Ingin Mengklaim Jaminan Kematian? Cermati dulu Pengertiannya!

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, termasuk soal kematian. Namun, saat ini tidak perlu khawatir lagi soal hal tersebut. Sebab sekarang sudah ada yang namanya jaminan kematian.

Namun apakah kalian tahu pengertian dari jaminan kematian secara umum? Jika kalian belum mengetahuinya ayo kita bahas bersama-sama pada artikel berikut ini!

Apa Itu Jaminan Kematian?

Menurut Pasal 1 angka 2 PP No 44 Tahun 2015, jaminan kematian (JKM) adalah manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia, bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Dalam hal ini, saat peserta meninggal dunia, kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan tercatat masih aktif. Program JKM ini tidak dijelaskan secara tegas dan baik pada UU No 40 Tahun 2004 maupun dalam naskah akademik.

Di dalam Naskah Akademik SJSN hanya dijelaskan santunan kematian, dengan definisi sebagai berikut

“Santunan Kematian adalah program jangka pendek sebagai pelengkap progam jaminan hari tua, dibiayai dari iuran dan hasil pengelolaan dana santunan kematian, dan manfaat diberikan kepada keluarga atau ahli waris yang sah pada saat peserta meninggal dunia.” (Naskah Akademik UU No. 40 Tahun 2004)”.

Kalau peserta tersebut merupakan tulang punggung keluarga dan wafat, maka aliran penghasilan akan terputus. Nah JKM ini bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dalam bentuk biaya pemakaman, uang santunan, sampai beasiswa untuk anak.

Karakteristik Jaminan Kematian

Jaminan Kematian mempunyai karakteristik dalam menjalankan program nya yaitu sebagai berikut:

  • Diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial yang berlaku.
  • Tujuan penyelenggaraannya adalah untuk memberikan santunan kematian yang akan dibayarkan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.
  • Status kepesertaan adalah perorangan.
  • Manfaat berupa uang tunai dapat dibayarkan sekaligus.

Manfaat Program Jaminan Kematian

Secara keseluruhan, jumlah manfaat jaminan kematian yang diterima ahli waris dari peserta adalah sebesar Rp 36 Juta, dengan rincian sebagai berikut:

  • Santunan sekaligus sebesar Rp16.200.000
  • Santunan berkala selama 24 bulan sebesar Rp4.800.000 (24 x Rp200.000) yang dibayar sekaligus
  • Biaya pemakaman sebesar Rp3.000.000
  • Bantuan beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang telah memasuki masa iuran minimal lima tahun sebesar Rp12.000.000

Siapa ahli waris yang akan mendapat manfaat jaminan kematian?

  • Janda, duda, atau anak;
  • Dalam hal janda, duda, atau anak tidak ada, maka manfaat JKM diberikan sesuai urutan sebagai berikut:
  • Keturunan sedarah menurut garis lurus ke atas dan ke bawah sampai derajat kedua;
  • Saudara kandung;
  • Mertua;
  • Pihak yang ditunjuk dalam wasiatnya oleh pekerja; dan
  • Bila tidak ada wasiat, biaya pemakaman dibayarkan kepada perusahaan atau pihak lain yang mengurus pemakaman, sedangkan santunan sekaligus dan santunan berkala diserahkan ke Dana Jaminan Sosial.

Manfaat jaminan kematian untuk peserta bukan penerima upah adalah biaya pemakaman dan santunan berkala. Pembayaran manfaat jaminan kematian wajib dilakukan paling lama 3 (tiga) hari kerja, sejak diterimanya surat permohonan pengajuan jaminan kematian, dengan dilampirkan:

  1. surat keterangan kematian,
  2. surat keterangan ahli waris, dan
  3. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bagaimana dengan Tata Cara Pengajuan Jaminan Kematian?

Untuk mengajukan Jaminan kematian tentu saja ada persyaratan yang harus diikuti pengusaha/keluarga dari tenaga kerja yang meninggal dunia mengisi dan mengirim form 4 kepada BPJS Ketenagakerjaan diserati bukti berikut ini:

  1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan asli tenaga kerja yang bersangkutan
  2. Surat keterangan kematian dari rumah sakit/ kepolisian/ kelurahan
  3. Salinan/ copy KTP/ SIM dan Kartu Keluarga tenaga kerja bersangkutan yang masih berlaku
  4. Identitas ahli waris (copy KTP/ SIM dan Kartu Keluarga)
  5. Surat Keterangan Ahli Waris dari lurah/ kepala desa setempat
  6. Surat Kuasa bermeterai dan copy KTP yang diberi kuasa (apabila pengambilan JKM ini dikuasakan).

Atau bisa juga dengan cara seperti cara dibawah ini:

Bagi Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara

Pemberi Kerja menyerahkan formulir pendaftaran berisi data, data diri dan pekerja beserta anggota keluarganya.  Paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak formulir pendaftaran diterima dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepesertaan mulai berlaku sejak BPJS Ketenagakerjaan mengeluarkan nomor kepesertaan, paling lama 1 (satu) hari kerja sejak formulir pendaftaran diterima BPJS.

Paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak formulir pendaftaran diterima , BPJS Ketenagakerjaan menerbitkan sertifikat kepesertaan bagi perusahaan dan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi pemberi kerja dan seluruh pekerja.

Paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak diterima dari BPJS Ketenagakerjaan, pemberi kerja menyampaikan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada masing-masing peserta.

Ketentuan Bagi Peserta yang Pindah Tempat Kerja:

Peserta wajib memberitahukan kepesertaannya kepada pemberi kerja tempat kerja baru. Pemberi kerja wajib meneruskan kepesertaan pekerja barunya tersebut.

Apabila pemberi kerja belum melaporkan dan membayar Iuran maka bila terjadi risiko terhadap pekerjanya, pemberi kerja wajib memberikan hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini.

Berapa Besar Iuran Jaminan Kematian?

Besarnya iuran jaminan kematian yang harus dibayarkan berbeda bagi pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, jasa konstruksi, dan pekerja migran Indonesia. Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. PU atau Pekerja Penerima Upah, yaitu setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lainnya dari pemberi kerja. Dalam hal ini, perusahaan yang membayar iuran program JKM adalah sebesar 0,3% dari upah pekerja dalam satu bulan yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  2. PBU atau Pekerja Bukan Penerima Upah, yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan, contohnya pemberi kerja. Atau pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri dan tidak termasuk pekerja yang bukan menerima upah. Contohnya adalah tukang ojek, supir angkutan umum, pedagang keliling, dokter, pengacara, dan lain sebagainya. Iuran yang dikenakan untuk menjadi peserta JKM adalah sebesar Rp6.800 per bulan.
  3. Jasa Konstruksi, iuran akan ditanggung penuh oleh kontraktor dengan besaran iuran mulai dari 0,21% berdasarkan nilai proyek konstruksi.
  4. Pekerja Migran Indonesia, mencakup dua program JKK dan JKM dengan jumlah iuran sebesar Rp370.000 untuk 31 bulan.

Mekanisme Penyelenggaraan

Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. Peserta terdiri dari:

  • Satu, peserta penerima upah yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara; meliputi:
  • Dua, pekerja pada perusahaan;
  • Tiga, pekerja pada orang perseorangan; dan
  • Orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan.

Apabila pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak memenuhi kewajiban untuk mencairkan santunan JKM, maka akan dikenakan ganti rugi sebesar 1% dari nilai nominal santunan yang harus dibayar untuk setiap hari keterlambatan. Dan harus dibayarkan kepada ahli waris peserta yang bersangkutan.

Ketentuan ini terdapat di dalam Pasal 40 ayat (2) PP Nomor 44 tahun 2015. Sedangkan pihak Pemberi kerja yang menunggak iuran JKM hingga 3 bulan berturut-turut, dan apabila peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, maka BPJS Ketenagakerjaan wajib membayarkan manfaat JKM.

Selain jaminan, bagi kamu para pemilik usaha, ada hal yang tidak kalah penting. Hal tersebut adalah pencatatan keuangan. Ada aplikasi yang dapat membantumu untuk mencatat arus keuangan perusahaan secara digital. Namanya JojoExpense dari Jojonomic.

Dengan JojoExpense fokuskan tenaga dan waktu berharga Anda pada hal yang benar-benar penting. Serahkan setiap proses pengajuan cash advance dan reimbursement pada JojoExpense dan biarkan prosesnya berjalan otomatis, tanpa kehilangan kendali dengan custom approval flow dan policy.

Tidak ada lagi tenaga dan waktu berharga yang terbuang sia-sia. Nah dengan JojoExpense akan memudahkanmu untuk mengajukan jaminan kematian. Ayo! buruan coba!