9 Jenis Pertanyaan Wawancara dan 7 Sikap Tubuh Saat Wawancara

Dalam mencari pekerjaan pasti ada sesi wawancara kerja juga kan? Nah, kita akan bahas tips trik bagaimana menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan baik dan apa tujuan diberikannya pertanyaan tersebut.

Selain itu, kita juga akan bahas sikap-sikap tubuh macam apa yang penting diperhatikan saat wawancara kerja. Dua hal penting ini akan dibahas di artikel di bawah ini ya.

Yuk disimak aja. Pastinya bermanfaat buat kamu loh terutama yang belum pernah mengikuti wawancara kerja.

9 Pertanyaan Wawancara Kerja Beserta Jawabannya

Saat baru pertama kali melamar kerja, pasti menjadi saat yang mendebarkan buat kamu. Seringkali kita khawatir apakah kualifikasi kita sesuai atau tidak. Kemudian muncul pertanyaan kira-kira apa saja yang akan ditanyakan pada saat interview.

Pastinya semua pelamar kerja berharap dapat lolos sesi interview dengan mudah. Nah, jika tertarik mengetahui tips dan triknya, simak tips menjawab 9 pertanyaan jebakan saat interview kerja yang cukup ampuh ini.

Gambarkan Diri Anda

Apa yang ada di benak kamu saat tim HRD bertanya tentang diri sendiri? Apakah gambaran positif atau negatif? Hati-hati, pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui karakter dasarmu.

Karakter seorang pekerja merupakan aspek penting bagi perusahaan. Calon pekerja yang berkarakter kuat tentunya akan menarik perhatian pemberi kerja. Terutama jika karakter  sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Oleh sebab itu pilihlah 3 kata yang dapat mendeskripsikan dirimu. Sesuaikan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Berikan gambaran karakter  yang sesuai dan pilih kata-kata positif.

Misalnya saja jujur, pekerja keras, antusias, berkomitmen tinggi, mudah bekerjasama, komunikator yang baik, dan lain sebagainya. Pastikan karakter yang disebut memang sesuai dengan karakter kamu sesungguhnya.

Mengapa Tertarik Bergabung ke Perusahaan ini?

Kebanyakan orang tentunya akan menjawab suasana kerja yang lebih nyaman dan gaji yang tinggi. Jangan terkecoh! Pertanyaan ini merupakan usaha untuk mencari motivasi  yang sesungguhnya.

Setiap perusahaan lebih menginginkan pekerja yang loyal. Oleh sebab itu pastikan jawaban yang diberikan bukan jawaban remeh seperti kenaikan gaji.

Apalagi jika sampai mengutarakan ketidaknyamanan  di perusahaan sebelumnya. Perusahaan yang baru tentu akan menilai kamu adalah orang yang tidak mau bekerja keras.

Sebaiknya jawab pertanyaan ini dengan alasan-alasan positif. Misalnya karena ingin berkontribusi lebih dalam menyalurkan bakat. Atau lebih karena posisi yang dilamar sesuai dengan latar belakang pendidikan.

Pastikan bahwa alasan bergabung lebih karena motivasi yang membangun.

Jelaskan Rencana Kamu ke Depannya!

Maksud dari pertanyaan ini yaitu untuk mengetahui berapa lama ingin bergabung dengan perusahaan yang dilamar. Jangan sampai ternyata perusahaan salah mempekerjakan seorang “kutu loncat” atau pegawai yang senang berpindah-pindah perusahaan.

Untuk menjawab pertanyaan ini, uraikan untuk tujuan jangka panjang. Pastikan bahwa kamu melibatkan perusahaan yang dilamar sebagai bagian dari rencana. Jawablah dengan bijak dan pikirkan dengan matang. Jangan sampai menjawab seadanya.

Berikan Gambaran Tentang Pekerjaan yang Dilamar!

Sangat penting untuk mengetahui posisi yang dilamar. Karena hal tersebut berkaitan dengan tugas  di perusahaan tersebut di kemudian hari. Perusahaan pasti enggan mempekerjakan orang yang tidak mengerti apapun tentang tugas-tugasnya.

Karena hal tersebut berarti butuh waktu lebih lama untuk membuat pekerja baru beradaptasi dengan lingkungan perusahaan.

Oleh sebab itu, pastikan telah mencari informasi terlebih dahulu apa yang kira-kira akan menjadi tanggung jawab. Dengan jawaban yang tepat, maka perusahaan akan merasa bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi ini.

Mengapa Berhenti?

Ini adalah salah satu pertanyaan penting. Karena dari jawaban perusahaan dapat menilai karakter dan orientasimu. Karena biasanya motivasi seseorang berhenti bekerja sangat erat dengan karakter dan orientasinya.

Oleh sebab itu hindari menyebutkan masalah pribadi sebagai alasan. Pastikan alasan karena sesuatu hal yang profesional. Pastikan juga bukan oleh karena konflik. Fokuslah pada jawaban bahwa ingin mencari posisi yang lebih baik untuk berkembang sesuai minat dan bakat.

Berapa Gaji yang Diinginkan?

Pertanyaan ini memang cukup sulit untuk dijawab. Karena bisa jadi di posisi yang sama gaji yang diminta akan berbeda. Sehingga biasanya menentukan gaji membutuhkan pemikiran lebih.

Oleh sebab itu ketahui lebih dahulu standar gaji di perusahaan yang akan dilamar. Perhitungkan faktor-faktor seperti pengalaman dan tingkat kesulitan pekerjaan.

Jelaskan ekspetasimu, namun pastikan masih di dalam standar perusahaan. Sehingga kamu dapat memperoleh nilai maksimal dari standar yang diterapkan oleh perusahaan tujuanmu.

Hobi Apa yang Disukai saat Ini?

Jangan salah, pertanyaan ini bukan sekedar pertanyaan basi atau random untuk mencairkan suasana. Pertanyaan ini muncul untuk menilai apakah secara kepribadian, kamu dinilai cocok atau tidak dengan budaya dikantor ini.

Jawab dengan sungguh-sungguh, detil dan disertai dengan alasan yang masuk akal contohnya:

“Saya suka membaca buku bertema misteri dan teka-teki, jadi saya bisa sedikit belajar tentang cara memecahkan masalah dalam situasi tertentu”.

Bukan “saya suka membaca buku bertema sains karena menambah wawasan saya” jawaban yang terlalu sederhana akan terkesan bahwa kamu berbohong dan tidak bersungguh-sungguh.

Apakah Ada Pertanyaan untuk Kami?

Jangan jawab “tidak”! Karena itu akan membuat pihak perusahaan merasa kamu tidak tertarik bekerja disana. Jawablah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar budaya, peraturan dan sistem perusahaan yang sedang mewawancarai kamu saat ini.

Seperti “benefit apa saja yang saya dapatkan jika diterima bekerja disini?”, “berapa lama jam istirahat yang diberikan?”, “apakah ada uang lembur?”. Berikan pertanyaan yang memang benar-benar ingin kamu ketahui.

7 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja. Perusahaan Manapun Nggak Akan Menyukainya

Wawancara kerja menjadi satu tahapan yang menentukan saat seseorang sedang melamar pekerjaan. Mempersiapkan segala persiapan secara matang agar wawancara kerja berjalan lancar, memang wajib dilakukan.

Mulai dari penampilan, materi wawancara, pengetahuan umum, pengetahuan bidang akademik, dan pengetahun mengenai perusahaan terkait.

Namun, semua itu mungkin akan jadi sia-sia jika kamu memberikan kesan buruk pada pewawancara hanya karena bahasa tubuh yang dilakukan.

Bahasa tubuh di sini sangat penting karena bisa mempengaruhi kesan yang orang lain lihat tentang dirimu. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa bahasa tubuh bisa mencerminkan perasaan seseorang.

Nah agar kamu bisa menunjukkan sikap positif ke pewawancara dan menghindari kegagalan hanya karena bahasa tubuh yang keliru, segera tinggalkan beberapa kebiasaan di bawah ini.

Berjabat tangan terlalu lemah atau mencengkeram keras dapat memberi kesan kamu gugup dan kurang percaya diri. Belum lagi jika telapak tanganmu berkeringat

Tahapan pertama saat kamu memasuki ruangan wawancara adalah berjabat tangan. Artinya, karaktermu akan dinilai pertama kali dari caramu menjabat tangan pewawancara.

Saat berjabat tangan, jangan sampai jabatannya terlalu lemah atau mencengkeram keras. Hal ini akan dinilai oleh pewawancara bahwa kamu adalah orang yang kurang percaya diri.

Usahakan lap dulu tanganmu sebelum memasuki ruangan, telapak tangan yang berkeringat akan dianggap sebagai kegugupan. Kecuali kamu memiliki sindrom telapak tangan yang berkeringat setiap saat, hal ini adalah suatu pengecualian.

Kamu bisa meminta maaf dan menjelaskannya di depan pewawancara saat ditanya soal kelainan ini.

Jaga postur dudukmu, jangan terlalu menjauh ke belakang ataupun condong ke depan. Disamping tidak sopan, posisi duduk juga sering diartikan sebagai level percaya diri

Setelah berjabat tangan, maka kamu akan dipersilahkan untuk duduk menghadap pewawancara. Jangan heran, postur tubuh saat kamu duduk pun akan dinilai, lho.

Duduk dengan postur tubuh menjauh ke belakang menunjukkan kesan malas atau sombong. Jika kamu terlalu condong ke depan akan dianggap kamu adalah orang yang agresif, sementara postur yang membungkuk memberikan kesan kurang percaya diri dan jauh dari kesan pemberani.

Untuk menimbulkan kesan yang netral, duduklah tegak terutama bagian bahu dan kepala, namun tetap rileks dan nyaman.

Kontak mata adalah bahasa tubuh yang paling ekspresif. Jangan sia-siakan kesempatanmu meninggalkan kesan baik, dengan menghindari kontak mata atau justru menatap terlalu berlebihan

Sebelum memasuki ruangan wawancara, kamu mungkin sudah mengumpulkan keberanian untuk melakukan kontak mata sebanyak mungkin.

Namun kenyataannya, kamu cenderung merasa nggak nyaman melakukan kontak mata dengan seseorang terlalu lama, termasuk saat wawancara kerja.

Hal ini menyebabkan kamu terlalu sering berkedip, menatap ke segala arah dan salah tingkah. Caramu melakukan kontak mata yang terlalu lemah seperti ini hanya akan memperlihatkan rasa kurang percaya diri, gugup atau nggak siap.

Sebaliknya, melakukan kontak mata berlebihan juga nggak baik karena menciptakan ketidaknyamanan bagi pewawancara.

Sebenarnya, hanya cukup melakukan 60 persen kontak mata saja untuk memberi kesan bahwa kamu terlihat antusias. Usahakan jangan hanya menatap mata, cobalah fokuskan tatapan ke daerah segitiga bagian atas wajah yakni antara bagian alis kanan kiri dan hidung.

Selain itu cobalah menahan tatapan pewawancara untuk satu hingga dua detik sebelum kamu pergi dari ruangan wawancara, terutama saat berjabat tangan.

Posisi tanganmu juga penting. Jangan sekali-kali menyilangkan di depan dada, memasukkan dalam saku, atau melakukan gerakan tangan yang nggak sinkron dengan pertanyaan

Posisi telapak tangan saat kamu duduk di kursi saat wawancara juga penting untuk diperhatikan. Jika kamu menyilangkan tangan di depan dada, maka mereka akan menganggapmu sedang melakukan perlawanan.

Atau mungkin saja ada diantara kamu yang memasukkan telapak tangan ke dalam saku, hal ini menunjukkan sikap nggak bersahabat dan merasa terancam.

Kamu bisa mengakalinya dengan cukup menaruh telapak tenganmu di sisi kursi atau ditumpuk manis di atas pangkuan sembari sesekali melakukan gerakan tangan untuk memperkuat pernyataan yang kamu sampaikan.

Namun, hindari melakukan gerakan tangan yang berlebihan karena kamu bukan sedang main drama. Ketika kedua tanganmu terbuka, maka kamu akan dirasa lebih dekat dan bersahabat.

Nggak hanya posisi tangan saja yang diperhatikan, posisi kaki juga dianggap sebagai pernyataan tersirat. Meski nggak terlalu terlihat dari pandangan pewawancara, tetap harus diperhatikan

Meski posisi kaki nggak terlalu terlihat oleh pewawancara, cobalah memposisikan kaki dengan baik. Buatlah posisi kakimu senyaman mungkin agar nggak mengganggu proses wawancara.

Bisa jadi penempatan posisi kakimu belum nyaman dan terlihat baik sehingga membuatmu bergerak-gerak untuk mencari posisi kaki yang nyaman.

Posisi kaki yang dianjurkan adalah duduk dengan kaki lurus menyentuh lantai. Usahakan nggak menyilangkan kaki karena terlalu lama bertahan pada posisi ini akan membuatmu kesemutan.

Posisi kaki menyentuh lantai bisa membuatmu lebih nyaman dan rileks. Satu hal yang terpenting adalah hindari gerakan menggoyang-goyangkan kaki karena pewawancara bisa menganggap hal ini sebagai bahasa tubuh seseorang yang sedang gugup berat.

Hindari juga segala bentuk gerakan yang bisa mengalihkan perhatian pewawancara. Disamping menganggu, hal ini juga akan menambah kesan gugupmu yang semakin jelas

Banyak orang yang melakukan gerakan-gerakan aneh saat proses wawancara karena terlalu gugup hingga lepas kontrol. Misalnya saja terlalu sering menyentuh bagian wajah, menggigit bibir, memainkan rambut atau menyibak rambut terlalu sering, jari tangan yang mengetuk-ngetuk meja, atau kaki yang bergetar.

Bahasa tubuh seperti ini mungkin jarang kamu sadari karena merupakan reaksi spontan saat menghadapi kegugupan dan rasa nggak percaya diri.

Ketika pewawancara menyadari posisimu yang secara nggak sengaja mengeluarkan bahasa tubuh semacam ini, mereka akan mencari celah untuk melontarkan pertanyaan menjebak yang mungkin membuat reaksi gugupmu semakin jelas.

Kamu perlu menyadari bahwa gestur-gestur ini merupakan salah satu sikap yang paling mudah dibaca bahwa kamu sedang nervous dan berusaha menenangkan diri.

Memasang wajah datar dan sulit tersenyum, akan dipandang negatif. Begitupun jika senyumanmu terlihat palsu dan tidak tulus, berikan senyum sewajarnya

Senyum merupakan sinyal bahwa kamu adalah orang yang terbuka, hangat, penuh percaya diri dan penuh energi. Sebaliknya, kamu dianggap sebagai pemurung jika selalu menunjukkan wajah cemberut.

Kamu yang sulit untuk tersenyum dan hanya memasang wajah datar saat proses wawancara, akan dianggap sebagai orang yang kurang bersahabat, pesimis dan nggak menghargai pewawancara.

Sebaliknya jika kamu terlalu murah senyum hingga kerap menunjukkan senyuman palsu justru membuatmu terlihat nggak natural. Senyum palsu menciptakan kesan bahwa kamu adalah tipe yang suka berpura-pura, tidak percaya diri dan tidak terbuka.

Senyumlah se-rileks mungkin dan tunjukkan bahwa senyumanmu itu tulus. Tapi jangan tersenyum secara terus menerus juga karena membuatmu terlihat kurang serius dan pecicilan.

Nah, setelah mengetahui pertanyaan wawancara serta jawabannya yang tepat yang harus diberikan serta sikap tubuh yang baik dalam melakukan wawancara, bagaimana apakah teman-teman lebih siap dalam melakukan wawancara kerja?

JojoPayrollAda satu lagi info penting nih mengenai software HR yang terbaik di Indonesia dan sudah dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar loh.

Adalah Jojonomic. Salah satu produk Jojonomic adalah JojoPayroll. JojoPayroll ini adalah aplikasi penggajian online yang sudah terintegrasi dengan PPH21, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi HRD sudah tidak perlu melakukan penghitungan manual dengan excel. Bisa dicoba loh demo aplikasinya di link ini JojoPayroll. Selamat mencoba kawan-kawan.