Cari Tahu Alasan dan Persiapan-Persiapan Sebelum Resign!

Apa itu resign? Pernahkah kamu terpikir untuk melakukannya karena suatu alasan? Mungkin gaji yang kamu terima kurang atau mungkin kamu mempunyai konflik internal dengan rekan kerja kamu. Sehingga hal tersebut membuatmu ingin berhenti kerja dan pindah ke perusahaan lain. Sebelum memutuskan untuk resign, kamu sepertinya perlu membaca artikel berikut ini agar kamu bisa resign dengan cara yang baik dan benar. Yuk simak artikel berikut ini!

Alasan Resign

Berbagai alasan menjadi faktor pendukung mengapa seseorang ingin resign atau melakukan pengunduran diri. Ada yang terpengaruh karena faktor internal ada pula karena faktor eksternal. Semua itu tergantung pada masing-masing individu yang ingin melakukan resign.Bukankah setiap orang menghadapi masalah yang berbeda-beda dalam hidupnya?

Sebenarnya tidak ada larangan untuk resign, namun jangan sampai kamu resign karena alasan emosional semata. Kalau pun ada masalah serius yang membuatmu merasa tidak nyaman, kamu harus meredakan emosimu terlebih dahulu agar kamu bisa berpikir lebih objektif dalam memandang suatu masalah. Belum lagi, kamu pasti akan ditanya oleh atasan mengenai alasanmu ingin keluar dari perusahaan saat mengajukan surat pengunduran diri. Berikut ini beberapa alasan resign yang mungkin bisa kamu jelaskan kepada atasanmu saat mengajukan resign:

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoPayroll hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Alasan Resign karena Faktor Internal

Apakah kamu resign karena faktor internal? Mungkin kamu resign karena beberapa alasan berikut ini:

Ingin Mencari Pengalaman Baru

Kejenuhan yang kamu rasakan karena mengerjakan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun sangat wajar kamu alami. Jangankan yang sudah bertahun-tahun menekuni bidang yang sama, yang baru bekerja beberapa bulan pun banyak yang mengalami kejenuhan. Biasanya hala itu terjadi karena pekerjaan yang dikerjakan hanya itu-itu saja.

Kamu tidak bisa mengasah bakat atau minatmu dan merasakan sensasi sebuah pengalaman baru dalam hidupmu.  Setelah resign kamu berharap bisa mengeksplorasi potensimu di bidang lain di tempat kerja yang baru. Bidang yang mungkin akan membuatmu menjadi orang yang lebih sukses dari sebelumnya

Tidak Ada Jenjang Karir

Pasti ada harapan terselip di hatimu untuk bisa mendapatkan jenjang karir yang kamu inginkan. Namun keinginan itu bisa pupus jika setiap tahun kamu hanya mengalami perpanjangan kontrak kerja namun tidak diangkat menjadi pegawai tetap. Ibaratnya, jangankan naik jenjang karir ke level manajer jadi staf saja belum.

Tentu saja statusmu sebagai karyawan kontrak membuatmu mendapatkan fasilitas yang lebih terbatas dibanding rekan kerjamu yang sudah menjadi pegawai tetap. Melihat fenomena ini, kamu bisa mencari pekerjaan lain yang bisa membuatmu menjadi pegawai tetap dengan jenjang karir yang sesuai dengan harapanmu.

Tidak Mendapatkan Apresiasi

Ketika kamu berhasil memenangkan sebuah project dari persaingan kompetitor atau meraih target perusahaan hingga berkali-kali lipat. Kamu tentu bangga dengan apa yang sudah kamu lakukan. Sayangnya, keberhasilan itu tidak diiringi dengan apresiasi pada tempat kamu bekerja. Padahal mungkin jika di perusahaan lain, kamu sudah diapresiasi dengan mendapatkan bonus atau hadiah dari perusahaan.

Sekali-dua kali mungkin tidak masalah bagimu, namun lama-kelamaan kamu pun merasa kecewa atas sikap perusahaanmu. Sakit hati itu pun membuatmu memilih resign dan pindah ke perusahaan lain. Tentu saja sebelum resign, kamu harus meredakan emosimu terlebih dahulu ya dan tetap membina hubungan baik dengan perusahaanmu

Gajinya Terlalu Sedikit

Gaji yang tidak sepadan dengan kerja keras atau keringat yang kamu keluarkan membuatmu merasa tidak adil. Kamu merasa bahwa kamu seharusnya bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi karena beban kerja yang banyak. Atau mungkin kamu bisa naik gaji karena kamu sudah banyak memenuhi target-target yang diinginkan perusahaan.

Belum lagi jika kamu memutuskan untuk menikah di mana tanggungjawabmu lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, jika kamu pasangan yang baru saja dikaruniai keturunan, kamu pasti butuh gaji yang lebih besar pula untuk membesarkan anak-anakmu.

Sakit

Kesehatan yang terus menurun dari waktu ke waktu membuatmu khawatir, kamu pun memeriksakan diri ke dokter. Dokter memintamu untuk istirahat dari pekerjaanmu agar kamu bisa kembali sehat lagi. Namun ternyata setelah kamu sembuh, kamu kembali sakit.

Kamu pun semakin bertanya-tanya mungkin ada sesuatu yang salah denganmu. Ternyata kamu mendapat penyakit parah yang menunutmu untuk berhenti bekerja dan menjalani pengobatan. Hal itu bisa jadi keputusan yang terbaik yang sudah kamu diskusikan dengan keluargamu

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoTimes hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Alasan Resign karena Faktor Eksternal

Lalu bagaimana jika alasan resign karena faktor eksternal? Berikut ini beberapa kemungkinan alasan resign yang disebabkan oleh faktor eksternal:

Konflik dengan Rekan Kerja

Dalam menjalankan tugas-tugas dalam perusahaan kamu pasti akan bekerjasama dengan rekan kerjamu dikantor bukan? Nah, terkadang proses kerjsama ini menimbulkan konflik yang membuat pekerjaanmu menjadi terhambat. Situasi ini memang sangat tidak mengenakkan, di satu sisi kamu membutuhkan perannya dalam sebuah project di sisi lain kamu menyimpan amarah kepadanya karena sikap atau perilakunya yang tidak baik.

Awalnya mungkin kamu bisa mengabaikannya, namun lama-kelamaan kamu pasti akan merasa sangat terganggu hingga pada puncaknya kamu tidak sanggup lagi bertahan karena konflik tersebut tidak menemukan titik temu. Dan kamu pun memutuskan untuk resign dari perusahaan tempat kamu bekerja

Atasan yang Menyebalkan

Kamu sebenarnya memiliki rekan kerja yang baik dan tim yang solid, namun sayang kamu justru mendapat atasan yang sangat menyebalkan. Di satu sisi kamu ingin melawan sikapnya yang keterlaluan, namun kamu tidak bisa karena jabatan atasanmu lebih tinggi dari kamu.

Akhirnya kamu menjalani hari-harimu dengan penuh tekanan selama bekerja di kantor. Kamu jadi tidak fokus bekerja karena amarah yang terpendam belum tersalurkan dengan baik. Hingga akhirnya, kamu memutuskan untuk resign daripada kamu mengalami tekanan batin terus-menerus. Siapa tahu di kantor yang baru kamu bisa mendapatkan atasan yang baik

Keluarga

Keluarga adalah harta yang paling berharga, setiap orang akan melakukan apapun yang terbaik demi keluarganya. Tak terkecuali dengan kamu yang memutuskan resign karena alasan keluarga. Misalkan saja jika kamu adalah seorang perempuan, setelah menanti buah hati akhirnya kamu diberi amanah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Kamu pun memutuskan resign untuk mengurus anakmu

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Resign

Ternyata banyak juga ya alasan orang yang ingin resign? Apapun alasan kamu resign, kamu perlu mempertimbangkan masak-masak bagaimana kamu akan bertahan hidup setelah resign?  Misalkan kamu resign hanya karena tidak suka dengan rekan kerja, lalu kamu tidak menyiapkan dana darurat sama sekali sebelum resign. Bagaimana kamu harus membayar biaya tempat tinggal, makan, dan kebutuhan lainnya? Jadi, sebelum resign kamu harus pikirkan baik-baik ya!

Beda halnya jika sudah mempersiapkan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan hidupmu pasca resign. Mungkin kamu bisa menggunakannya selagi kamu mencari pekerjaan lain. Namun, kamu juga tidak bisa memprediksi berapa waktu yang kamu butuhkan untuk bisa bekerja kembali? Jika ingin lebih realistis, mungkin kamu bisa mencari pekerjaan lain terlebih dahulu sebelum meutuskan untuk resign sehingga kamu tidak harus menggangur

Daripada kamu bingung apa saja yang harus dipersiapkan sebelum resign, yuk kamu simak saja bahasan selanjutnya tentang persiapan resign berikut ini:

Memenuhi Persyaratan Resign yang Diatur Undang-undang

Ada beberapa syarat yang harus kamu lakukan saat resign berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, tepatmya Pasal 162 ayat 3, yaitu:

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas
  3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri

Membuat Target untuk Menyelesaikan Pekerjaan Kantor

Jika kamu sedang terlibat dalam sebuah project, kamu harus membuat target untuk menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu. Project itu kan bagian dari tugas dan tanggungjawabmu, jangan sampai kamu di cap lari dari tanggungjawab karena tidak menyelesaikan project tersebut. Misal kamu membuat target untuk menyelesaikannya dalam jangka waktu minimal tiga bulan dan maksimal enam bulan. Semua tergantung pada kesanggupan kamu dan tim kamu untuk menyelesaikannya

Mendapatkan Pekerjaan Pengganti

Jika kamu orang yang realistis, kamu pasti akan mencari pekerjan pengganti terlebih dahulu sebelum kamu mengajukan surat resign. Mengapa demikian? Karena kamu tidak mau hal itu akan berdampak pada keuanganmu atau pun kamu tidak mau menganggur pasca mengundurkan diri. Cara ini tidak salah kok, kamu berhak melakukannya selama kamu tetap memenuhi tanggungjawabmu terhadap perusahaan sebelumnya

Dana Darurat

Jika kamu belum diterima bekerja di perusahaan lain sedangkan kamu sangat ingin keluar secepatnya dari perusahaan, pastikan bahwa kamu sudah menyiapkan dana darurat. Dana darurat ini akan berfungsi untuk biaya hidupmu selama menganggur. Namun kamu harus ingat bahwa kamu harus segera mencari pekerjaan lain. Kamu tidak boleh terlalu lama menganggur karena dana daruratmu sewaktu-waktu bisa habis.

Meminta Surat Paklaring

Tahukah kamu apa itu surat paklaring? Surat paklaring adalah surat pernyataan yang berisi bahwa kamu pernah bekerja pada perusahaanmu sebelumnya. Dokumen ini bisa dijadikan bukti untuk memperkuat Curriculum Vitae (CV) yang kamu buat. Surat paklaring juga bisa menunjukkan bahwa kamu tidak berbohong saat mencantumkan pengalaman kerjamu

Membuat Surat Resign dan Menyerahkannya ke Atasanmu

Nah inilah saat yang paling berat, membuat surat resign. Pastikan bahwa kamu membuatnya sesuai dengan struktur yang berlaku dan sudah sesuai dengan standar umum. Setelah itu, kamu bisa menyerahkannya kepada atasanmu. Ingat ya sebelum kamu menyerahkan surat resign, kamu harus menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari atasan yang mungkin akan sulit kamu jawab. Persiapkan dirimu dengan baik dan jangan lupa berdoa ya!

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang alasan resign dan apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan resign. Jadi kamu tidak perlu bingung lagi ya bagaimana cara resign yang baik dan benar.

Setelah resign kamu tentu masih mendapatkan gaji terakhirmu dari perusahaan. Urusan gaji ini biasanya berkaitan dengan absensi yang kamu lakukan pada sebulan terakhir. Kamu harus memastikannya kepada HR perusahaanmu untuk mengurus penggajian ini tepat waktu agar kamu bisa mendapatkan hakmu.

Jika perusahaanmu belum memiliki sistem penggajian otomatis, kamu bisa menggunakan aplikasi JojoPayroll. Aplikasi dari Jojonomic ini akan membantumu untuk melakukan penggajian karyawan secara otomatis secara mudah di mana saja dna kapan saja. Ayo coba demo gratisnya sekarang!