan membuka lapangan kerja. Tercatat banyak tenaga kerja yang terserap dari adanya unicorn di Indonesia.

Model bisnisnya dan status pengembangannya, serta produknya yang membawa inovasi dan solusi membuat unicorn membutuhkan banyak tim dan banyak tenaga kerja untuk membantu pengembangannya.

Membantu UMKM

Unicorn yang telah ada di Indonesia saat ini bergerak di bidang yang melibatkan banyak UMKM, atau usaha mikro kecil menengah. Sehingga dengan begitu, dapat dikatakan bahwa unicorn memiliki kelebihan yang satu ini, yaitu membantu pengembangan UMKM yang ada di Indonesia.

Membuka Kesempatan Suntikan Dana

Bisnis unicorn tengah banyak diperbincangkan dan cukup menarik bagi para investor. Dengan begitu, akan membuka banyak peluang suntikan dana terhadap bisnis-bisnis tersebut.

Investasi yang besar tersebut juga akan berdampak pada nilai investasi negara dan peningkatan valuasi nilai, serta perekonomian Indonesia.

Ekspansi Keluar Negeri

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh bisnis unicorn adalah inovasinya. Hal ini memudahkan bisnis tersebut untuk merambah pasar yang lebih luas, salah satunya adalah melakukan ekspansi ke luar negeri. Ini, sudah banyak dilakukan oleh unicorn-unicorn Indonesia.

Pengaruh Unicorn terhadap Industri 4.0

Istilah-istilah ini memang banyak dikatakan ya, banyak yang mengaitkannya satu sama lain. Satu ha l yang menjadi benang merah dari semua itu adalah era digital. Baik startup, unicorn, atau industri 4.0.

Bicara industri 4.0 yang erat kaitannya dengan teknologi, ternyata keberadaan unicorn dapat berperan besar dalam era industri 4.0 ini. Peran unicorn adalah sebagai berikut:

  • Mendorong angkatan kerja Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya. Terutama dalam hal teknologi internet, dan integerasi kemampuan internet dengan produksi.
  • Pemanfaatan teknologi digital yang dapat medorong usaha kecil menengah atau industri kecil menengah untuk mencapai pasar ekspor.
  • Pemanfaatan lebih maksimal teknologi digital, seperti big data, cloud atau
  • Mendorong investasi teknologi melalui
  • Memfasilitasi inkubasi bisnis, agar semakin banyak wirausaha berbasis teknologi dan digital di Indonesia.

Sejauh penjelasan ini dipaparkan, apakah kamu terpikirkan atau tertarik untuk membangun sebuah startup yang nantinya akan menjadi unicorn? Atau justru kamu sudah menemukan suatu masalah yang butuh solusi, dan ternyata solusi tersebut bisa kamu hadirkan melalui bisnis unicorn milikmu.

Kalau sudah begitu, tidak ada salahnya untuk belajar lebih jauh dan mulai mencoba merintisnya, siapa tahu kamu akan menjadi salah satu pendiri unicorn di Indonesia, dan menambah daftar unicorn yang dimiliki Indonesia.

Namun sebelum itu semua, ada satu hal yang jangan sampai terlewatkan, kamu tetap harus memperhatikan poin ini. Karena ini dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu bisnis atau perusahaan, yaitu keuangan.

Kamu harus memiliki pengelolaan keuangan yang baik dan rapi, agar data dan informasi yang dibutuhkan dapat mudah kamu temui. Bicara dunia digital, ini ada aplikasi digital yang akan membantumu mengurus keuangan perusahaan.

JojoExpense dari Jojonomic, sebuah aplikasi untuk pencatatan keuangan secara digital, khususnya dalam hal cash advance dan reimbursement. Semuanya dapat kamu lakukan melalui gadget dan tentunya secara digital. Dengan begitu kamu juga bisa melakukannya dimana saja dan kapan saja. Sehingga nantinya kerjamu akan lebih efisien. Selamat mencoba!