Succession Planning Perbaharui Tim Dalam Perusahaan

Dalam menjalankan perusahaan regenerasi adalah hal yang tidak bisa dihindari, succession planning merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kandidat baru agar mengisi posisi yang tersedia. Tentu alasan utama dilakukanya regenerasi ini adalah menggantikan karyawan yang telah mengabdi terlalu lama dan sudah tidak produktif lagi.

Rentang masa produktif seorang manusia adalah mulai dari umur 15 sampai dengan 64 tahun, setelah melewati masa itu maka ia sudah mulai tidak produktif lagi. Sedangkan masa prima seseorang dimulai pada umut 25-40 tahun.

Perusahaan selalu membutuhkan karyawan dengan kondisi produktifitas yang sangat prima, sehingga walaupun karyawan itu telah berdedikasi kepada perusahaan puluhan tahun apabila sudah menyentuh masa tidak produktif pegawai terpaksa untuk di pensiunkan.

Itulah mengapa diperlukannya sebuah succession planning untuk menghasilkan pengganti dari karyawan yang telah pensiun. Regenerasi juga merupakan sebuah lingkaran dalam setiap proses untuk mencapai kedalam kondisi yang lebih baik, suksesi akan selalu dibutuhkan dala setiap hal bahkan didalam menjalankan perusahaan.

Menjalankan Succession Planning Dalam Perusahaan

Suksesi didalam sebuah perusahaan memang akan berbeda, setiap tahapan akan disesuaikan dengan kebijakan yang telah berlaku di perusahaan tersebut. Lalu secara general langkah apa saja yang bisa diambil untuk melakukan suksesi ini?.

Seleksi Calon Pemimpin

Sebuah perusahaan pasti memiliki banyak sekali karyawan, setiap pegawai pasti memiliki bibit kepemimpinan. Tapi  yang menonjol dan  pantas untuk  menjadi seorang kandidat pasti  akan bisa dihitung dengan jari.

Memilih calon kandidat pengganti harus sangat selektif, karena banyak juga karyawan yang hanya berambisi untuk mendapatkan sebuah jabatan tanpa memiliki skill untuk menjalani kewajibannya. Sehingga dia hanya terus-terusan berlaku baik kepada atasan, istilahnya adalah mencari muka.

Karyawan seperti ini sangat tidak layak untuk menjadi calon pemimpin didalam perusahaan, ia akan cenderung mencari cara agar dirinya saja yang selamat tanpa memperdulikan orang lain. Seorang calon pemimpin yang cocok dalam succession planning haruslah karyawan dengan dedikasi dan memiliki skill layak.

Nilai utama yang harus dimiliki seorang calon pemimpin adalah kejujuran, skill serta pengetahuan bisa mengikuti sesuai proses berjalannya pekerjaan. Sedangkan sifat jujur tidak bisa ditumbuhkan dalam diri seseorang begitu saja.

Metode Pelatihan

Selanjutnya adalah melakukan pelatihan bagi setiap kandidat yang telah terpilih dalam succession planning. Jika mereka dapat menyerap ilmu serta informasi yang diberikan maka karyawan tersebut layak untuk dijadikan seorang suksesi.

Setelah pemberian pelatihan perusahaan harus melakukan tes agar mendapatkan hasil dari training mereka. Testing akan sangat menentukan karena setiap pemimpin perusahaan bisa melihat langsung progress yang telah dikerjakan oleh kandidat tersebut.

Setiap hal yang telah dicapai selama masa pelatihan akan tertulis jelas didalam hasil tes. Tidak berbeda jauh dengan saat masa perekrutan tes saat hendak melakukan suksesi juga sangat diperlukan, agar pihak terkait bisa lebih mendapatkan gambaran dari setiap kandidat.

Proses Serah Terima Jabatan

Terakhir adalah serah terima jabatan atau sertijab kepada pemimpin baru dari karyawan lama. Tahapan succesison planning ini merupakan hal ceremonial yang tidak boleh terlewat karena membuktikan seberapa penting jabatan terkait.

Sertijab juga menandakan bahwa pihak lama sudah tidak lagi mengemban tugasnya dan telah diserahkan kepada karyawan baru. Sangat penting untuk memberikan konfirmasi kepada seluruh perusahaan agar tidak terjadi miskomunikasi nantinya.

Akibat Gagalnya Succession Planning

Suksesi sering kali terjadi kegagalan dan juga keberhasilan, itu semua bergantung kepada bagaimana prosesnya berjalan. Penyebab utamanya adalah kegagalan dalam mengidentifikasi kelayakan suksesor pada tahap awal suksesi.

HR tidak memahami setiap point yang harus dimiliki oleh suksesor untuk bisa layak dipilih menjadi calon kandidat. Sehingga terpilihnya karyawan dengan talenta yang buruk dan tidak layak untuk menjadi suksesor. Tapi karena sudah masuk kedalam tahapan pemilihan maka si kandidat buruk itu terpaksa untuk menjadi calon suksesor.

Naasnya dalam masa pemilihan kanididat buruk itu malah banyak memperoleh suara dan malah lolos menjadi calon pemimpin, kemungkinan seperti ini mungkin saja terjadi didalam perusahaan anda saat melakukan succession planning.

Hingga akhirnya ternyata kenyataan membuktikan karyawan itu tidak layak mengemban jabatannya dan lalai dalam tugas. Lalu selanjutnya perusahaan terpaksa melakukan suksesi ulang ataupun mrekrut tenaga profesional yang berarti mengeluarkan biaya lainnya.

Sebuah kegagalan dari proses succession planning bisa berasal dari nilai karyawan internal yang memang sudah acuh terhadap perushaan atau karena proses observasi tidak dilakukan dengan maksimal, sehingga membuahkan calon kandidat yang kurang profesional.

Suksesi Sebagai Sarana Munculnya Ide Baru

Kepemimpinan baru berarti akan lahirnya berbagai ide manajemen yang baru juga bagi perusahaan, salah satu alasan terpilihnya kandidat baru juga agar setiap karyawan mendapatkan lingkungan kerja yang baru. Oleh karena itu sudah tidak mengherankan jika karyawan selalu mengharapkan terobosan-terobosan yang baru saat terpilihnya pemimpin di perusahaan.

Inilah yang menarik dari sebuah succesion planning, karena sebuah ide tidak akan dengan mudah bisa habis sehingga berbagai kemungkinan unik bisa saja terjadi dalam masa terpilihnya kandidat pemimpin perusahaan yang baru tersebut.

Tentu saja para karyawan juga menginginkan setiap pemimpin baru itu untuk mampu mengembangkan lagi perusahaan ketahap yang lebih besar. Demi kesejahteraan serta kebaikan para pegawai juga. Setiap waktu yang dihabiskan oleh suksesor mereka berharap dapat membawa nama baik perusahaan untuk lebih dikenal lagi oleh dunia.

Bukti Nyata Dari Succession Planning

Hasil nyata dari keberhasilam suksesi adalah dengan semakin berkembangnya sebuah perusahaan, dan bukti kegagalan dari suksesi ini sudah jelas semakin merosotnya pendapatan perusahaan. Kedua hal itu mungkin saja terjadi kepada sebuah perusahaan, sesuai dengan setiap tahapan suksesi yang dilakukan oleh perusahaan.

Sampai sini bisa disimpulkan bahwa untuk melaksanakan suksesi dibutuhkan kerjasama semua pihak didalam perusahaan, serta dibutuhkan sebuah alat identifikasi untuk mempermudah HR serta pihak terkait didalam perusahaan agar lebih mudah mendapatkan informasi.

Jika hanya mengandalkan berdasarkan pengamatan manusia mungkin bisa terjadi berbagai error, hal yang paling benar adalah dengan memperhatikan performa dari calon kandidat berdasarkan data-data pekerjaannya selama ini.

Ada sebuah perangkat lunak yang mampu memudahkan succession planning yaitu dengan memakai jojotimes. Dengan perangkat lunak ini perusahaan bisa memaksimalkan memantau setiap detail pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan karena memanfaatkan teknologi pengenalan wajah serta GPS.

Lalu melakukan laporan setelah atau sebelum rapat bisa dilakukan dengan proses cepat didalam software jojotimes tanpa harus mengantri. Perangkat lunak ini juga dapat menyediakan laporan bulanan kehadiran karyawan dengan mudah serta pengerjaannya secara otomatis.

Kenali karyawan lebih dalam melalui perangkat lunak ini dan buat succession planning yang lebih sukses. Anda dapat menerapkan versi demo dari aplikasi ini untuk langsung menikmati keunggulan jojotimes download di jojonomic.