7 Kesalahan yang Umum Terjadi oleh Manajemen SDM

Manajemen sumber daya manusia (SDM) tentu dibutuhkan oleh perusahaan, baik itu skala kecil maupun besar. Tetapi seringkali posisi ini disepelekan oleh perusahaan sehingga banyak yang menempatkan tenaga SDM yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Manusia tidak ada yang sempurna, begitupun tim HRD. Manajemen sumber daya manusia ditugaskan oleh perusahaan untuk mencetak karyawan yang potensial dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Tetapi tidak jarang juga manajemen SDM melakukan kesalahan yang dampaknya cukup merugikan perusahaan. Dibawah ini Jojonomic akan membagikan kesalahan-kesalahan yang umum terjadi oleh manajemen SDM. Yuk disimak!

Informasi Mengenai Karyawan yang Tidak Lengkap

Penting bagi perusahaan untuk melengkapi profil karyawan seperti informasi dasar, riwayat pekerjaan, detail gaji, dan yang lainnya agar data yang dimiliki oleh perusahaan sesuai dengan keadaan karyawan saat ini. Demi menaati perusahaan, tim HRD sebaiknya selalu memperbarui informasi tentang karyawan dan disimpan dengan baik.

Manajemen SDM yang tidak menerapkan aturan seperti itu dalam perusahaan mereka sebenarnya membuat kesalahan sumber daya manusia yang cukup substansial namun umum.

Menyepelekan Pelatihan Sumber Daya Manusia

Meluangkan waktu untuk memberi pelatihan kerja kepada karyawan merupakan salah satu investasi yang tentu saja berharga untuk perusahaan. Dengan memasukkan pelatihan dalam proses orientasi, karyawan perusahaan akan menjadi lebih terlibat penuh dan memahami cara menggunakan keterampilan mereka untuk memberikan manfaat terbaik bagi perusahaan Anda.

Manajemen SDM yang menyediakan waktu untuk pelatihan juga memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan. Karyawan merasa lebih bersemangat untuk mengerjakan semua tugas yang diajarkan selama pelatihan dan orientasi. Selain itu, karyawan mampu melakukan lebih banyak hal untuk perusahaan tempat ia bekerja.

Perlu diingat pula, penting bahwa kinerja karyawan tercermin secara akurat dalam ulasan kinerja mereka. Termasuk keterampilan, bidang, peluang dan pertumbuhan.

Gegabah dalam Merekrut Karyawan Baru

Proses perekrutan dan promosi yang tergesa-gesa dapat menyebabkan sejumlah masalah bagi perusahaan. Banyak yang harus dipertimbangkan sebelum tim HRD memutuskan untuk mencari karyawan baru untuk perusahaan.

Hal yang harus dipertimbangkan adalah apakah perusahaan membutuhkan karyawan tambahan dalam waktu dekat? Jika iya, kandidat yang seperti apa yang dibutuhkan oleh karyawan? Apa goals yang ingin dicapai oleh perusahaan?

Perusahaan lebih baik menunggu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan calon karyawan baru yang potensial dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dibanding merekrut kandidat yang dapat direkrut dalam waktu cepat tetapi kompetensinya kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Pemberian Job Description yang Tidak Lengkap

Job descriptions adalah sebuah referensi yang penting untuk dijelaskan sesuai dengan apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh kandidat yang akan melamar maupun karyawan yang sudah bekerja tersebut pada perusahaan. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena mereka perlu mengetahui apa yang harus dikerjakan sesuai dengan posisi yang ditempati atau diinginkan pada perusahaan.

Seringkali tim HRD yang menyebarkan lowongan pekerjaan kurang memberikan penjelasan job description secara lengkap. Sehingga pada saat melakukan wawancara, kandidat bingung karena apa yang didiskusikan selama wawancara lebih banyak daripada apa yang dijelaskan pada lowongan kerja yang telah dibuat oleh perusahaan

Menjanjikan Hal yang Tidak Sesuai

Ketika anggota tim HRD sedang melakukan wawancara dengan kandidat calon karyawan, ataupun penawaran jabatan kepada karyawan tetap, seringkali terjadi false commitment atau menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Saat merekrut kandidat yang potensial, pihak manajemen SDM terkadang mempermanis kompensasi yang akan didapat, menjanjikan promosi, menyoroti potensi pertumbuhan atau menjanjikan hal-hal yang lebih baik.

Terkadang perusahaan gagal untuk memenuhi janji serta pertumbuhan yang dijanjikan tim HRD selama perekrutan tidak menjadi nyata. Meskipun hal ini dilakukan untuk meningkatkan keinginan kandidat, manajer SDM sebaiknya menahan diri untuk tidak membuat janji yang mungkin tidak seharusnya disampaikan. Kesalahan manajemen SDM yang umum ini menyebabkan karyawan yang kecewa di sebagian besar perusahaan.

Kebijakan SDM yang Kurang Memadai

Jangan mengabaikan pentingnya audit SDM internal. Sisihkan waktu setiap tahun untuk memastikan kebijakan SDM perusahaan lengkap dan update.

Contoh kasus, perusahaan tidak memasukkan kebijakan vacation payout dalam buku aturan perusahaan atau proses pengaduan ataupun bencana dan kekerasan di tempat kerja pada perusahaan. Hal ini dapat menciptakan situasi di mana karyawan dapat mengundurkan diri dari perusahaan dengan vacation payout yang tidak digunakan. Jika mereka tidak tahu sebelumnya mengenai peraturan terkait vacation payout, tentu karyawan tersebut akan mengajukan komplain.

Subjektif Terhadap Karyawan

Merupakan hal yang lumrah untuk lebih menyukai seseorang daripada yang lain, namun lebih baik jika menjaga hal tersebut hingga di luar kantor. Jika manajemen SDM perusahaan menetapkan peran atau tugas tertentu hanya untuk beberapa orang, atau ikatan yang terbentuk antara bos dan karyawan, hal tersebut akan memengaruhi karyawan lainnya.

Atas dasar kecenderungan atau kesukaan terhadap segelintir karyawan, anggota manajemen SDM memberikan perlakuan istimewa padahal mereka tidak menciptakan prestasi yang signifikan. Hal ini dapat mempengaruhi perasaan karyawan yang secara tidak langsung akan mengakibatkan berkurangnya produktivitas di tempat kerja. Jadi, yang terbaik adalah tidak menjadi subjektif di tempat kerja.

Kurang Menaati Aturan UU Ketenagakerjaan

Pemerintah telah membuat UU Ketenagakerjaan yang wajib untuk dipatuhi oleh semua perusahaan dalam skala apapun dan bisnis apapun tanpa terkecuali. Manajemen SDM harus menyertakan UU Ketenagakerjaan dan aturan pemerintah lainnya dalam peraturan perusahaan. Salah satunya yaitu seperti pasal-pasal yang sudah pernah disebutkan dalam artikel mengenai masa percobaan kerja.

Seringkali bisnis atau usaha dalam skala kecil kurang menaati aturan dan anjuran yang disebutkan dalam UU Ketenagakerjaan. Seperti aturan mengenai upah minimum yang telah ditentukan, lembur, cuti keluarga, keamanan karyawan, pelecehan seksual, serta aturan aturan lainnya yang jika tidak diikuti dengan baik oleh bisnis atau perusahaan dapat dipidana atau membayar denda yang nilainya tentu saja tidak sedikit.

JojoTimes, Solusi Untuk Mengurangi Kesalahan Manajemen SDM

JojoTimes

Jika manajemen SDM dapat bekerja dengan maksimal, tentu saja dampak positif yang bisa dirasakan oleh perusahaan. Memang rasanya sulit jika harus melakukan hal yang sempurna tanpa ada kesalahan secara terus menerus. Maka dari itu diciptakanlah teknologi HR yang dapat memudahkan perusahaan utuk mengerjakan tugas perusahaan, salah satunya teknologi yang secara fleksibel mampu mengontrol Kebijakan cuti dan lembur seperti yang dimiliki oleh JojoTimes.

Produk yang dimiliki oleh Jojonomic ini dapat membantu perusahaan kamu untuk mengatur dan mengelola jadwal dan shift kerja karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing divisi untuk mengoptimalkan sinkronisasi antara pengusaha dan karyawan. Selain itu, karyawan perusahaanmu dapat diminta untuk melaporkan kegiatan mereka ketika mereka bekerja dari jarak jauh. Dengan cara ini kamu selalu dapat memastikan bahwa karyawan kamu benar-benar menggunakan jam kerja dengan seharusnya.