Surat Setoran Pajak Yang Wajib Dilaporkan Pada Pemerintah

Surat Setoran Pajak atau yang biasa disingkat dengan istilah SSP pada dasarnya merupakan bukti dari pembayaran atau penyetoran pajak. Pajak sendiri sebenarnya merupakan suatu pungutan wajib dan harus dibayarkan oleh wajib pajak. Tujuan pajak adalah untuk disetorkan pada pemerintah sehingga pemerintah dapat mengadakan pembangunan masyarakat hingga menuju masyarakat sejahtera. Dengan kata lain pajak wajib dibayar dan hasilnya digunakan untuk kepentingan umum.

Pajak sangatlah penting dan wajib dobayar bahkan peraturan mengenai pajak ini turut diatur dalam undang-undang. Segala hal mengenai pajak bahkan tercantum dalam peraturan. Pajak sudah tentu berkaitan dengan Surat Setoran Pajak atau SSP. Jika Anda ingin membayar pajak maka pihak bank atau pihak dari pajak akan memberikan kepada Anda surat tersebut. Surat ini sebenarnya merupakan sebuah formulir yang akan diisi saat Anda akan membayar pajak.

Tentunya keberadaan Surat Setoran Pajak ini sangatlah penting. Sebab pada dasarnya SSP ini merupakan suatu surat yang ditujukan kepada kas negara mengingat bahwa setiap pajak yang dibayarkan oleh masyarakat itu akan disetorkan pada pemerintahan untuk dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk pembangunan dan lain sebagainya. Surat Setoran Pajak atau SPP akan digunalan pada sat Anda dan wajib pajak lainnya akan melakukan pembayaran pajak sehingga saat mengisinya diperlukan ketelitian. Jangan sampai Anda pengisian SSP ini mengalami kesalahan. Sebaiknya lakukan pengisian dengan benar. Jika Anda masih ragu maka Anda bisa minta petunjuk pada pihak otoritas atau pihak bank yang telah ditunjuk pemerintah sebagai tempat pembayaran pajak untuk bisa membimbing Anda sehingga pengisian SSP bisa dilakukan dengan langkah yang benar.

Fungsi SSP

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Surat Setoran Pajak atau SSP sangatlah penting. SSP ini bukanlah surat belakan namun surat ini harus diisi saat Anda melakukan pembayaran dan penyetoran pajak. Dengan kata lain keberadaan SSP ini sangatlah penting saat seorang wajib pajak akan membayar pajak. SSP ini sendiri akan menjadi sebuah bukti dari seorang wajib pajak bahwa ia telah melakukan pembayaran pajak. SSP inilah yang nantinya akan disahkan oleh pejabat kantor yang telah menerima pembayaran. Atau bisa juga SSP ini disahkan oleh pihak lainnya yang mempunyai kewenangan untuk mengesahkan SSP.

Surat Setoran Pajak atau SSP juga digunakan sebagai salah satu bentuk administrasi yang harus dijalani oleh seorang wajib pajak saat melakukan pembayaran pajak. Bagi Anda yang masih buta mengenai SSP mungkin ada baiknya bila Anda mulai bergegas menuju ke KPP atau Kantor Pelayanan Pajak yaitu tempat bagi Anda untuk memberikan laporan wajib pajak. Selanjutnya Anda juga akan diberikan bimbingan atau tuntunan untuk mengisi form SSP sehingga Anda tidak sampai melakukan kesalahan dalam pengisian SSP saat akan membayar pajak.

Jenis SSP

SSP pada dasarnya terdiri dari berbagai macam jenis. Berbagai jenis SSP memang tampak asing bagi masyarakat awam. Namun seharusnya Anda paham benar mengenai jenis-jenis SSP sebelum melakukan pengisian form pajak.

Jenis SSP yang pertama dan perlu Anda ketahui yaitu SSP standar yang digunakan oleh wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak dengan cara datang ke Kantor Penerimaan Pajak. SSP ini bentuk formulirnya standar dan meliputi bentuk dan isi serta ukuran yang standar pula.

Jenis SSP yang kedua adalah SSP khusus. Sebenarnya antara SSP standar dan SSP khusus memiliki fungsi yang sama. SSP ini juga digunakan sebagai bukti pembayaran pajak ke Kantor Penerimaan Pembayaran dan bukti ini akan dicetak dengan menggunakan sebuah mesin transaksi atau alat lainnya yang sudah ditentukan. Bedanya SSP khusus dengan SSP standar adalah banyaknya rangkap yang harua tercetak. Kemudian ada pula SSP untuk pabean dan cukai dalam rangka melakukan impor. SSP ini diperuntukkan wajib pajak yang melakukan kegiatan impor. Selain itu SSP ini dibuat dalam jumlah enam rangkap untuk ditujukan kepada pihak yang berbeda.

Ada pula SSP cukai dan PPN sebagai bukti pembayaran pajak atas barang yang kena cukai dan PPN. SSP ino juga dibuat sebanyak enam rangkap. Demikian beberapa jenis SSP yang perlu Anda ketahui agar tidak sampai melakukan kesalahan dalam mengisi formulir sebelum melakukan pembayaran atau penyetoran pajak.

Cara Pengisian SSP

Sebuah SSP sudah seharusnya diisi berdasarkan pada petunjuk yang telah ditentukan. Pada awal pengisian form SSP maka Anda akan mengisi kolom NPWP dan nama serta alamat pajak. Setelah itu Anda akan diwajibkan untuk mengisi kode akun pajak dan kode jenis setoran. Untuk kode akun pajak jika Anda tidak tahu maka Anda bisa menanyakannya pada petugas KPP. Selanjutnya setiap kolom yang ada pada formulir SSP juga harus diisi dengan data yang benar.

Waktu pembayaran pajak seperti kolom bulan dan tahun juga harus diisi dengan benar. Sedangkan jumlah pembayaran harus diisi dengan angka jumlah pajak yang dibayarkan atau yang disetorkan dalam jumlah rupiah penuh. Sedangkan untuk bagian terbilang dapat diisi dengan jumlah pajak yang dibayarkan atau disetorkan namun menggunakan huruf latin dan dalam bahasa Indonesia. Untuk bagian diterima oleh Kantor Penerima akan diisi sendiri oleh petugas dari Kantor Penerimaan Pembayaran. Wajib pajak yang membayar atau menyeyor pajak juga harus mengisi tempat dan waktu pembayaran atau penyetoran. Selain itu wajib pajak juga harus membubuhkan tanda tangan di tempat yang tersedia dan menuliskan nama terang secara jelas.

Memastikan besaran pajak yang dibayarkan juga hal yang cukup penting. Sehingga mengisi surat setoran pajak bisa lebih optimal dan sesuai dengan jumlah pajak yang dibayarkan. Oleh sebab itu sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki program yang tepat dalam menghitung kebutuhan pajak yang harus dibayarkan atau disetorkan pada pemerintah. Salah satunya melalui penggunaan program JojoPayroll. Dimana program ini membantu penghitungan pajak secara otomatis dari tiap karyawan terhadap negara. Tidak hanya itu saja, perhitungan ini sudah pasti tidak memiliki kesalahan dibandingkan menghitung pajak secara manual. Sehingga dengan demikian besarnya pajak yang dibayarkan dan dilaportkan akan sepenuhnya sesuai.

Hal ini berkat beberapa fitur menarik dari JojoPayroll. Fitur tersebut termasuk antara lain:

  • Kemampuan Add-on Payroll Yang Fleksibel
  • Perhitungan Pajak dan BPJS Otomatis
  • Perhitungan Payroll Akurat

Serta masih banyak lagi fitur lain yang bisa dimanfaatkan perusahaan dalam penggajian maupun perhitungan pajak yang harus dibayarkan. Dengan sistem yang lebih terpadu tentu saja pembayaran jumlah pajak jauh lebih mudah dan lebih tepat. Oleh sebab itu jangan tunda lebih lama lagi. Segera beralih dan dapatkan coba gratis JojoPayroll di perusahaan Anda. Biarkan program tersebut bekerja memberikan hasil yang terbaik bagi perhitungan keuangan perusahaan Anda. Terutama dalam hal gaji dan komponen penting lainnya, termasuk pembayaran pajak kepada pemerintah.