Siapa yang lebih menguntungkan? Ekonomi Makro atau Ekonomi Mikro

Pernahkah kamu mendengar istilah ekonomi makro dan mikro? Keduanya memiliki keterikatan dengan pelaksanaan perekonomian di sebuah negara. Karena, baik ekonomi makro maupun mikro, akan saling mempengaruhi antara satu sama lain, hingga tercapai tujuan perekonomian yang dicita-citakan. Meskipun memiliki keterikatan satu sama lain, keduanya memiliki perbedaan yang terlihat cukup jelas. Untuk itu, dalam artikel ini kita akan membahas tentang perbedaan yang dimiliki oleh ekonomi makro dan mikro. Agar kamu lebih paham, yuk kita baca bersama pembahasannya!

Definisi Ekonomi Makro VS Mikro

Sebelum mulai melihat perbedaan diantara dua jenis disiplin ilmu ekonomi ini, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi yang dimiliki keduanya. Berikut ini akan diperlihatkan beberapa defisinisi yang dikemukakan oleh para ahli, tentang ekonomi makro (makroekonomi) dan mikro (mikroekonomi):

Ekonomi Makro

Terdapat beberapa ahli yang telah mengemukakan pendapatnya mengenai teori ekonomi makro. Salah satunya datang dari Samuelson dan Nordhaus, yang berpendapat bahwa ekonomi makro adalah yang mempelajari dan mengamati kinerja perekonomian secara keseluruhan dan komprehensif. Sejalan dengan pendapat tersebut, Sadono Sukirno menyatakan makroekonomi sebagai cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi. Masalah yang dimaksud di sini diantaranya adalah: inflasi, pengangguran, dan neraca pembayaran serta perdagangan sebuah negara. Dari kedua pendapat ahli tersebut apa nih yang bisa kamu simpulkan? Berdasarkan pendapat tersebut, ekonomi makro dapat dikatakan sebagai cabang ilmu ekonomi yang mempelajari variabel-variabel keseluruhan di sebuah negara.

Ekonomi Mikro

Teori ekonomi mikro juga banyak dikemukakan oleh para ahli, diantaranya datang dari Mankiw. Menurutnya, mikroekonomi adalah bidang ilmu yang membahas tentang peran individu-individu pelaku ekonomi, bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, dan bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar tertentu. Pendapat selanjutnya datang dari Sadono Sukirno, yang mengemukakan tentang ekonomi mikro sebagai cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Berdasarkan pendapat keduanya, dapat disimpulkan bahwa ekonomi mikro lebih memperhatikan berbagai perilaku dan keputusan individu maupun badan dalam mempengaruhi penawaran dan permintaan yang pada akhirnya akan menentukan harga barang dan jasa.

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa makroekonomi lebih membahas masalah perekonomian di sebuah negara dalam lingkup yang lebih luas. Sedangkan, dalam mikroekonomi, lebih dibahas mengenai proses perekonomian yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi yang terjadi di dalam sebuah pasar. Gimana, apa sampai sini kamu sudah mendapat pencerahan terkait perbedaan antara ekonomi makro dan mikro?

Berdasarkan Tujuan

Faktor perbedaan kedua dapat dilihat dari tujuan yang dimilikinya. Ekonomi makro lebih mengarah untuk membantu memahami dan menyelesaikan masalah terkait perekonomian, dan juga sebagai alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil. Sedangkan, ekonomi mikro lebih bertujuan untuk menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk maupun jasa, serta alokasi dari sumber terbatas.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan disebutkan apa saja tujuan kebijakan ekonomi makro:

  • Membantu meningkatkan kapasitas produksi dan pertumbuhan ekonomi suatu negara demi terjadinya pemerataan distribusi pendapatan
  • Membantu meningkatkan pendapatan nasional dengan menambah kesempatan kerja untuk masyarakat
  • Mengendalikan laju inflasi dan kestabilan perekonomian pada suatu negara
  • Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri

Kemudian, tujuan kebijakan ekonomi mikro dapat terlihat pada poin-poin di bawah ini:

  • Melakukan analisis terhadap mekanisme pasar yang membentuk harga relatif kepada produk barang dan jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyaknya penggunaan alternatif
  • Melakukan analisis kegagalan pasar, yaitu saat pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar dengan persaingan sempurna.

Konsep Dasar yang Dimiliki

Baik makro- maupun mikroekonomi memiliki konsep-konsep dasar yang menyusun pelaksanaan tujuannya. Perbedaan selanjutnya yang akan dibahas adalah dari konsep dasar yang dimiliki oleh keduanya. Uniknya, kedua macam bidang keilmuan ini sama-sama memiliki 3 konsep dasar yang menyusunnya. Kira-kira sama tidak ya? Untuk menjawab rasa penasaranmu, langsung aja yuk kita lihat bersama!

Konsep Dasar Ekonomi Makro

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, bahwa ekonomi makro lebih membahas mengenai variabel keseluruhan di sebuah negara, akan mempengaruhi konsep dasar yang menyusunnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah konsep dasar yang dimiliki oleh teori ekonomi makro:

Pengeluaran (Outcome) dan Pendapatan (Income)

Apa yang dimaksud dengan keluaran nasional ialah total nilai seluruh produksi negara pada masa yang sudah ditentukan. Sedangkan untuk pendapatan, berasal dari semua barang yang diproduksi dan dijual oleh pelaku ekonomi. Maka dari itu, keluaran dan pendapatan biasanya dianggap setara dan dua istilah tersebut sering digunakan berganti-gantian. Keluaran bisa diukur sebagai jumlah pendapatan, atau bisa dilihat dari sisi produksi dan diukur sebagai jumlah nilai output dan jasa.

Outcome dari ekonomi makro, dapat diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Baik kemajuan teknologi, akumulasi modal dan kualitas SDM merupakan salah satu hal pokok yang mempengaruhi tinggi rendahnya PDB sebuah negara. Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih dan memiliki akumulasi modal yang tinggi, serta tingginya tingkat pendidikan untuk menunjukkan kualitas SDM, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula, hal ini akan berlaku kebalikannya. Maka dari itu, agar tujuan perekonomian dapat tercapai, sebuah negara harus mampu menghasilkan outcome yang sesuai dengan ekspektasi.

Pengangguran

Pengangguran masih menjadi masalah utama di banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Tingginya angka pengangguran akan berdampak pada tingginya beban yang akan ditanggung oleh negara. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah. Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.

Inflasi dan Deflasi

Inflasi dapat dikatakan sebagai sebuah proses kenaikan harga secara umum dan terus-menerus (continue) dan berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang, merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

Sementara itu, deflasi terjadi berkebalikan dengan situasi yang menyebabkan inflasi. Deflasi akan terjadi ketika harga turun secara umum dan terus menerus, atau menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Indeks harga merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur perubahan harga ini. Dengan melihat penjelasan sebelumnya, terlihat bahwa inflasi dan deflasi saling berkaitan erat dengan ekonomi moneter. Maka, adanya perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh. Sehingga, pada kondisi seperti ini, maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro

Selanjutnya akan dibahas apa saja yang menjadi konsep dasar pelaksanaan kebijakan ekonomi mikro. Agar kamu bisa lebih memahaminya, kita simak bersama, yuk!

Teori Produksi

Kata produksi mungkin sudah tidak asing untuk kamu, karena sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Produksi sendiri merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang, guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pada sebuah proses produksi, tentu memerlukan input, salah satunya adalah sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan barang/jasa tersebut.

Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, proses produksi, berkaitan erat dengan makroekonomi, karena berhubungan dengan penggunaan tenaga kerja yang akan berpengaruh kepada tingkat pengangguran.

Teori Harga

Konsep selanjutnya adalah teori harga yang bersifat fluktuatif. Harga itu sendiri merupakan sebuah penentu nilai barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang kerap terjadi di dalam pasar. Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut.

Teori Distribusi

Konsep terakhir dalam ekonomi mikro adalah teori distribusi. Distribusi pada rantai perekonomian kerap kali disebut sebagai kegiatan pemasaran (marketing), karena berfungsi sebagai penyalur barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Selain itu, sebuah proses produksi barang tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Oleh karena itu, pada proses distribusi ini sering kali melibatkan pihak eksternal, seperti distributor, pedagang grosir, hingga retail yang mencakup reseller dan dropshipper di dalamnya. Penggunaan pihak eksternal dimaksudkan untuk melancarkan proses distribusi barang maupun jasa ke tangan konsumen.

Jadi, apakah sekarang kamu jadi lebih paham tentang perbedaan antara ekonomi makro dan mikro? Keduanya saling berkaitan satu sama lain, dan memang memegang peranan penting dalam perekonomian sebuah negara. Ditambah lagi, pada era digital seperti saat ini, banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat membantumu ikut berkontribusi dalam pembangunan perekonomian negara. Salah satunya adalah JojoExpense yang dapat membantumu mengelola pengeluaran perusahaan dengan lebih efisien dan hemat waktu. Dengan keuangan perusahaan yang dikelola dengan efisien, dapat dipastikan perusahaanmu akan menghasilkan keuntungan maksimal. Maka kamu jadi bisa ikut berkontribusi untuk perekonomian Indonesia, deh!