Kata-Kata Perpisahan Kerja Untuk Atasan Maupun Rekan Kerja

Semua hal yang dimulai pasti akan berakhir juga kan? Begitu pula dengan hidup sebagai seorang karyawan di suatu kantor. Ada kalanya kita ingin pindah ke kantor lain, mengejar sesuatu yang berbeda. Pasti kalau kita mau pindah kerja atau memutuskan resign, kita pastinya akan menyiapkan kata-kata perpisahan kerja bagi rekan sejawat atau atasan kita—begitupula sebaliknya. Memang, berat rasanya, apalagi kalau kita sudah lama bekerja di kantor yang sekarang. Bagaimana kita menyampaikan kata-kata perpisahan tersebut? Kita simak, yuk, artikel di bawah ini!

Kata-kata Perpisahan Untuk Teman Sejawat yang Mengundurkan Diri

Rekan Kerja yang Hebat

“Kamu adalah kritikus terbaikku, teman yang jujur, rekan setim yang handal, dan juga bisa diandalkan. Semoga kita tetap berhubungan.”

Saat memasuki dunia kerja, kamu harus tahu bahwa tidak semua teman sejawatmu akan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Namun, jika kamu menemukan teman kerja yang menyenangkan, sekaligus mendorongmu untuk maju, rasanya rutinitas kerjamu akan terasa lebih ringan.

Tapi, tidak selamanya temanmu itu akan bekerja di perusahaan yang sama denganmu. Bila dia menerima tawaran kerja yang lebih baik, mau tidak mau dia akan mengundurkan diri dan tidak lagi menjadi teman kantormu. Ucapkan rasa terima kasihmu kepadanya dengan kata-kata perpisahan untuk rekan kerja di atas. Walaupun tidak sekantor lagi, mungkin kalian masih tetap bisa saling berhubungan.

Mendoakan Kesuksesan

“Aku mempelajari banyak hal selama bekerja denganmu. Semoga kamu sukses di perusahaanmu yang baru dan bertemu dengan rekan kerja yang menyenangkan.”

Memiliki teman sejawat yang tidak pelit memberikan ilmu adalah kebahagiaan tersendiri. Selain menambah wawasan, kamu jadi bisa tahu sikap apa yang mesti diambil ketika menghadapi suatu masalah dalam pekerjaan.

Maka dari itu, rasa kehilangan yang kamu rasakan bila teman kantormu itu mengundurkan diri adalah hal yang wajar. Namun, sebagai teman yang baik, kamu hanya bisa mendoakan kesuksesan kariernya di tempat kerja yang baru.

Akan Dirindukan

“Kamu akan benar-benar dirindukan di sini. Semoga sukses dengan pekerjaan barumu.”

Dikelilingi oleh teman sejawat yang siap membantumu bila menghadapi kesulitan adalah salah satu alasan kamu bisa nyaman bekerja di suatu tempat. Maka dari itu, berat rasanya melihat kepergian teman kerja yang telah berjasa untukmu.

Meski begitu, kamu tidak boleh menghalang-halangi keinginan teman sejawatmu itu. Yang bisa kamu lakukan adalah mendoakan yang terbaik untuknya. Kamu juga bisa menyampaikan kerinduanmu akan kehadirannya dengan kata-kata perpisahan untuk rekan kerja di atas.

Tetap Menjadi Teman

“Kamu memang bukan lagi rekan kerjaku, tapi kamu masih jadi teman yang berarti untukku. Semoga sukses dengan karier barumu!”

Ada beberapa orang yang membatasi hubungan dengan teman kantor. Bagi mereka, hubungan itu sebatas profesionalitas semata. Tapi, tak jarang orang juga menjalin pertemanan yang berarti di dunia kerja.

Bila teman sejawat sekaligus teman sejatimu dipindahtugaskan atau resign, kamu bisa menyampaikan kehilanganmu dengan kutipan perpisahan di atas. Sampaikan padanya bahwa kamu masih menganggapnya sebagai teman sejati, meski tidak lagi menjadi rekan kerjamu.

Terus Melakukan Sesuatu Yang Hebat

“Selama ini kamu sudah suportif, jujur, dan selalu mendukung pekerjaan di kantor ini. Teruslah melakukan hal-hal hebat dalam hidupmu. Selamat tinggal.”

Melepas kepergian teman sejawat yang telah memberikan kontribusi besar dalam perusahaan tidaklah mudah. Apalagi, kamu tahu bahwa tidak semua orang memiliki kapabilitas seperti teman kerjamu itu.

Sebagai teman kantor yang baik, kamu tentu tidak bisa menghalangi keinginannya itu. Kamu bisa menyampaikan harapanmu agar kariernya sukses dengan kata-kata perpisahan di atas.

Kata-Kata Perpisahan Untuk Atasan yang Mengundurkan Diri

Cara Mendapatkan Kesuksesan

“Anda bukanlah atasan yang hanya memerintah saja, tapi juga menunjukkan bagaimana caranya mendapatkan kesuksesan. Selamat jalan, Bos.”

Dalam sebuah tim, keberadaan seorang pemimpin memang dibutuhkan. Pemimpin ini akan menentukan langkah apa yang perlu diambil agar tim bisa mencapai kesuksesan. Dalam perusahaan, posisi pemimpin tim biasanya diisi oleh atasan.

Jika kamu merasakan kehilangan karena atasanmu yang telah memberikan kesuksesan kepada tim kerja mengundurkan diri, sampaikan rasa terima kasihmu kepadanya dengan kutipan di atas. Meski atasanmu sudah tidak lagi menjadi pemimpin tim kerjamu, tapi ilmu yang telah beliau berikan akan selalu kamu terapkan.

Akan Selalu Dikenang

“Kesuksesan dan kegagalan adalah bagian dari siklus kehidupan kerja. Tapi kenangan bekerja bersama bos yang terus menginspirasi seperti Anda tidak akan pernah dilupakan. Selamat jalan.”

Kadang saat melakukan pekerjaan, kamu bisa menemui kegagalan dan kesuksesan. Jika gagal, kamu akan dinasehati oleh atasan, tapi kalau sukses kamu akan mendapat pujian atau bahkan diberi bonus olehnya. Kedua hal itu sudah wajar dalam dunia kerja.

Atasan yang memotivasi karyawannya memang lebih dihormati daripada seorang bos yang bisanya hanya memarahi. Makanya, banyak karyawan yang akan merasa kehilangan bila atasan yang mendorong mereka untuk maju harus dipindahtugaskan atau mengundurkan diri.

Siapa yang mengemudikan kapal ini?

“Karena Anda sudah tidak menjadi kapten dari kapal perusahaan ini, lalu siapa yang akan memandu kami menghadapi terjangan ombak nanti? Selamat tinggal, Bos.”

Bos dalam sebuah perusahaan diibaratkan sebagai nakhoda yang memimpin perjalanan sebuah kapal. Beragam masalah yang harus dihadapi oleh perusahaan dianalogikan seperti terjangan ombak di lautan. Maka dari itu, kepiawaian sang atasan untuk menyelesaikan masalah menentukan kelangsungan hidup perusahaan.

Kalau kamu merasa kehilangan karena atasanmu telah berhenti dari perusahaan, ucapkan kata-kata perpisahan untuk rekan kerja di atas kepada beliau. Beritahulah padanya, bahwa beliau telah menjadi pimpinan yang hebat dan mungkin tidak akan tergantikan.

Kepergian Sebagai Teman

“Kedatangan Anda di kantor memang sebagai bos. Tapi, kepergian Anda dari kantor akan menjadi seperti seorang teman. Terima kasih, Bos.”

Bila mendengar kata “bos”, gambaran yang mungkin terbersit di pikiranmu adalah sosok yang keras dan sering ditakuti. Meski begitu, ada juga bos yang pembawaannya ramah dan tidak canggung untuk berbaur dengan karyawan.

Kata-kata perpisahan di atas bisa kamu sampaikan kepada atasanmu yang ramah itu. Walaupun awalnya beliau datang sebagai bos, tapi kamu dan karyawan lain sudah mengganggap beliau sebagai teman sendiri karena kesupelannya.

Menjadi Luar Biasa

“Karyawan biasa seperti saya menjadi karyawan yang luar biasa karena dibimbing oleh bos yang mengagumkan seperti Anda. Terima kasih.”

Beragam jenis karyawan bisa ditemukan dalam dunia kerja. Dari yang rajin, mau belajar, keras kepala, sampai yang malas pun ada. Oleh karena itu, kehadiran bos sebagai pemimpin sangatlah penting.

Kamu bisa menyampaikan kata-kata perpisahan untuk rekan kerja di atas kepada atasanmu. Kamu juga sekaligus mengutarakan rasa terima kasih atas bimbingan beliau yang telah membuatmu menjadi karyawan yang luar biasa.

Kata-Kata Perpisahan Saat Mengundurkan Diri Dari Pekerjaan

Pertemuan Diakhiri Perpisahan

“Suka duka dalam kerja tim yang kita alami membuatku banyak belajar. Aku senang bisa bertemu dengan kalian. Tapi, setiap pertemuan akan berujung perpisahan. Terima kasih atas segalanya.”

Mengundurkan diri dari perusahaan yang sudah memberikanmu kesempatan bekerja bukan hal yang gampang. Apalagi, bila kamu sudah melalui banyak hal dalam pekerjaan dengan teman kerjamu. Rasanya memang sulit untuk berpisah.

Namun, dalam hidup kamu memang harus menentukan pilihan. Jika mengundurkan diri adalah keputusan terbaik, maka lakukanlah. Sampaikan rasa terima kasihmu kepada rekan kerja dan perusahaan yang akan kamu tinggalkan dengan kata-kata perpisahan di atas.

Menjadi Penghangat Ruang Meeting

“Kamu telah menjadi penghangat dinginnya ruang meeting selama menjadi rekan kerjaku. Terima kasih sudah menjadi partner yang suportif.”

Pemasangan AC di ruang meeting biasa dilakukan oleh perusahaan agar para karyawan yang sedang melakukan rapat tidak merasa gerah. Sayangnya, kadang dinginnya AC di ruang meeting malah membuat suasana meeting menjadi semakin menegangkan.

Kehadiran teman sejawat yang menjadi penghangat suasana meeting bisa jadi lebih manjur dari minum secangkir kopi panas. Tapi, karena suatu hal, kamu ternyata harus mengundurkan diri dan meninggalkan teman kantormu itu. Sampaikan rasa kehilanganmu dengan kutipan di atas agar dia tahu betapa berartinya dia sebagai teman sejawatmu.

Pengalaman Yang Berarti

“Bekerja denganmu adalah pengalaman yang berarti untukku. Tapi, aku harus mengambil jalan yang baru. Dari lubuk hati kudoakan yang terbaik untukmu.”

Pengalaman kerja akan memberikan kesan yang mungkin tidak terlupakan. Kegagalan maupun keberhasilan yang pernah kamu rasakan memberimu pelajaran tersendiri. Maka dari itu, resign dari perusahaan yang telah memberikan kesempatan untukmu bekerja bukanlah hal yang mudah.

Namun, demi mewujudkan impian yang mungkin tidak akan tercapai di perusahaan yang sekarang, kamu memilih untuk menerima tawaran kerja dari perusahaan lain. Kamu bisa menyampaikan kata-kata perpisahan di atas sebagai rasa terima kasih atas bimbingan teman kantormu selama di perusahaan itu.

Tidak Akan Terlupakan

“Target bulanan dan penilaian kinerja akan datang dan pergi. Tapi kenangan bekerja dengan rekan sepertimu tidak akan terlupakan.”

Untuk memastikan kinerja karyawan terus produktif, sebuah perusahaan biasanya memasang target bulanan dan melakukan penilaian performa kerja pada para karyawan. Tak jarang, target dan penilaian tersebut pun terus berubah-ubah.

Maka dari itu, kutipan di atas menceritakan bagaimana kenangan bekerja dengan seseorang tidak akan berubah meski target bulanan dan penilaian kinerja datang dan pergi. Kamu bisa menggunakan contoh di atas sebagai salam perpisahan untuk rekan kerjamu.

Menjadi Seperti Yang Sekarang

“Terima kasih sudah menjadi rekan kerjaku selama ini. Tanpa bantuan dan bimbingan kalian, aku tidak mungkin bisa menjadi seperti yang sekarang.”

Awal masuk kerja, apalagi bagi kamu yang baru saja lulus kuliah, perbedaan pengalaman mungkin akan membuatmu sempat ketinggalan dengan teman sejawat lainnya. Tapi berkat bimbingan teman-teman kerjamu, akhirnya kamu bisa mengejar ketertinggalan itu.

Maka dari itu, kamu bisa menyampaikan rasa terima kasihmu dengan kutipan di atas ketika berpamitan dengan teman-teman kantormu. Dengan begitu, mereka akan tahu kalau kamu menghargai apa yang sudah mereka lakukan untukmu selama kamu menjadi karyawan di tempat tersebut.

Memang ada banyak faktor yang membuat seorang karyawan ingin pindah ke perusahaan lain. Namun, tidak bisa dipungkiri, uang atau gaji adalah salah satu faktor terbesar. Terkadang hal ini memang dikarenakan kemampuan perusahaan untuk membayar karyawan yang terbatas. Terkadang hal ini disebabkan oleh sistem penggajian yang tidak dikelola dengan baik. Untuk memudahkan perusahaanmu dalam melakukan hal ini, sekarang sudah ada aplikasi seperti JojoPayroll lho! Selain bisa melakukan penghitungan gaji dan prorate secara otomatis, aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan PPH 21, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, sudah tidak perlu lagi melakukan semuanya secara manual dan beresiko kehilangan karyawan karena gajinya terlewat.