15 Perbedaan Pemimpin dan Manajer yang Perlu Kamu Ketahui

Pernahkan kamu mendapat amanah sebagai pemimpin atau manajer dalam sebuah project perusahaan tempat kamu bekerja? Atau mungkin organisasi yang pernah kamu ikuti? Jika kamu pernah mengambil peran itu, tentu saja istilah pemimpin atau pun manajer sudah tidak asing lagi di telingamu. Sekilas, keduanya seperti memiliki makna yang sama. Namun sebenarnya, kedua istilah tersebut memiliki banyak perbedaan yang signifikan. Yuk kita cari tahu apa saja sih perbedaan antara pemimpin dan manajer!

Pemimpin Menuntun Manusia, Manajer Mengatur Pekerjaan

Dalam praktiknya, pemimpin fokus untuk memberi pengarahan atau menuntun setiap karyawan yang ada di dalam perusahaan untuk mencapai visi perusahaan. Sedangkan manajer fokus mengatur pekerjaan setiap karyawan untuk melaksanakan misi yang dimiliki perusahaan.

Pemimpin Bisa Mempengaruhi, Manajer Justru Meniru

Kuatnya kharisma yang dimiliki oleh seorang pemimpin perusahaan biasanya berhasil mempengaruhi karyawan untuk melakukan hal yang diinginkan oleh pemimpin. Bahkan karyawan yang sudah sangat terpengaruh oleh pemimpinnya akan bersikap atau berpenampilan seperti pimpinannya.

Di sisi lain, manajer justru akan meniru dan menjadikan orang lain sebagai role model dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Manajer akan memperhatikan oranglain yang dianggap hebat, kemudian seorang manajer akan meniru bagaimana strategi yang diterapkan orang tersebut dalam mengatur perusahaan.

Pemimpin Akan Memotivasi, Manajer Hanya Memerintah

Jika membagikan sebuah tugas seorang pemimpin akan memotivasi karyawannya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut dengan sepenuh hati dan diiringi dengan performa yang sebaik-baiknya. Sedangkan manajer hanya memerintah tugas apa saja yang harus dikerjakan tanpa memberi motivasi kepada staffnya.

Pemimpin Memberikan Ide, Manajer Mewujudkan Ide

Ide yang bertebaran dalam imajinasi pemimpin akan diberikan kepada karyawan agar ide tersebut bisa segera diwujudkan secara nyata. Meski ide yang diberikan terkadang bisa di luar nalar manusia dan mustahil untuk diwujudkan, namun hal tersebut tak menghalangi keinginan pemimpin untuk mewujudkannya. Justru hal tersebut bisa mengasah dan menambah kemampuan karyawannya untuk berpikir kreatif.

Sementara itu, manajer akan berusaha keras untuk mewujudkan ide yang telah diberikan oleh pimpinan. Manajer akan membuat daftar kerja dan membagikannya kepada setiap staff untuk dijalankan. Manajer pun akan terus mengawasi setiap staff untuk mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar. Semua komponen dalam perusahaan pun saling bekerjasama satu sama lain untuk mewujudkan impian perusahaan

Pemimpin Senang Mengambil Resiko, Manajer Justru Mengatur Resiko

Resiko yang besar tidak menghalangi pemimpin untuk mencapai suatu tujuan. Bukankah dalam prinsip bisnis ada yang namanya high risk high return? Jadi, semakin besar resiko yang akan ditanggung peusahaan maka semakin besar pula hasil yang akan didapatkan oleh perusahaan.

Berbeda halnya dengan manajer yang justru takut menanggung resiko yang besar. Sehinga ia membuat analisis dan strategi dengan sebaik mungkin untuk meminimalisir resiko kegagalan yang mungkin akan dialami oleh perusahaan.

Pemimpin Idealis, Manajer Realistis

Idealisme yang kuat biasanya dimiliki oleh pemimpin karena pemimpin ingin segala sesuatunya berjalan dengan sempurna dan sesuai dengan ekspektasi. Sedangkan manager yang biasanya lebih mengetahui keadaan atau kondisi di lapangan cenderung realistis dalam menyikapi suatu hal. Manajer berpikir begitu karena terkadang apa yang diharapkan oleh pemimpin tidak bisa dilaksanakan dengan baik oleh para staff di lapangan.

Pemimpin Cenderung Dinamis, Manajer Cenderung Statis

Pemimpin tidak takut menghadapi perubahan yang terjadi di dalam perusahaan. Baik perubahan yang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Pemimpin pun akan mudah sekali beradaptasi dengan peristiwa yang sedang terjadi tanpa mengalami hambatan sedikit pun.

Lain halnya dengan manajer yang cenderung mempertahankan sesuatu yang telah ada di dalam perusahaan. Manajer juga mengalami kesulitan jika menghadapi sebuah perubahan. Hal ini bisa saja terjadi, karena manajer terlalu nyaman dengan keadaan atau sistem yang sudah ada sebelumnya.

Pemimpin Penuh Imajinasi, Manajer Penuh Analisis

Pemimpin memiliki berjuta-juta ide kreatif di dalam kepalanya untuk melakukan inovasi demi kemajuan sebuah perusahaan. Imajinasi yang dimiliki pemimpin tidak terbatas. Hal tersebut biasanya karena pemimpin memiliki pengetahuan yang begitu luas akan suatu hal. Sehingga hal tersebut melahirkan ide-ide kreatif yang siap diwujudkan.

Lain pikiran pemimpin, lain pula pikiran manajer yang dipenuhi dengan hal-hal detail atau analisis terhadap suatu hal. Biasanya hal tersebut berkaitan dengan hasil kerja karyawan yang manajer awasi. Manajer pun sangat teliti saat memeriksa tugas-tugas yang telah diberikan dan memperhatikan setiap detail pekerjaan yang dilakukan oleh staffnya. Hal tersebut dilakukannya untuk mendapatkan hasil yang baik. Dan tentu saja mencapai target perusahaan.

Pemimpin Memiliki Pengikut, Manajer Memiliki Bawahan

Pengaruh yang kuat mampu membuat seorang pemimpin memiliki pengikut yang banyak. Bagaimana tidak? Jika apapun yang dilakukan atau diucapkan seorang pemimpin selalu ditiru oleh karyawannya. Para karyawan selalu siap siaga mengikuti setiap instruksi atau arahan dari pemimpinnya karena para karyawan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan.

Sedangkan manajer hanya memiliki bawahan karena sebuah struktur perusahaan. Bukan karena manajer menjadi panutan para karyawan seperti pemimpin perusahaan. Staff pun hanya bekerja sesuai dengan arahan manajer untuk mencapai target yang dimiliki perusahaan.

Pemimpin Melibatkan Perasaan, Manajer Melibatkan Logika

Dalam memandang suatu hal, pemimpin cenderung melibatkan perasaannya. Oleh karena itu rasa empati yang dimiliki pemimpin sangat tinggi. Ia selalu mencoba memahami apa yang dirasakan oleh orang   lain, terutama karyawannya. Begitu pun dalam memutuskan suatu perkara, ia akan mempertimbangkan baik buruknya suatu keadaan berdasarkan perasaannya.

Bertolak belakang dengan manajer yang akan melibatkan logikanya saat menghadapi suatu masalah. Manajer akan menimbang baik-buruknya suatu hal dengan lebih objektif dan mengindahkan perasaannya. Bahkan manajer akan memperkuat keputusannya berdasarkan data-data yang telah dikumpulkannya.

Pemimpin Memikirkan Proses, Manajer Memikirkan Hasil

Dalam sebuah project perusahaan tentu saja ada proses yang harus dilewati oleh setiap karyawan. Entah proses itu membawa kegagalan atau keberhasilan bagi perusahaan, seorang pemimpin akan melihat proses yang dialami oleh karyawan adalah sebuah pembelajaran. Jika gagal hal tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi dan jika berhasil hal tersebut bisa terus digunakan untuk kemajuan perusahaan di masa mendatang.

Namun, bagi manajer proses bukanlah sesuatu yang berarti karena manajer fokus pada hasil yang baik. Dengan segala daya dan upaya, manajer akan berusaha keras untuk mencapai target. Manajer akan mengerahkan kekuatan timnya dan membuat strategi yang baik untuk mendapatkan hasil yang memuaskan perusahaan.

Pemimpin Mengandalkan Kepercayaan, Manajer Mengandalkan Kekuasaan

Kepercayaan menjadi modal utama seorang pemimpin, ia bisa dengan mudahnya memberi instruksi kepada karyawan. Karyawan pun sangat percaya pada setiap arahan yang diberikan oleh pemimpinnya. Dan tentu saja, karyawan selalu melaksanakan pekerjaan tersebut dengan penuh semangat.

Pemimpin Ingin Meningkatkan Target, Manajer Hanya Memenuhi Target

Ketika mencapai sebuah target pemimpin ingin terus meningkatkan kualitas perusahaan dan membuat target baru, sedangkan manajer cenderung puas dengan target yang berhasil dicapai.

Pemimpin Melanggar Aturan, Manajer Menegakkan Aturan

Jika suatu aturan menghambat kinerja para karyawan maka seorang memimpin akan meminta karyawannya untuk melanggar saja aturan yang ada. Bahkan mungkin, membuat aturan baru yang bisa meningkatkan kinerja karyawan.

Sedangkan, manajer justru akan mentaati setiap aturan yang telah ada sebelumnya. Bahkan  seorang manajer akan sangat berhati-hati dalam melaksanakan setiap pekerjaan dan tetap berada pada alur yang sesuai aturan perusahaan.

Pemimpin Menantang Keadaan, Manajer Menerima Keadaan

Ketika seorang pemimpin dihadapkan pada suatu hal, ia tidak bisa tinggal diam dan selalu ingin menantang keadaan yang sebenarnya sudah baik dan relatif stabil. Pemimpin melakukan hal tersebut demi mengupayakan kemajuan perusahaan di masa mendatang.

Berbeda dengan pemimpin, manajer justru cenderung menerima keadaan dan tidak terlalu bersemangat untuk meningkatkan target perusahaan karena menurutnya ia sudah berhasil memenuhi target yang telah diminta oleh perusahaan.

Setelah mengetahui 15 perbedaan yang ada pada pemimpin dan manajer, kira-kira kamu termasuk yang mana? Apakah senang menuntun manusia atau mengatur pekerjaannya? Mengatur banyak karyawan bukankah sesuatu hal yang tidak mudah?

Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir karena JojoTimes akan membantumu mengatur para karyawan-mu. JojoTimes akan membantumu meningkatkan kinerja tim hingga 100% dengan sistem pengawasan aktivitas real-time, anti-fraud, dan pengelolaan administrasi HR otomatis. JojoTimes merupakan solusi untuk semua kebutuhan Mobile HR. Segera coba demo gratis dari JojoTimes!